Jumat, 31 Oktober 2014

JODOH Hari 40

♻Faidah Hadits ke 40

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang diantara kalian yang apabila beramal seantiasa merutinkannya”.

(Hadits Hasan, Riwayat al-Baihaqi dalam kitab syu’abul iman, Lihat Shahiihul jaami’ no. 1880).

Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan kepada kita suatu sifat yang dicintai Allah dari hambanya, yaitu apabila seorang hamba sedang beramal maka dianjurkan untuk merutinkannya, sehingga ia bisa memperoleh kecintaan Allah, karena jika Allah telah cinta kepada hamba-Nya maka Allah akan merahmatinya dengan memasukkannya ke surga.

Yang dimaksud dengan beramal disini adalah amalan ibadah seperti shalat, puasa, ataupun sedekah, maupun amalan duniawi yang ada kaitannya dengan ibadah dan agama seperti belajar, bekerja, berdagang, mengajar, berdakwah, berolahraga, berlatih apabila semuanya diniatkan untuk membantu kepentingan islam dan kaum muslimin.

Kemudian yang dimaksud dengan merutinkan amalah adalah menyempurnakannya dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya, tanpa melalaikannya serta konsisten terus menjaga rutinitas amalannya walaupun sedikit.

Sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : sebaik-baik amalan adalah yang paling rutin dilakukan walaupun sedikit.

Karena jika amalan tersebut terus selalu dilakukan maka itu akan memudahkan ia mendapatkan husnul khatimah ketika ajal tiba, kerena seseorang akan meninggal dalam keadaan amalan yang paling sering dilakukannya.

Dan tidak disyaratakn harus amalan yang keras atau berat, kerana jika amalan itu ringan maka akan semakin mudah terus dilakukan secara sempurna.

Begitu pula ketika ia selalu merutinkan amalannya, maka ia telah menjaga kecintaan dan keridoan Allah padanya, sehingga akan membuahkan rahmat Allah baginya di hari kiamat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dicintai-Nya.

�� Ust Akhmad Fahrisan
�� Just One Day One Hadith

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Kamis, 30 Oktober 2014

Suksesmu Bukan Suksesku

Apa yang membuat seseorang itu dikatakan sukses dan membanggakan?

Parameternya apa ya?
Oh... aku lupa..
Saat ini sukses berarti meimiliki materi yang banyak
Bisa bepergian kemanapun yang ia mau
Bisa membeli barang yang ia inginkan
Menjadi karyawan di perusahaan bergengsi

Bisa dibanggakan itu saat tidak membuat malu ketika diceritakan pada orang lain
Bisa dibanggakan itu saat sukses menurut parameter sukses kebanyakan orang

Sebenarnya aku lelah... Sangat lelah...
Tapi, konsekuensi itu tak terhindarkan
Maka mau lari kemana?

Biarpun payah, sakit, kau tak punya pilihan lain selain bertahan dan tetap melangkah

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

JODOH Hari 39

♻ Faidah Hadits ke 39

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

“Sesungguhnya hamba Allah yang paling mulia pada hari kiamat adalah “al-hammaaduun” (orang yang paling banyak mengucapkan hamdalah)”. 

(Hadits Shahih, Riwayat ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir. Lihat Shahiihul jaami’ no. 1571).

Dalam hadits ini dinyatakan salah satu kriteria bagi seorang hamba untuk meraih kemuliaan di hari kiamat, yaitu banyak mengucapkan "alhamdulillah", banyak memuji Allah atas segala nikmat dan keagungan-Nya, karena barangsiapa yang banyak memuji-Nya maka berarti ia telah mengenal sifat-sifat-Nya yang maha sempurna serta mengakui segala karunia dan nikmat-nikmat-Nya,

Hamdalah mencangkup memuji Allah dalam segala keadaan, baik pada hal-hal yang menyenangkan maupan pada musibah atau perkara-perkara yang kurang disukai, kerenanya kita dianjurkan mengucapkan "Alhmadulillahi 'ala kulli haal" (Segala puji hanya bagi Allah atas segala keadaan).

