Senin, 27 Februari 2012

Kita dan Mereka

"Bukunya terlalu serius. Terlalu berat."

Itu kata seorang temanku saat kutanyakan bagaimana buku yang kupinjamkan padanya. Padahal, menurutku dan beberapa teman yang kupinjami buku itu, buku tersebut mudah dicerna, tidak menggurui, namun berkesan. Bagiku, buku tersebut tidak seberat buku haroki yang lain, atau buku yang pernah kubaca sebelumnya. Memang, berat atau ringan itu relatif. Sesuai dengan pribadi masing-masing. Tapi hal ini cukup mengusik pikiranku juga.

"Kalau semua mau yang santai-santai aja, susah dong?", pikirku.

Hufft... Baru teringat sesuatu. Inilah bedanya, kita dengan generasi Rasulullah SAW. Kita terlalu banyak terlena oleh sesuatu yang mudah, sedangkan mereka dahulu selalu akrab dengan perjuangan dan kesulitan. Kesulitan yang bukan membuat mereka mundur lalu berbalik arah, namun justru membentuk mereka menjadi pribadi-pribadi kuat yang tak terlupa oleh sejarah. Inilah bedanya kita dengan mereka.. Kita terlalu manja dengan semua kemudahan disekeliling kita, yang pada akhirnya membuat kita malas untuk berpayah-payah dahulu. Bahkan untuk membaca sesuatu yang sebenarnya begitu berarti untuk diri kita. Sesulit itukah?

Jelas terlihat bedanya antara binaan Rasulullah dengan binaan zaman ini. Sedikit saja diberikan tantangan, mudah mengeluh. Pantaslah jika anak muda saat ini tidak matang dalam bersikap, mereka justru lebih matang dalam hal hubungan dengan lawan jenis, hura-hura, dsb. Sesuatu yang tetap saja bersifat "permainan". Hal tersebut justru sangat akrab dengan muslim saat ini. Ini adalah akibat dari gempuran pendidikan yang tak Islami. Mereka dibuai oleh semua kesenangan semu, yang melalaikan diri dari kesenangan yang hakiki.

Ah, tak salah mereka sepenuhnya memang..
Namun, apakah itu semua dapat menjadi pembenaran atas apa yang terjadi saat ini?
Saat saudara kita sedang berjibaku dengan kematian di Palestina sana, kita disini hanya tertawa dan berhura-hura karena merasa hidup masih panjang. Mirisnya... :(


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

Blog Archive

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..