Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu Bergeraklah, karena diam berarti kematian
Selasa, 10 Mei 2016
Kamis, 07 April 2016
Kontribusi Terbesar Kita
Mungkin kontribusi kita tidak terlihat besar dimata dunia...
Mungkin, kita tak dilihat sebagai orang yang sibuk di mata manusia...
Bisa jadi kita adalah orang yang mungkin terlupakan oleh riuhnya aktivitas manusia dalam meraih karir yang gemilang..
Bisa jadi, kita adalah orang yang merasa tak ada kemajuan selama belasan tahun...
Kita masih tetap seperti belasan tahun lalu..
Mungkin, kita terasing, karena kita dinilai tak punya "karya" nyata...
Mungkin... yah.. mungkin...
Bisa jadi... bisa jadi memang bukan dari apa yang kita lakukan yang menjadi kontribusi terbesar kita...
Namun...
Pada seseorang yang tengah kita besarkan... kita didik...
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Rabu, 02 Maret 2016
Ruang Bernama Kepercayaan
Ada satu hadiah yang bisa kita berikan pada seseorang yang kita cintai..
Sebuah hadiah istimewa, yang jauh lebih berarti dari sejumlah materi...
Hadiah yang bisa membuat seseorang yang kita cintai menjadi lebih berkembang dan mempercayai kemampuan dirinya...
Hadiah itu bernama "kepercayaan"..
Ada banyak anak yang tak mampu melejitkan potensi dirinya, karena kurangnya kepercayaan dari orangtuanya..
Orangtuanya terbiasa meragukan kemampuannya, dan melabeli dirinya dengan pengalaman masa lalu, atau berdasarkan kemampuan si anak sebelumnya...
Pada akhirnya, anak tidak merasa mendapatkan ruang untuk berkembang dan memperbaiki diri...
Ia sudah terbelenggu dengan label yang ada pada dirinya...
Ia sudah terkukung dengan keraguan orangtuanya padanya...
Kondisi ini tentu bisa sangat membekas pada masa dewasanya..
Sangat mungkin ia menjadi seseorang yang minder, kurang percaya diri, dan takut akan judgement dari orang lain...
Ia akan sulit menggali potensi yang ia miliki...
Bukan ini yang kita inginkan, bukan?
Kita ingin orang yang kita cintai berkembang, maju, sesuai dengan potensi yang dimiliki...
Kita sangat ingin seseorang yang kita cintai bahagia dengan kepercayaan dari kita...
Bertumbuh dan berkembang dalam hangatnya kepercayaan...
Berikanlah ruang terbaik itu...
Sebuah ruang "kepercayaan"...
Karena jika kita cinta, maka kita akan memberikan kepercayaan itu...
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Jumat, 08 Januari 2016
Teladan
Ada saat-saat dimana Umar merasa malu, ia akan mengalihkan perhatian dengan menunjuku sesuatu sambil bilang itu... itu...
Kata abang, "Anak kecil udah bisa mengalihkan perhatian, ya... berarti mengalihkan perhatian itu natural... kan Umar ga diajarin... hehe... "
Kujawab, "Umar belajar dari kita... kan kita suka mengalihkan perhatian Umar.. hehe.. memanfaatkan Umar yang masih suka terdistraksi.. hehe... ".
"Iya juga ya... ", kata abang.
Yap. Disadari atau tidak, sejatinya anak-anak adalah peniru yang ulung dan belajar dari sekelilingnya. Mereka adalah pembelajar. Seringkali kita yang belum mampu menjadi teladan yang baik untuk anak-anak kita.
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Selasa, 05 Januari 2016
Belajar Sabar dari Abang
Pagi ini Umar bangun pukul 6 kurang 10 menit. Ia langsung meminta diambilkan buku domba. Abang sedang mandi saat itu. Tak lama, Umar meminta untuk mandi. Jadi kupanaskan air untuk mandi Umar.
Saat abang keluar dari kamar mandi, seperti biasa Umar segera mengajak abang main keluar dengan mobilnya... Aku membujuk Umar agar mandi dulu, baru main di luar. Seperti setiap kali waktu mandi datang, Umar selalu susah diajak mandi, tapi saat sudah di kamar mandi, susah untuk diajak keluar.. hehe.. tampaknya persoalan emak-emak dengan toddler seperti ini yak...
