Rabu, 29 Februari 2012

Tawakal Yuk! ^^

"Dan milik Allah meliputi rahasia langit dan bumi dan kepadaNya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepadaNya. Dan Tuhanmu tidak akan lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. " (Hud123)

Tak pernah kita tahu apa akan terjadi pada diri kita. Masa depan adalah sesuatu yang ghaib, hanya Allah yang mengetahui. Apa yang terjadi jika kita dapat mengetahui apa yang akan terjadi pada diri kita di masa depan? Ah, mungkin kita akan berleha-leha jika mengetahui masa depan kita akan menyenangkan, karena sudah terlena oleh kesenangan tersebut. Atau justru kita akan bersedih jika kita mengetahui bahwa sesuatu yang buruk akan menimpa diri kita. Ternyata memang lebih baik seperti ini. Hanya Allah yang mengetahui segala sesuatunya. Bahkan lintasan hati kitapun, tak pernah terlewat dari pengetahuanNya.


Karena itulah, kita dapat berhusnuzhan selalu terhadap ketetapanNya. Ia akan menguji, siapa hamba yang mampu berhusnuzhan dalam ketidaktahuannya akan takdir Allah. Disinilah arti bertawakal kepadaNya. Menyerahkan segala sesuatu pada Allah setelah lika-liku ikhtiar kita lalui, setelah untai do'a panjang yang kita lantunkan. Bertawakal bukan berarti sekedar pasrah,, namun ia adalah kepasrahan yang sempurna. Seperti apa? Hm, mungkin seperti percayanya seorang anak terhadap ibunya. Pasrah, karena ia tahu, ibunya yang akan melindunginya. Seperti itulah ketergantungan seorang hamba pada Khaliqnya. Seorang hamba akan meyakini bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah ketentuan terbaikNya, maka ia sudah memasrahkan hidupnya pada RabbNya. Meskipun ia tak tahu apa yang akan terjadi esok, namu keimanannya berkata, "Wahai diri, Allah tak pernah salah memutuskan. Maka siapkan dirimu untuk menjemput takdir terbaikmu!"

Sama sepertiku saat ini, aku tidak mengetahui apa yang telah Allah persiapkan untuk diri ini esok hari, namun, aku harus meyakini, bahwa ada skenario indahNya untukku. Karena Ia tak pernah salah. Bersiap untuk menjemput takdir terbaikku esok! Tapi, apapun itu, semoga itu adalah bentuk cintaNya padaku. Aammiin ya Rabb.. :)

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-


Selasa, 28 Februari 2012

Hikmah Today

Dari kemarin sudah merencanakan untuk menjenguk Rere yang habis dioperasi di RSHS. Jadi hari ini memang harus pulang cepat, biar tidak kemalaman sampai rumah. Sekitar pukul 16.45, aku menuju RSHS, setelah sebelumnya bertanya, dimana kamar perawatan Rere. Di RBA kamar 8. Hanya itu.
Hwuaah.. RSHS kan luas banget, dimananya ya? Gedung lama atau gedung baru? Setelah bertanya pada Rere, ternyata di gedung lama, dari IGD, lurus aja.

Okelah, kalau udah tau gedung lama atau baru, insyaAllah lebih mudah. Kulalui RSHS gedung lama. Ikut feeling aja, masuk, belok kiri. Nah,,, ada petunjuk IGD tuh! Kuikuti saja petunjuk yang mengarah ke IGD, kan setelah dari IGD tinggal lurus aja. Tapi ternyata, IGD tuh cukup jauh juga dari depan. Tapi aku tetap menyusuri jalan untuk mencapai IGD. SAmapai ke bagian penyakit dalam, masih terus... Hingga ada petunjuk IGD, tapi, sudah masuk ke gedung baru.. Wah, iya ya, kayanya IGD RSHS tuh emang di gedung baru ya? Gubrak deh kalo gini. Aku segera bertanya pada satpam, dimana RBA. Ternyata RBA tuh Ruang Bougenville. Gubrak lagi deh, tadi kan aku melewati plang ruang Bougenville. Hehe.. Setelah menyusuri ruang Bougenville, kutemukanlah kamar Rere.

Masya Allah.. Rere yang biasanya aktif, kini harus terbaring dengan infus dan beberapa alat di wajah dan gigi. Masih dalam pengaruh anestesi, jadi masih agak-agak ngantuk. Tak banyak berbicara aku disana.. hehe, kasian Rerenya juga, udah ngantuk gitu. Laa ba'sa thahuurun, insya Allah...

Allah akan menguji, siapa yang Ia kehendaki. Allahlah yang memberi segala ujian. Agar terlihat, siapakah hambaNya yang mampu bersabar dan bersyukur. Semoga segera pulih ya Rere...:)


"Musa berkata kepada kaumnya, "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah.Sesungguhnya bumi ini milik Allah, diwariskanNya kepada siapa saja yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa." (Al-A'raf 128)

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-




Senin, 27 Februari 2012

Kita dan Mereka

"Bukunya terlalu serius. Terlalu berat."

Itu kata seorang temanku saat kutanyakan bagaimana buku yang kupinjamkan padanya. Padahal, menurutku dan beberapa teman yang kupinjami buku itu, buku tersebut mudah dicerna, tidak menggurui, namun berkesan. Bagiku, buku tersebut tidak seberat buku haroki yang lain, atau buku yang pernah kubaca sebelumnya. Memang, berat atau ringan itu relatif. Sesuai dengan pribadi masing-masing. Tapi hal ini cukup mengusik pikiranku juga.