Ketika ia diberi kenikmatan kemudian mengucapkan hamdalah maka itulah bentuk syukur dengan lisan, adapun ketika ia diberi cobaan maka hendaklah pula mengucapkan hamdalah kerena pada hakikatnya ada banyak pahala yang bisa diraih dengan adanya ujian yaitu dengan bersabar, sebagaimana juga musibah bisa menghapus dosa.

Maka dari itu hendaklah seorang muslim senantiasa membasahi lisannya dengan banyak-banyak berdzikir, bertasbih, bertakbir, bertahlil, beristighfar, serta bertahmid, kerena banyak sekali keutamaan berdzikir serta pahala yang besar,
Padahal berdzikir merupakan amalan yang sangat mudah dilakukan, ringan diucapkan namun berat timbangannya di hari kiamat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hambanya yang senantiasa berdzikir dan banyak mengucapkan hamdalah sehingga kita bisa memperoleh kemuliaan di hari kiamat dengan prediket sebagai hammadun (orang-orang yang banyak mengucapkan hamdalah).

�� akhmad Fahrisan
( Mahasiswa UIM semester akhir)

�� Just One Day One Hadith

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

JODOH Hari 38

♻ Faidah Hadits ke 38

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Diantara kalian yang paling dekat  tempat duduknya dengan ku (Rasulullah) pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya”.

(Hadits Shahih, Riwayat at-Tirmidzi. Lihat Shahiihul jaami’ no. 1176).

Kabar Gembira!
Sebuah kabar gembira bagi orang-orang yang merindukan bertemu dan bersanding dengan Baginda kita Muhammad Shalallahu'alaihiwasallam...

Hadis di atas menjadi pemantik semangat bagi setiap muslim yang ingin mendapat tempat duduk yang paling dekat dengan Nabi Muhammad di hari kiamat kelak...

Sebuah amalan yang sangat mulia dengan hadiah doorprice yang tak ternilai harganya...
Amalan itu adalah Akhlak Mulia...

Dengan berakhlak mulia dan terpuji serta sopan-santun kita akan mendapatkan balasan kebaikan berupa kedekatan dengan Nabi di akhirat nanti...

Akhlak mulia telah melekat dan menjadi identitas seorang muslim yang baik...Oleh karena itu Allah dan Rasul-Nya menjanjikan pahala dan ganjaran yang besar untuk orang yang berusaha berakhlak terpuji dan mulia...

Allah di dalam Al-Quran menjelaskan tentang akhlak Nabi Muhammad dalam firman-Nya yang artinya: "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS Al-Qolam: 4)

Ummul mukminin Aisyah Radhiyallahu'anha pernah ditanya tentang akhlak nabi, beliau menjawab: "Akhlak dan budi pekerti beliau adalah Al-Quran".

Oleh karena itu kita sebagai muslim dan umat Muhammad sangat pantas untuk berusaha mengikuti dan meneladani beliau sebagaimana yang Allah firmankan yang artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS Al-Ahzab 21)

serta dalam firman-Nya: "Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Ali-Imran 21)

ada beberapa hal yang mendorong kita untuk berakhlak dan berprilaku mulia:

1. Kita harus berakhlak mulia sebagai bentuk ketaatan kita terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya...

2. Kita berakhlak mulia sebagai bentuk cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya...

3. Kita berakhlak mulia untuk menjadi muslim yang baik...

4. Kita berakhlak mulia untuk mendapatkan doorprice berupa ganjaran pahala yang melimpah, surga, dan kedekatan dengan Nabi Muhammad di akhirat kelak...

Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad pernah memerintahkan kita untuk selalu berakhlak mulia dalam sabdanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Bertakwalah kepada Allah di mana pun kalian berada, iringi perbuatan jelek dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik akan menghapus dosa perbuatan jelek, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang terpuji." (HR. At-Turmudzi, dan beliau menyatakan, Hadits hasan.)