Yang membujuk berikutnya adalah abang. Sedangkan aku kalau lanjut membujuk, tampak akan ga sabaran.. wkwkwk.. jadi lanjut menyapu dan mengepel rumah saja... Lama sekali abang membujuk Umar di teras rumah untuk mandi. Negosiasi cukup alot.. ahay...
Dan 45 menit kemudian, abang berhasil memboyong Umar ke kamar mandi sodara-sodara! Waaah... benar-benar deh... Belajar sabar ke abang itu harus pake banget.. hehe... aku masih jadi ibu dengan sumbu kesabaran yang pendek.. #tepokjidat...
Abang bisa sabar 45 menit membujuk tanpa ada intonasi tinggi... Tanpa ancaman.... :))
Alhamdulillaah...
Setelah mandi yaa... seperti biasa, sulit diajak selesai mandi...
Saat abang akan berangkat kanror, gantian aku yang membujuk Umar untuk berhenti main mobil di luar, untuk ikut pergi dengan abinya... tapi aku cuma membujuk 15 menit sih... Hwehehe... alhamdulillah...
Peer banget di tahun 2016.
Tingkatkan kesabaran! :))))
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Senin, 14 Desember 2015
Kerisauan Itu...
Kadang kita, disadari atau tidak, lebih mementingkan sesuatu yang sebenarnya sudah diatur kadarnya..
Meskipun memang harus ada ikhtiar, namun jika ikhtiar itu dilakukan tidak tawazun dengan tanggung jawab kita akan amanah yang Allah beri, bagaimana jadinya?
Terkadang, kita merasa lebih khawatir kebutuhan kita tak akan tercukupi, dibandingkan dengan khawatir akan pertanggungjawaban kelak dihadapanNya...
Suatu pagi, aku dan Umar bertemu dengan seorang nenek dan cucu laki-lakinya..
Dan akhirnya sampai di perbincangan yang cukup jauh...
Karena anak tersebut bongsor, padahal beda 3 bulan di bawah Umar... hehe.. tapi berat badannya lebih berat 5 kg... perbincangan mulai dari cucu ke berapa, proses kelahiran sc, dan lain-lain...
Sampai saat Umar terlihat sudah mengantuk, barulah ibu itu berkata, bahwa cucunya pun bangun pagi sekali, jam 3 pagi, saat ibunya berangkat kerja..
Jam 3 pagi? Kantornya dimana, pikirku... hehe.. tapi ga sampai melontarkan pertanyaan sih..
Ibu itu yang bercerita sendiri, bahwa ibu dan ayah sang cucu kerja di Jakarta, pulang sepekan sekali... Dan cucunya ikut neneknya..
Hoho... kaget? Ah tidak juga sih... karena teman-temanku pun tidak satu dua yang seperti itu... orangtua dan anak yang terpisah kota... LDR an,,tapi antara orangtua dan anak.. yang kumaksud disini adalah sang anak di satu kota lain, sedangkan ayah dan ibu di kota berbeda... Sang anak tidak bersama salah satu dari orangtuanya...
Kalau LDM suami istri itu masih aku anggap wajar dalam kondisi-kondisi tertentu.. misal dalam rangka menuntut ilmu, kondisi lingkungan tempat bekerja yang tak memungkinkan untuk bersama, dll... tapi kalau LDR sama anak? Heuheu.. mikir-mikir dulu deh... ini sih opini aku aja... yang bisa dibantah dengan pernyataan, setiap keluarga punya pilihan dan kebutuhan yang berbeda, dan paling mengerti apa yang terbaik bagi keluarga mereka...
Hehe.. jadi, beda pendapat boleh aja kan?
Semoga pilihan apapun yang diambil, kita tak pernah melupakan, bahwa anak bukanlah sekedar anugerah, namun ia amanah yang kelak akan Allah minta pertanggungjawabannya... Sejauh mana kita sudah menjalankan amanah itu...
