Selasa, 19 Mei 2015

Generasi Harapan

Tetiba teringat nasyid ini.... Generasi Harapan...
Terngiang-ngiang dalam benak dan pikiran..

Album : Kembali..!
Munsyid : Izzatul Islam
http://liriknasyid.com

Dimana dicari pemuda Kahfi
Terasing demi kebenaran hakiki
Dimana jiwa pasukan Badar berani
Menoreh nama mulia perkasa abadi
Umat melolong di gelap kelam
Tiada pelita penyinar terang
Penunjuk jalan kini membungkam
Lalu kapankah fajar kan datang
Mengapa kau patahkan pedangmu
hingga musuh mampu membobol betengmu
Menjarah menindas dan menyiksa
Dan kita hanya diam sekedar terpana
Bangkitkan negri lahirkan generasi
Pemuda harapan tumbangkan kedzaliman
Wajah dunia Islam kini memburam
Cerahkan dengan darahmu
Panji Islam telah lama terkulai
Menanti bangkit kepalmu

Dulu nasyid ini sering sekali diputar atau dinyanyikan saat acara tertentu. Apalagi di acara ITSAR. Waah... ini selalu ada. Menghentak-hentakkan jiwa dan semangat dalam dada.

Dimana dicari pemuda kahfi?
Dimana mereka saat ini?
Aku, kamu, kita, masih berjuang hingga detik ini... Untuk melahirkan generasi harapan itu...
Mujahid dan mujaddid yang dinanti ummat ini...

Tegakkan badan, kokohkan langkah
Kuatkan azzam, dekatkan diri pada Allah..

Mari menyongsong generasi harapan!

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Untitle

Ada sesuatu yang dapat menguatkan...
Ada hal yang mampu mengingatkan...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-


Senin, 18 Mei 2015

Berhentilah

Ada orang yang mengukur keberhasilan sesuatu dari apa yang ia lihat, apa yang ia dengar... Padahal, ia tidak pernah menjadi bagian dari perjuangan sesuatu itu...
Ada orang yang mengukur keberhasilan atau tingkat partisipasi seseorang, dari seberapa sering komunikasi yang dilakukan..

Ah, kawan....
Lupakah engkau, bahwa ada, bahkan banyak orang yang amalnya masih jauh lebih banyak daripada kita, namun mereka memilih untuk bekerja dalam diam?

Ah, kawan...
Tidakkah engkau menyadari, ada orang-orang yang pengorbanannya di jalan dakwah ini jauuh lebih besar daripada kita, namun ia tak pernah sesumbar dengan pengorbanannya...

Ah, kawan...
Tidak ingatkah engkau, bahwa pahala berdakwah ini diperoleh bukan karena hasilnya?
Bahwa hidayah adalah murni wewenang Allah....
Kita tak bisa memastikan hidayah itu datang, bukan?

Ah, kawan, kau mungkin tak pernah tau...
Bahwa sesungguhnya, ada orang-orang yang bekerja keras dalam kesunyian...
Ada kerja-kerja besar yang dilakukan, meski kau menganggapnya tiada, karena kau tak pernah mendengar kabarnya atau melihatnya...
Hei, kau tidak ada disana, bukan?
Sebenarnya, kau sedang berbicara tentang sesuatu yang tidak kau ketahui, melainkan hanya sedikit saja...

Berhentilah untuk melangit tapi tak pernah kau pijakkan kakimu ke bumi...

Berhentilah untuk merasa diri sudah melakukan banyak hal, padahal sebenarnya di balik kesunyian, ada pengorbanan luar biasa dari hambaNya yang ikhlas beramal...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Lessons From Nikah Insight

Hari Sabtu yang lalu, Itsar mengadakan seminar Nikah Insight. Alhamdulillaah pesertanya banyak.. 184 orang.

Ada beberapa hal yang ingin kuceritakan disini. Bukan tentang seminarnya itu sendiri. Tapi soal mentalitas seorang kader ITSAR.

How?
Ada 3 hal yang kucatat dan kurekam baik-baik.