Semoga kita selalu diberikan taufiq oleh Allah untuk dapat berakhlak dan bergaul dengan akhlak mulia...

Kita memohon kepada Allah dengan berdoa
"اللهم اهدنا لأحسن الأخلاق لا يهدي لأحسنها إلا أنت، واصرف عنا سيئها لا يصرف عنا سيئها إلا أنت"

artinya: "Ya Allah tunjukilah kami kepada akhlak yang mulia dan terpuji, tidak ada yang mampu menunjuki kepadanya selain Engkau, dan palingkan dari kami akhlak yang buruk dan tercela, karena tidak ada yang mampu memalingkannya dari kami kecuali Engkau ya Allah"...

Aaaamiiinn ya robbal 'alamin...

�� Ust Taufiq Hidayah
��Just One Day One Hadith

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selasa, 28 Oktober 2014

Multitasking

Kesabaran itu.....

Terkadang kita begitu terganggu saat handphone kita,tiba-tiba ngehang    atau error, karena,terlalu banyak aplikasi yang sedang berjalan. Meskipun pada beberapa jenis handphone, atau smartphone, kemampuan multitasking pun berbeda-beda. Namun tetap saja ada limitnya. Jika sudah overlimit, maka yang terjadi biasanya suka ngehang atau error. Dan kita suka kesel bin bete saat itu terjadi. Padahal kita yang memakainya tanpa perhitungan kemampuan gadget kita. Hehe...

Sama seperti manusia. Terkadang, saat dituntut atau ada keinginan untuk multitasking, dicobalah untuk multitasking, namun saat overlimit, bisa ditebak apa yang akan terjadi. Di rumah, pekerjaan bukan berarti sedikit. Apalagi dengan bayi usia 9 bulan yang sedang asyik mengeksplor sekeliling. Disamping pekerjaan rumah, anak, tetap ada keinginan untuk aktualusasi diri, atau upgrading diri dan me time yang ingin dipenuhi. Semua ingin dikerjakan. Semua ingin beres. Adakalanya,mencoba multitasking hingga beberapa pekerjaan. But, I have my own limit. Saat overlimit, seringnya stress sendiri daaan ujungnya esmosi jiwah.. haha... lebay.. But, it's fact.

Kemampuan multitasking memang diuji saat kau menjadi seorang ibu.. Kesabaran pun otomatis memintamu untuk memilikinya lebih banyak..
Ini tak semata tentang manajemen diri dan waktu saja... Tapi lebih lagi... Ini tentang manajemen iman dan ruhiyah...
Go for it.. Every moms fight for their own battle...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

JODOH Hari 37

♻Faidah Hadits 37

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila ada dua orang yang sedang berbicara rahasia maka janganlah kamu ikut nimbrung diantara mereka”.

(Hadits Shahih, Riwayat  Ahmad. Lihat Shahiihul jaami’ no. 744).

Sungguh sangat sempurna Agama ini, sampai pada perkara bicara pun Islam telah mengatur dan memberikan syariatnya..
Hadis di atas menerangkan kepada kita bahwa islam menjaga hak privasi antar manusia...

Serta menjelaskan kepada kita adab-adab yang harus kita pegang dalam keseharian...

Betapa banyak orang lalai dari perkara ini...

Mereka ikut nimbrung dengan orang yang sedang berbicara tanpa meminta izin terlebih dahulu...Hal seperti ini dapat menimbulkan masalah antara mereka...

Demi menjaga kerukunan antar umat manusia, islam mengatur dan memberi batasan dalam pergaulan sehari-hari...