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena dism berarti kematian-
Selasa, 08 Desember 2015
Sabtu, 05 Desember 2015
Field Trip Bareng Sabumi Ke Jendela Alam
Tanggal 1 Desember kemarin, Umar ikut field trip SABUMI ke Jendela Alam. Akhirnyaa ikut field trip juga... hehe....
Kami berangkat bertiga, aku, ibu dan Umar. Berangkat dari Sarijadi, jadi deket ke tempat kumpul di terminal ledeng. Sampai di terminal ledeng pukul 7.30. Kami menunggu di terminal ledeng, sambil menunggu yang lain. Jam 8 baru deh ke Indomaret seberang terminal ledeng.
Dibagikan tanda masuk ke Jendela Alam. Sambil menunggu, berkenalan dengan teteh-teteh yang belum kukenal. :D
Menuju ke Jendela Alam ikut mobilnya teh Ari.
Kegiatan disana terbagi 2, ada kegiatan anak (>2,5 tahun) dan kegiatan bayi (<2,5 tahun). Umar kebagian kegiatan bayi, jadi kegiatannya animal feeding saja. Kalau kegiatan anak ada animal feeding, membuat telur asin, dan mengunjungi bagian-bagian lain disertai penjelasan, misal ke bagian hidroponik, area jamur, dll. Kita juga bisa ikutan.
Sempet di tengah-tengah acara hujan besar. Akhirnya semua berteduh di saung terdekat. Hehe... Penutupannya ada aktivitas bersama anak.
Alhamdulillaah... kalau Umar sih seneng banget lihat kolam ikan, liat hewan-hewan yang ada di sana. Tapi begitu diajak mendekat ke kandang kuda, sapi atau kambing, agak takut... Kalau lihat dari jauh suka.. hehe.. ya bertahap ya Umar... Trus senang juga Umar bisa ketemu sama teman-teman dan kakak-kakak yang luar biasa. Umminya pun dapat energi semangat yang baru.
Ini memang bukan field trip biasa. Field trip secara fisik, tapi jiwa pun ikut terpenuhi. :))
Bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga SABUMI dan HSMN. Bahwa kita tau, kita tidak sendiri untuk menyiapkan generasi hebat di masa yang akan datang. Semangat! Bismillah.. :))
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Selasa, 24 November 2015
Memiliki Anak Itu...
Beberapa hari yang lalu dapat kabar kalau sepupuku sudah lahiran. Kaget. Haha.. soalnya ga tau pas hamilnya, tiba-tiba udah lahiran aja. Terus dapet kabar lagi kalau ada sepupu yang juga lagi hamil anak kedua. Ada beberapa teman yang lagi hamil anak kedua atau ketiga.
Dan terus tanpa disadari, bertanya pada diri, kapan mau punya anak lagi? Hehe.. atau ada juga yang nanyain kaya gitu.. Sebenernya mah simple ya jawabnya, ya kalau Allah berkehendak menitipkan amanah berupa anak lagi, maka ya saat itu jawabannya.
Sekarang mah sudah lebih menyadarkan diri, bahwa meskipun yang namanya menikah, memiliki anak adalah fase hidup yang akan dijalani oleh masing-masing orang, namun memang harus disadari benar-benar konsekuensi dan visi dalam fase tersebut. Teringat di suatu seminar parenting dan bunda Rani bertanya, "Apa tujuan kita memiliki anak? Apakah hanya karena sudah menikah ya lazimnya punya anak?".
Jleb. Haha.. iya juga ya...
Benar-benar harus "sadar".
Karena konsekuensinya ga main-main.
Bukan hanya sekedar alasan pribadai, seperti ah biar ada yang diurus lagi, biar ada yang lucu-lucu(?), atau bahkan pelarian.. haha...
Sampai disini aku sangat kagum dengan ummahat di bumi Allah yang lain. Yang mampu memiliki anak yang banyak, namun shalih nya luar biasa. Padahal mereka mendidik anak di tengah kondisi yang jauh dari kata ideal. Kondisi perang. Ya, perang. Dengan minim fasilitas primer.
Keep in my mind that having children is a gift. Ini bukan soal siapa yang lebih banyak atau lebih sedikit. Ini bukan soal berlomba-lomba. Ini bukan soal mencari alasan untuk membahagiakan diri.