1. Sertifikat Nikah Insight
Sertifikat ini bukan sertifikat biasa. Bentuknya seperti undangan pernikahan. Ada nama peserta di kolom nama mempelai. Ini idenya Aldi. Katanya biar sertifikatnya ga mainstream. Idenya Aldi mungkin bagi sebagian orang nyeleneh. Tapi, kau tahu, ide ini diwujudkan oleh kreatifitas Prili dan Amhar sang desainer. Dan hasilnya, keren.

--> kader ITSAR itu sangat kreatif. Hal yang nyeleneh pun bisa diwujudkan. Dan tak ada yang menertawakan. Kreatifitas itu muncul, karena saat kami dibina dulu, kami diberi ruang untuk berkreasi sesuka kami. Tak ada kekangan atau larangan, jangan seperti ini, jangan seperti itu. Ide-ide kami tak pernah ditertawakan. Saat brainstorming, kami bisa mengeluarkan ide paling "gokil" sekalipun. Itu membuat kami merasa dihargai, dilibatkan, dan terlihat hingga saat ini, meskipun kami sudah bertahun-tahun lulus dari SMP, kreatifitas itu tetap ada. Kekinian.

Note: tentu saja kreatifitas yang tidak melanggar syariat, insyaallah.

2. Kader yang Siap Beramal
Pagi itu, panitia Nikah Insight sedang sibuk mempersiapkan goody bag. Iki yang datang sebagai peserta, langsung membantu panitia, begitu juga Mulki. Nida pun bantuin panitia jaga booth. Aku bilang pada Iki, kalau Iki peserta abal-abal. Habis jadi panitia juga. Lalu Iki berkata, "Yah, kan dari dulu juga gitu, Mi. Hehe.."

--> Mentalitas kader yang segera membantu saat panitia membutuhkan, padahal ia peserta, itu sangat mudah ditemukan di ITSAR. Mentalitas itu tidak terbangun dalam hitungan bulan. Tapi ia buah dari penempaan selama bertahun-tahun. Buah dari beramal bersama. Itu yang kami rasakan.

3. Kepanitian Nikah Insight
Perencanaan yang singkat, koordinasi yang hanya melalui whatsapp, ternyata mampu melahirkan sebuah amal. Alumni-alumni ITSAR yang sudah sulit turun ke lapangan, saat ada panggilan untuk membuat seminar, segera mengeksekusinya. Aku ingat bagaimana Aldi segera membuat grup panitia setelah obrolan kami di grup munakahat. Di grup munakahat, Aldi dengan "seenaknya" kami tunjuk sebagai ketua.. hehe... tapi Aldi ridho kok... wkwk... Aldi segera mengumpulkan panitia dalam grup whatsapp baru. Ada Kiki, Rahmi, Prili, Amhar, Sirin, Zevni, Tehnita dan kami. Aku salut dengan semuanya. Dari bentuk grup panitia di tanggal 19 April, dan acara 16 Mei. Kurang dari 1 bulan. Biidznillaah... :) Rahmi yang meski sedang internship di Bogor, habis-habisan jadi CP yang bolak-balik balas peserta. Sampai sang Samsung Tab nya nge hang. Hehe.. Prili yang di tengah kesibukannya, mengurus apa yang ia bisa, desain sertifikat, dll. Amhar, dengan poster yang wow, dan pada hari H, dengan Zevni bolak-balik menjadi logistik acara. Sirin dan Kiki pun sama. Udar ider aja hehe.. Zevni yang mendadak sambutan sebagai perwakilan LSM Itsar.

Aah... ternyata ya...
Bersyukur sekali pernah ditempa di tempat seperti ini. Belajar dari banyak saudara.

Teruslah bergerak, tak kenal henti.
Memberi kebermanfaatan untuk ummat.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Rabu, 13 Mei 2015

Time for Our Children

Terkadang kita lupa, bahwa hidup tak sekedar materi belaka...
Terkadang kita terlalu pusing memikirkan bahwa kita punya tuntutan tinggi dalam sesuatu...
Adakalanya, kita memberikan waktu yang sisa untuk anak-anak kita,
Namun berharap mereka bisa jadi yang terbaik...
Terkadang kita lupa, bahwa urusan kita bukan lagi seberapa hebat kita dimata manusia...
Saat kau menjadi orangtua...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..