Rabu, 27 November 2013

Inspirasi Pagi

Pagi tadi, saat melihat Facebook, ada status salah seorang teteh yang begitu mengena. Tentang parenting.

[Renungan Parenting]

Pernahkah anda menghadapi susana dalam lingkungan kerja, sekolah, atau masyarakat yang selalu menuntut kesempurnaan? Lebih sering fokus pada kesalahan yang anda lakukan tanpa pernah menyebut kebaikan anda? Begitu detail perhatiannya pada kesalahan yang kecil, bahkan selalu mencari kesalahan dari setiap kebaikan yang anda lakukan? Apa yg sering terjadi dalam suasana ketidaknyamanan ini. Saya rasa anda menjadi bingung bersikap, tidak tau harus seperti apa, dan akhirnya lebih banyak melakukan kesalahan.

Penting sekali membangun sikap positif dalam parenting. Jika ada sebuah gelas berisi setengah gelas air. Orang tua yg mengembangkan sikap positif dalam parenting akan melihat gelas tersebut sebagai setengah isi. Sementara sebaliknya, akan melihatnya sebagai gelas yg setengah kosong.

Penting sekali menyebut kebaikan anak saat mereka melakukan kebaikan seperti yang kita harapkan, karena dengannya mereka tau mereka harus bersikap seperti apa. Sementara jika apresiasi yang kita sampaikan hanya pada saat mereka melakukan kesalahan, mereka hanya akan menjauh dari kita untuk menghindari komentar komentar negatif kita. Maka wajar jika mereka menjauh dan tidak menjadikan kita sebagai teman berbagi cerita.

Rasulullah saw
“Tidak ada seorang pun yang selamat dari kesalahan, dan tidaklah sepatutnya (kita) melenyapkan kebaikan-kebaikan seseorang karena suatu kesalahan. Sebagaimana halnya air, apabila telah mencapai dua kulah, maka air itu tidaklah mengandung kotoran.” (ini lafazh riwayat hadits Ad Darimi, 737-738; ad Daruquthni, I21-22.

Semoga keikhlasan kita untuk memberi ruang kesalahan pada anak, menjadikan hubungan kita lebih harmonis sebagai sarana yang sehat dalam proses saling menasihati.
Status dari Teh Kiki Barkiah. Teh Kiki adalah kakak kelasku dulu di SMAN 3 Bandung. Kami terpaut 2 tahun. Saat aku masuk SMA, Teh Kiki adalah Ketua OSIS SMAN 3 saat itu. Di ITB, Teh Kiki melanjutkan ke Teknik Elektro, dan aku ke Farmasi. Pemikiran-pemikiran beliau sangat mendalam, dan yang kulihat, semangat untuk berbaginya pun sangat luar biasa. Subhanallah... Dari pemikiran tentang parenting, resep, manajemen keluarga, dll. Sampai-sampai kepikiran dibuatin filenya... Hehe... (Itu juga kalau boleh sama Teh Kiki... hehehe...).

Balik ke status Teh Kiki pagi tadi. Isinya begitu mengena buatku. Karena aku mengalami hal itu sendiri. Bingung harus berbuat apa, saat tuntutan dari sekitar begitu tinggi. Merasa apa yang aku lakukan selalu salah, sehingga takut melakukan apapun. Sangat berhati-hati. Maka dari itu, aku sangat ingin menjadi orangtua yang positif, dan bijak dalam berinteraksi dengan anak-anaknya kelak. Kerasa banget, berada dalam posisi seperti ini sungguh tidak nyaman. jadi, bertekad untuk tidak memposisikan anak dalam kondisi seperti itu. Semoga bisa, insya Allah.  :D

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

Blog Archive

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..