No, it is not.
Ini adalah salah satu jalan mencapai surga lebih dekat.
Ini adalah soal menjadi bagian dari lahirnya generasi mujahid dan mujaddid.
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Rabu, 18 November 2015
Tentang Si Sulung
Anak sulung...
Hm... kadang mungkin kita terlalu menuntut pada si anak sulung.. mungkin...
Atau kadang juga anak sulung belum mendapatkan pola asuh yang baik seperti adik-adiknya..
Mendidik anak sulung itu pasti banyak trial and error nya.. Semua serba pertama. Pengalaman menjadi orangtua pertama kali, menggunakan metode parenting yang berubah-ubah, dll..
Semua metode kita pakai, karena kita belum tau yang mana yang sesuai..
Adakalanya sang anak menjadi "korban" ketidaksiapan orangtua dalam mengasuh dan mendidik anak... Ibu yang baru beradaptasi dengan kondisi baru, ritme harian yang berubah drastis, dan mimpi-mimpi yang dulu begitu menggebu-gebu mulai kian terasa menjauh...
Adakalanya sang anak menjadi sasaran empuk emosi yang belum mampu termanage dengan baik...
Saat kelak adik-adiknya lahir, si anak sulung kerap diminta untuk menjadi dewasa... Karena ia sudah menjadi seorang kakak.. Namun ada yang sering kita lupa... Bahwa usianya pun masih sangat kecil... Wajar jika ia belum bisa bersikap dewasa seperti yang kita harapkan...
Ah, ya...
Kita masih sama-sama belajar...
Semoga dalam masa pembelajaran ini, kita senantiasa dibimbing untuk dapat bersikap adil... pada anak-anak kita...
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Sabtu, 19 September 2015
Terkadang Kita Lupa
Terkadang kita sebagai orangtua terlalu diresahkan oleh hal-hal yang sebenarnya prioritas kesekian...
Kita terkadang sibuk mengajarkan anak-anak kita agar mampu berbicara bahasa asing sejak dini..
Alasannya? Agar mereka mampu bersaing di masa depan.
Terkadang kita sibuk memikirkan apa lagi permainan yang dapat menstimulus motorik halus dan kasarnya, sementara jiwanya tak mendapatkan sentuhan iman yang seharusnya menjadi fitrah seorang anak..
Terkadang kita berbangga saat anak-anak kita memiliki pekerjaan yang bagus, kendaraan yang mewah.. Sementara mereka miskin iman..
Terkadang kita lupa, bahwa menanamkan aqidah sejak kecil adalah bagian dari perjalanan panjang kita dalam mengenalkan Rabb pada anak kita..
Dzat yang sudah seharusnya menjadi Dzat yang paling dicintai oleh anak-anak kita..
Yang pandanganNya harus lebih diutamakan dari yang lain..
Yang murkaNya lebih harus kita takuti dari murka manusia sedunia...
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Jumat, 18 September 2015
Tentang Mendidik Anak
Lagi senang banget ikutin grup WhatsApp nya Homeschooling Muslim Nusantara (HSMN) Bandung atau Sabumi. Setiap hari ada saja ilmunya. Sangat bermanfaat banget buat aku yang fakir ilmu parenting islami. Hehe.. Senangnya bertemu dengan bunda-bunda shalihah yang memiliki visi keluarga yang sama. Juga visi mendidik anak yang sama. Bahwa yang terpenting sebenarnya dalam mendidik anak adalah bagaimana agar mereka menjadi seorang hamba yang mengenal RabbNya. Dan itu butuh waktu juga kesabaran yang luar biasa. Serta kesiapan dari orangtuanya. Ah, semangat menimba ilmu! :)
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Rabu, 27 Mei 2015
Just Share
Beberapa resources untuk belajar anak..