Beberapa faedah dari hadis diatas:

1. Hadis di atas menunjukan atas kesempurnaan islam...
Islam mengatur segala aspek kehidupan bahkan pada perkara yang kita anggap remeh islam telah mengaturnya. Allah Ta'ala berfirman yang artinya: "Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." (QS An-Nahl: 89)

2. Islam menjaga hak privasi umatnya.

3. Kita harus meminta izin sebelum ikut nimbrung dengan obrolan orang lain, seperti teks hadis diatas.

4. Bila ingin berbicara rahasia (berbisik-bisik) maka hendaknya dalam perkara kebaikan. Jangan berbicara rahasia tentang perkara kejahatan sebagaimana firman Allah Ta'ala : " Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan." (QS Al Mujadalah 9)

Ketahuilah wahai saudara-saudariku seiman Allah tidak memerintahkan suatu perkara kepada umatnya melainkan perkara itu berisi manfaat bagi kita...
Dan Allah tidak akan melarang kita dari suatu perkara melainkan perkara itu berisi keburukan dan kejelekan bagi kita...

Semoga Allah selalu menunjuki kita dan membimbing kita menuju jalan kebenaran.

Ust Taufiq
(Alumnus STDI Jember)

Just One Day One Hadith

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Senin, 27 Oktober 2014

Komunikasi Parenting

Malam itu entah kenapa Umar rewel. Sering sekali terbangun. Beberapa kali terbangun dalam jarak waktu yang dekat. Otomatis, akupun ikut terbangun. Saat yang kesekian kalinya Umar terbangun, ia menangis keras, aku memindahkan posisi tidur Umar. Ia menangis tambah keras, mungkin karena tidak segera mendapat ASI. Aku yang mengantuk, berkata pada Umar, "Sebentar, Umar, ga sabaran Umar nih..". Saat itu aku merasa kalimatku tidak ada yang salah.

Paginya, aku baru menyadari bahwa aku telah salah mengatakan itu pada Umar. Beberapa hari ini aku kembali membaca buku Amazing Parenting karya ibu Rani Razak. Disana ada bagian dimana kita sebagai orang tua harus meninggalkan cara berkomunikasi yang tradisional. Salah satunya yaitu memberikan cap yang buruk pada anak. Yah... sama seperti yang aku lakukan pada Umar semalam. Mengatakan bahwa ia tidak sabaran. Hiks...

Aku mengalaminya sendiri. Dan betapa model komunikasi seperti memberikan cap buruk pada anak memang bukan termasuk komunikasi yang sebaiknya kita lakukan pada anak. Aku mungkin memang ceroboh, sering lupa menaruh barang. Karena itulah, sejak duluuuu sekali, aku selalu dibilang, "Kamu tuh ceroboh,,," atau "Tuh kan, ga hati-hati sih, udah tau ceroboh.." atau kalimat sejenis lainnya. Hasilnya? Aku sampai hari ini, detik ini, jika ditanya apa kekuranganku, dengan cepat menjawab, ceroboh. Saat dulu awal lulus,kuliah dan sering interview kerja, jika ditanya untuk menyebutkan kelebihan dan kekurangan, aku dengan cepat menjawab kekurangan, yaitu ceroboh, dan yang lainnya. Namun saat harus menjawab kelebihan diri, aku pasti bingung. Sampai sekarang, aku menganggap diriku ceroboh, bagaikan stempel yang tak bisa diubah. Apalagi kalau aku melakukan kesalahan, aku segera menyalahkan diri dan mengatakan pada diri sendiri, bahwa ini semua karena aku ceroboh.

See? Ternyata sebegitunya pengaruh pola komunikasi terhadap pembentukan kepribadian seorang anak. Makanya, aku sangat menyesal telah berkata seperti itu pada Umar. Noted. Semoga tidak kuulangi lagi. Semoga lebih bisa sabar kedepannya.

Oiya, aku tidak menyalahkan pola komunikasi yang pernah kuterima. Karena bisa saja itu terjadi karena pola komunikasi seperti itu sudah dianggap wajar dan turun temurun digunakan. Tapi semoga aku bisa memutus itu dan lebih baik dalam berkomunikasi dengan anak.

Amazing Communication. Amazing Parenting.

-Bersegeralah, karena,waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..