"Kalau semua mau yang santai-santai aja, susah dong?", pikirku.

Hufft... Baru teringat sesuatu. Inilah bedanya, kita dengan generasi Rasulullah SAW. Kita terlalu banyak terlena oleh sesuatu yang mudah, sedangkan mereka dahulu selalu akrab dengan perjuangan dan kesulitan. Kesulitan yang bukan membuat mereka mundur lalu berbalik arah, namun justru membentuk mereka menjadi pribadi-pribadi kuat yang tak terlupa oleh sejarah. Inilah bedanya kita dengan mereka.. Kita terlalu manja dengan semua kemudahan disekeliling kita, yang pada akhirnya membuat kita malas untuk berpayah-payah dahulu. Bahkan untuk membaca sesuatu yang sebenarnya begitu berarti untuk diri kita. Sesulit itukah?

Jelas terlihat bedanya antara binaan Rasulullah dengan binaan zaman ini. Sedikit saja diberikan tantangan, mudah mengeluh. Pantaslah jika anak muda saat ini tidak matang dalam bersikap, mereka justru lebih matang dalam hal hubungan dengan lawan jenis, hura-hura, dsb. Sesuatu yang tetap saja bersifat "permainan". Hal tersebut justru sangat akrab dengan muslim saat ini. Ini adalah akibat dari gempuran pendidikan yang tak Islami. Mereka dibuai oleh semua kesenangan semu, yang melalaikan diri dari kesenangan yang hakiki.

Ah, tak salah mereka sepenuhnya memang..
Namun, apakah itu semua dapat menjadi pembenaran atas apa yang terjadi saat ini?
Saat saudara kita sedang berjibaku dengan kematian di Palestina sana, kita disini hanya tertawa dan berhura-hura karena merasa hidup masih panjang. Mirisnya... :(


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-



Minggu, 26 Februari 2012

Sinergi

Menjadi muslim yang kaffah itu memang tak semudah diucapkan.
Muslim. Sebuah identitas yang begitu mulia. Identitas yang membedakan kita dari yang lain. Dan identitas yang membawa kita pada sebuah konsekuensi. Konsekuensi atas keislaman diri kita.

Tak cukup jika kita mengaku muslim, namun segala perilaku kita tak menunjukkan bahwa diri kita muslim, atau bahkan jauh dari nilai-nilai Islam yang diajarkan oleh RasulNya. Sama halnya ketika kita mengaku ingin masuk surga, namun tak jarang kita justru melakukan sesuatu yang semakin menjauhkan diri kita untuk mencium wanginya surga. Atau seperti kecintaan pada Allah yang kita ucapkan secara lisan, namun ternyata maksiat selalu kita lakukan.



Sinergi antara hati, lisan dan tindakan kitalah yang terpenting. Menjadikan ketiganya sejalan dalam amal dan keimanan. Karena itulah yang akan menentukan kualitas diri kita dihadapan Allah SWT. Sinergi dari ketiga hal tersebutlah yang akan menjadikan kita sebagai sosok yang berintegritas, terhadap keimanan dan keislaman kita tentunya.. Sulit memang, namun yakinlah Allah akan memberi pertolongan pada setiap niat baik kita yang diiringi oleh ikhtiar yang juga sejalan dengan niat kita. Sulit bukan berarti tidak bisa, hanya membutuhkan usaha yang lebih keras lagi.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Sabtu, 25 Februari 2012

Meaning


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Jumat, 24 Februari 2012

Islamic Quote


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-


Who Am I?


Siapakah aku sekarang?
Aku benar-benar tidak mengenali diriku yang sekarang. Aku merindukan diriku yang dulu. Entahlah, aku merasa kehilangan diriku yang dulu. Salah lingkungankah? Mungkin iya, tapi tak sepantasnya juga menyalahkan lingkungan sepenuhnya. Karena seharusnya setiap diri memiliki imunitas atas pengaruh lingkungannya, sehingga ia tak dengan mudahnya terbawa pengaruh lingkungan. Atau antivirus yang mampu mendeteksi infeksi virus yang ia peroleh dari lingkungannya.

Yap, mungkin antivirusku saat ini yang kurang kuat. Harus diperbaharui kembali. Ujian dari Allah sudah pasti akan meningkat. Karena jika tidak, artinya kualitas keimanan kita yang masih belum bergerak menuju titik yang lebih tinggi. Mungkin ujianku kini jauh lebih besar, namun kedekatanku dengan Allah tak bertambah dekat, atau mungkin sebaliknya. Kenikmatan-kenikmatan yang dulu kurasakan, jarang kurasakan saat ini. Salah siapakah? Lingkungan? Ah, tentu saja bukan. Jawabnya ya salah diri ini yang masih terlena dengan amal yang tak seberapa, ilmu yang pas-pasan.

Rabbi... Ampuni kelalaianku selama ini. Semoga masih ada waktu untuk memperbaiki diri. Meningkatkan kualitas diri di hadapanMu. Menjadi seseorang yang qawwiy, tak terpengaruh dengan buruknya lingkungan, justru sebaliknya, menebarkan kebaikan pada lingkungan. Rabbi.. Jangan biarkan diri ini tertipu dengan amal diri yang tak seberapa. Izinkan aku untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari persangkaan hambaMu kepadaku. Aammiin ya Rabb...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-



Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..