Enjoy the parenting :)
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Selasa, 26 Mei 2015
Patience
Masih belum bisa sepenuhnya memanage emosi saat seharian bersama anak... Kadang suka tiba-tiba emosi saat Umar sedang aktif sekali, namun kondisi diri tidak siap... Misal Umar meminta sesuatu, dengan bahasa yang tidak kumengerti... Karena tidak mengerti, akhirnya aku memberikan hal yang bukan dimaksud oleh Umar. Dan terjadi berulang-ulang, hingga Umar merengek-rengek. Kalau menuruti hawa nafsu sih pengennya marah, atau mungkin kesal. Hehe... Tapi alhamdulillah masih diingatkan oleh Allah... Bahwa usia Umar kan baru 16 bulan... Bicara belum lancar... Ya wajar ia tidak bisa mengungkapkan apa yang dia inginkan secara jelas... Well... bahkan mungkin Umar pun stress bagaimana memberi tahu aku apa yang dia inginkan...
Sabaar itu.... Benar-benar proses pembelajaran seumur hidup....
Sabar itu..... Anugerah dari Allah...
Mari kita belajar bersabar, Umar.... :*
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Senin, 25 Mei 2015
Ini Pilihan
Berita akhir-akhir ini sering membuat kita miris.... Ada ayah yang membunuh 4 anaknya di depan ibunya sendiri, ada anak 8 tahun yang ditelantarkan selama 1 bulan oleh orangtuanya, ada bayi 8 bulan yang ditusuk 90 tusukan dengan gunting oleh ibunya hanya karena mengggigit saat disusui. Innalillaahi wa inna ilaihi raji'un... Dunia macam apa yang kita tinggali saat ini? Disaat banyak pasangan yang menginginkan kehadiran anak, ini malah menyia-nyiakannya. Ada juga berita tentang obat aborsi yang dijual online. Pfufh.... Memang benar ya, harus ada test kelayakan menjadi orangtua. Mungkin karena ini, banyak anak yang broken home dan menjadi tak terkendali di luar sana. Ada yang haus kasih sayang orangtuanya, hingga ia menjadi seseorang yang mencari perhatian dengan melakukan kenakalan-kenakan di luar sana. Sekarang juga lagi zamannya anak LDR an sama orangtuanya. Orangtua kerja di kota A, anak diasuh nenek kakeknya di kota B. Atau ibu bekerja di pulau C, ayah di pulau D, anak diasuh neneknya di kota E. Mungkin lagi trend kali ya... anak tidak lagi diasuh sama orangtuanya... Yang penting anak ada yang ngasuh. Hehe... Semua pasti akan berkata, ini demi kebaikan si anak kah, atau ini cuma sementara, atau kondisi yang memaksakan seperti itu. Yap.. semuanya kembali pada kita. Semua pilihan kita. Mau seperti apa hidup yang kita jalankan. Tapi satu hal, bahwa anak adalah amanah, itu bukan sesuatu yang dapat dipungkiri. Yang akan dimintai pertanggungjawaban adalah kita sebagai orangtuanya.... Disaat kampanye ASI sedang booming, ternyata banyak ibu-ibu yang terpelajar dengan sengaja memberikan sufor karena ia dan anaknya tinggal lain kota. Disaat kampanye untuk mengembalikan peran ayah pada pengasuhan anak sedang digalakkan, justru banyak ibu-ibu yang terpelajar yang sengaja memilih memberikan pengasuhan anaknya pada orang lain. Ini memang soal pilihan, kawan... Kata seorang teman, Mamah Dedeh bilang, salah satu tanda akhir zaman adalah anak-anak yang diasuh oleh nenek kakeknya...
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Rabu, 13 Mei 2015
Time for Our Children
Terkadang kita lupa, bahwa hidup tak sekedar materi belaka...
Terkadang kita terlalu pusing memikirkan bahwa kita punya tuntutan tinggi dalam sesuatu...
Adakalanya, kita memberikan waktu yang sisa untuk anak-anak kita,
Namun berharap mereka bisa jadi yang terbaik...
Terkadang kita lupa, bahwa urusan kita bukan lagi seberapa hebat kita dimata manusia...
Saat kau menjadi orangtua...
