Jumat, 06 Januari 2012

Ukuran Tubuh VS Kelapangan Hati

Hari ini terdapat kejadian lucu yang membuatku merenung dan berfikir juga. Aku berada di depo farmasi. Saat itu sedang ada NA yang melakukan retur. Oleh temanku yang bertugas sebagai petugas retur, NA tersebut diledeknya habis-habisan hingga tak dapat berkata-kata. Ini yang ia katakan. 
"Kulitmu seperti Rihana, bibir seperti Angelina Jolie, mata Britney Spears, pipi Cameron Diaz, dan badan sepertikutu gajah". Lalu ia tertawa sepuasnya, sedang yang diledek hanya diam sambil merengut. Setelah NA tersebut selesai meretur barang, kami bertanya-tanya, apakah NA tersebut marah oleh ulah teman kami atau tidak. Ada salah seorang temanku yang berkata, "Biasanya, orang yang gemuk itu pemaaf, ga pendendam, kalo orang yang kecil biasanya malah suka pendendam."


Wah, aku langsung merasa! Haha.. Soalnya kan tubuhku memang kecil.. Hmm, tapi pendapat ini bukan kali pertama kudengar. Orang yang gemuk lebih mudah memaafkan dan tidak mendendam. Pribadinya lebih hangat. Kenapa ya? Apa memang benar seperti itu? Apa karena hatinya yang lebih lapang? Tapi memang ada kaitannya ya antara ukuran badan dengan kelapangan hati?


Entahlah, yang pasti aku mau membuktikan bahwa tidak selamanya pendapat tersebut benar. Orang yang kecil tak selalu pendendamkok. I'll prove it! hehe...=)






Lucunyaaa...:)


























-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Kamis, 05 Januari 2012

My Today's Quote

Saat kelelahan menghampiri, langkah yang terhenti, dan kita memutuskan untuk tak melanjutkan ikhtiar, saat itulah kekalahan kita. Lantas apa yang akan dibanggakan di hadapan Rabb kita?

Berlari dan Menang

Fafirruu Ilallaah...
Berlari menuju Allah..

Jika kehidupan dianalogikan dengan kompetisi lari, maka orang yang berlari tercepat adalah pemenangnya. Seseorang yang bukan tak pernah berjalan atau terjatuh, atau bahkan terhenti langkahnya, tetapi seseorang yang segera kembali menyadari bahwa ia berada dalam kompetisi besar. Dimana waktu sangat diperhitungkan dengan cermat. 

Berhenti sejenak untuk mengisi kembali energi yang hampir habis.
Terjatuh saat menemukan batu sandungan.
Namun semua tak melalaikannya dari tujuan akhir kompetisi tersebut. 
Kemenangan.
Dan dalam kompetisi kehidupan kita, yang tak boleh kita lalai adalah tujuan itu, ridha Allah..
Meski ia harus terjatuh atau berhenti sejenak...
















-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Perbandingan

Hampir kebanyakan orang tidak merasa nyaman jika ia dibandingkandengan orang lain. Apalagi jika itu memojokkan dirinya. Begitu pula dengan diriku.Aku juga tidak merasa nyaman bila dibandingkan dengan orang lain, meskipun itu terkadang untuk memotivasiku menjadi lebih baik. Ego diri masih jelas berperan disana. Manusia.. memang sepeti itu.. Ia ingin menjadi yang terbaik. Inilah yang seharusnya diarahkan menjadi kebaikan. Menjadi yang terbaik dalam setiap ladang amal yang terhampar luas. 

Namun, ini membuatku merenung. Ketika aku membandingkan diri sendiri dengan gemilang emas para shahabat Rasul, diri ini tidak merasa terpojok, namun sebaliknya, semua menjadi motivasi bagi diri untuk semakin meneladani mereka, dan mencoba mengejar mereka, meskipun jarakku dengan mereka begitu jauh... hehe.. semangat!


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-



Rabu, 04 Januari 2012

Sebagai seorang pemimpin, ia dituntut untuk dapat menjadi teladan bagi orang yang ia pimpin. Pemimpin yang baik tentu saja seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ia tak mungkin menuntut anak buahnya tanpa memberi contoh nyata yang baik. Keteladanan adalah bahasa yang efektif, baik dalam memimpin ataupun berdakwah. Integritas pemimpin itulah yang penting. Orang harus dapat melihat kesesuaian antara lisan dan tindakan yang ia lakukan. Jika integritas dan keteladanan itu tak dapat terlihat dari seorang pemimpin, maka kepemimpinannya akan terganggu. 

Integritas, keteladanan adalah modal utama seseorang untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. 
Be a good leader like Rasulullah SAW... Wanna be... :)

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Tiga I

3I. Itu yang selalu kukatakan ketika ada seseorang yang menanyakan, kriteria pasanganhidup yang seperti apa yang kuimpikan. Aku selalu menjawab dengan 3I: Ikhwan lurus, Insinyur, ITB. Haha... Tapi yang paling utama adalah ikhwan lurus. Orang selalu bertanya, apa ikhwan lurus itu, yang kaya apa? atau ada juga yang berkomentar seperti ini, selurus-lurusnya ikhwan Rin... hehe.. Tapi, buatku ikhwan lurus itu bukan ikhwan sempurna tanpa cela. Tapi aku punya parameternya. Yah, itu memang parameterku, setidaknya aku mengetahui apa yang kucari. 2I lainnya adalah harapan.. Tidak salah jika kita berharap kan?

But, siapapun dia, kuharap ia adalah seseorang yang mendekatkan diri dengan Rabbku.. Seorang mujahid, berhati putih berkuda keimanan. Bukan seperti di negeri dongeng. Pangeran tampan berkuda putih...hehe..=)

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Senin, 02 Januari 2012

Energi Positif

Setiap manusia pasti memiliki energi positif dalam dirinya. Sebab memang secara fitrah, Allah mengaruniakan kebaikan dalam diri manusia. Pilihanlah yang ada di tangan manusia. Apakah ia memilih jalan ketaqwaan atau jalan fujur.

Energi positif ini bisa terpendam dalam diri, atau justru memancar ke sekelilingnya, dan memberi manfaat untuk yang lain. Jika lingkungan tak mendukung, dan kekuatan energi tersebut tak cukup kuat, maka energi tersebut hanya ada dalam diri, namun tak terlihat keajaibannya. Sedangkan bila energi tersebut terasah tajam dengan ruhiyah yang baik, maka energi positif itu tak hanya baik bagi dirinya, tapi orang lain pun dapat merasakan setiap liku energi positif itu.

Lagi-lagi, pilihan tetap ada dalam diri kita. Let's choose the best one!

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..