Selasa, 04 Juni 2013

Belajar Bijak Itu Baik... :)

Adikku pernah bilang, "Kenapa ya, orang tuh kadang suka usil banget, pas belum ada calon, ditanya, mana calonnya, pas udah ada calon, tapi belum nikah, ditanya, kapan nikahnya, pas udah nikah, terus belum punya anak, ditanya terus, udah hamil atau belum, terus, kalo udah punya anak satu, ditanya lagi, kapan mau punya anak lagi? Gak ada habis-habisnya..."

Jadi inget, pernah ada iklan layanan masyarakat tentang Keluarga Berencana yang hampir sama dengan apa yang adikku bilang. Atau pada teman yang belum lulus kuliahnya setelah sekian lama, dan selalu kita tanya, kapan lulusnya? Membuatku jadi berpikir kembali. Dulu, aku juga suka gitu. Ke kakak kelas yang belum menikah, selalu kutanya, kapan nikahnya. Terus-menerus, setiap aku bertemu. Parah. Hehehe... Tapi, aku sudah lama bertaubat kok...  Saat aku kuliah apoteker dulu. Mulai saat itu, aku berazzam, bahwa aku tidak akan bertanya-tanya hal yang seperti itu lagi. Memang, mungkin ada orang yang berdalih bahwa itu adalah sebagai bentuk perhatian kita pada orang lain, tapi ya kalau ditanyakan setiap saat, setiap hari, jatuhnya bukan perhatian... Yang ada malah makin memojokkan orang yang ditanya. Toh, hal-hal yang ditanyakan tadi tak lepas dari kehendak Allah juga, bukan? Bagaimana jika ada seseorang yang baru dipertemukan dengan jodohnya saat berusia lanjut, misal umur 60 tahun, apakah setiap hari sebelum ia berumur 60 tahun,  ia harus kita berikan pertanyaan yang sama? Kapan menikahnya? Yang ada bukan perhatian, namun mungkin saja malah menambah luka pada seseorang tersebut. Siapa yang tidak mau dipertemukan dengan jodohnya segera, atau menikah, memiliki keturunan, dll? Tapi, bukankah Allah tetap memiliki kuasa atas kehidupan kita? Mengapa tak kita do'akan saja mereka, ketimbang bertanya yang justru malah menjatuhkan mental mereka. Mendo'akan akan memberikan kekuatan untuk mereka, bukan? Begitu lebih bijak... Sesekali, mungkin kita bisa bertanya, tapi untuk tujuan yang solutif, misal, kalo belum lulus kuliah, mungkin teman kita sedang ada masalah, dan kita bisa membantunya. Kalau ada teman yang belum ada jodohnya, mungkin kita bisa membantu mencarikan pasangan untuknya. Itu lebih solutif. Dibanding dengan bertanya setiap waktu. Jika belum bisa mencarikan solusi, maka bantulah dengan do'a...

Ah, memang tak mudah ya menjaga lisan dari hal-hal yang kurang baik... Adakalanya kita masih mengikuti ego kita untuk bertanya, dan terus bertanya... Hingga kita melupakan sesuatu... Bahwa, mungkin saja, orang yang kita tanya, akan terluka karena pertanyaan kita...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..