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Kamis, 07 Mei 2015
Focus
Menemukan gambar ini di facebook. Mau working mom atau stay at home mom, semuanya adalah full time mom. Hidup ini adalah pilihan. Pilihan itu kembali pada masing-masing kita dan keluarga kita. Tak ada pilihan yang lebih buruk atau lebih baik, saat pilihan itu dilakukan dalam kerangka taat kepada Allah. Jalan hidup masing-masing orang berbeda-beda. Tak ada yang berhak menjudge hidup orang lain. Please focus on yours. :) Stay happy, mom! Whatever you choose, be the best on it.
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Rabu, 06 Mei 2015
Rezeki
Alhamdulillaah... nemu tempat nongkrong yang asik di facebook itu rezeki juga... hehe... nemu fanpage yang bagus untuk edukasi tentang Islam pada anak. Kalau kemarin-kemarin, nemunya yang montessori banyaknya. Ini mengenalkan Islam sejak kecil. Keren-keren page nya. :))
Facebook :
1. Diary of a Muslim HomeSchool
2. Home Learning Me
3. Muslim Kids Genius
4. Homeschooling Muslim Nusantara
5. Islam 4 Kids
6. Rahmah Muslim Homeschool
7. READ Little Muslim
8. Islamic Homeschooling on a Budget
9. Iman's Homeschool
Instagram :
1. @islamiccraft
2. @homeplayschool
Waah.... rejeki nomplok ini namanya... hehe... Alhamdulillaah...
Kalau untuk mengajarkan skill duniawi begitu semangat, masa untuk mengenalkan Islam ga semangat juga? :)
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Jumat, 01 Mei 2015
Mendidik Anak Iman
Mau copas tulisan dari link http://www.tipspendidikananak.web.id/2015/04/aku-peduli-iman-anakku-tips-praktis-menghujamkan-keimanan-dalam-keseharian.html
AKU PEDULI IMAN ANAKKU;
Tips Praktis Menghujamkan
Keimanan Dalam Keseharian
Kajian Ust Bactiar Natsir
Sesungguhnya, hanya ada 2 agama di dunia ini :
1. AGAMA ALLAH : Fitrah Manusia dlm
penciptaannya.
2. AGAMA ORANG TUA : Agama yg diajarkan
oleh orang tua kepada anaknya.
Boleh jadi, orang tua adalah ‘penjahat’ pertama
bagi anak manusia, krn doktrin ‘agamanya’ telah
merusak ‘agama ALLAH’ yg telah mjd fitrah
smua manusia.
Contoh :
Ortu berkata ‘dahulu nenek moyangmu
melakukan …&…’
padahal hal itu bertentangan dgn ‘agama ALLAH’
Orang tua bertanggung jawab dalam menjaga
fitrah keimanan anak2nya.
AYAH adalah ORANG PERTAMA YG
BERTANGGUNG JAWAB thd KEIMANAN
ANAKNYA.
Maka ayah,
Jangan bosan menasehati Istrimu.
Jangan bosan menasehati anakmu
Keimanan yg bagaimana yg harus tertanam di
jiwa anak?
1. Keimanan utk selalu memeluk Islam hingga
akhir hayat.
Landasan :
1. Al Baqarah [2] : 132
“Hai anak-anakku! Sesungguhnya ALLAH telah
memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu
mati kecuali dlm keadaan memeluk agama
Islam”
2. Keimanan terhadap Tuhan Yg Esa, tdk
menyekutukan ALLAH (tdk syirik), taat &
patuh hanya kpd ALLAH.
Landasan :
QS Al Baqarah [2] : 131
“Apa yg kamu sembah sepeninggalku?” Mereka
menjawab “Kami akan menyembah Tuhanmu &
Tuhan nenek moyangmu,Ibrahim,Ismail, & Ishaq,
(yaitu) Tuhan Yg Maha Esa & kami hanya tunduk
& patuh kpd-Nya”
Bagaimana caranya? Bagaimana metodenya?
Bagaimana langkah-langkahnya?
Perhatikan Prinsip-prinsip Dasar Menanamkan
Tauhid kepada Anak dgn Metode & Langkah2 sbb
:
1. Ajarkan Iman dahulu sebelum Al Qur’an
Abdullah bin Umar ra berkata : “Dahulu, kami
mempelajari keimanan sebelum belajar
Qur’an”
Jundab Albajly : “Dahulu, ketika kami
menjelang usia baligh bersama Rasulullah,
kami mempelajari keimanan sebelum
mempelajari Qur’an. Setelah itu, baru
mempelajari Qur’an, akibatnya bertambahlah
keimanan kami.”
Tanya : Bolehkah anak usia dini mempelajari
Qur’an / mjd hafidz atw hafidzoh?
Jawab : Boleh, asalkan jangan lupa pada esensi
keimanannya mksdnya jgn sampai mengejar
target utk mjd hafidz sejak usia dini, namun lupa
mengajarkan keimanan kepada ALLAH
(menanamkan tauhid) dlm jiwa anak.
Bagaimana menanamkan tauhid dalam jiwa
anak?
1. Perhatikan kaedah ‘Mencintai ALLAH karena
ALLAH baik’
Contoh :
‘Maha besar ALLAH yg menciptakan buah-
buahan yg bermacam-macam bentuk & rasanya’
‘Betapa ALLAH sayang kpd kita sehingga kita
diberi kemampuan utk bergerak’
‘Maha besar ALLAH yg beri kita kmampuan
untuk mempelajari Al Qur’an’
dsb…
Jangan takut-takuti anak dgn murka ALLAH krn
otak anak blm siap untuk menerima itu.
Contoh :
‘Kalau adek gak mau sholat,nanti adek
dimasukkan ALLAH ke dlm neraka, dibakar dst…’
‘Ayo murajaah, kalau kamu gak mau murajaah
nanti ALLAH marah’
‘ALLAH gak suka lo sama anak nakal, nanti
ALLAH marah kalau adek nakal’
(sbenernya yg gak suka itu ALLAH atw ortunya?
Hati2 mengatasnamakan ALLAH)
1. Anak2 akan mudah mencintai ALLAH jika
banyak dikenalkan dgn ihsan (kebaikan2)
ALLAH kpd hamba hamba-Nya, perbanyak
menyebut nama ALLAH di telinga anak, baik
dgn deskripsi maupun dlm diskusi / tanya
jawab.
Bacakan ayat2 ALLAH yg terdapat pada ciptaan2
Allah di sekitar anak.
Kaitkan semua kejadian sehari2 di skitar anak
dgn kebesaran ALLAH.
(Stay connecting with ALLAH)
Contoh :
Anak sakit, JANGAN katakan:
‘Ayo minum obatnya spy sembuh’
Tapi KATAKAN :
‘Berdoalah kepada ALLAH supaya sembuh, tp jg
hrs minum obatnya krn ALLAH suruh kita untuk
berusaha. Kesembuhan hanya dari ALLAH’
Saat anak bertanya :
‘Ayah, kok burung bs terbang?’
Jangan hanya katakan :
‘Iya, burung bisa terbang krn pnya sayap’
Tapi KATAKAN :
‘Iya, ALLAH yg berkehendak & menggerakkan
burung itu (->tanamkan tauhid), ALLAH berikan
sayap & beri ptunjuk utk terbang (-> tauhid &
ilmiah) sehingga burung itu bs terbang’
Saat anak meminta sesuatu :
‘Ayah, belikan aku sepeda baru’
Jangan hanya katakan :
‘Iya, nanti kalau ayah ada rezeki, ayah belikan’
Tapi KATAKAN :
‘Iya, kita berdoa ya agar ALLAH berikan rezeki
kpd kita sehingga adek bisa dpt sepeda baru’
Antar anak tdr dgn nama ALLAH, doakan anak
sesaat ketika tidur & bangunkan anak dgn penuh
syukur dgn nama ALLAH.
2. Setelah itu langsung tanamkan ‘Islam adalah
Din yg Allah ridhoi’
Tujuan utama menanamkan tauhid kpd anak
adalah agar anak TAAT kpd Allah & Rosulnya.
Iman bukan hanya mengakui keberadaan Allah,
namun jg TAAT pada perintah Allah.
Syetan mengakui keberadaan Allah, tp tdk taat
pada perintah Allah, maka tdk bs disebut
beriman.
▶ Ajarkan Adab dalam islam.
Contoh :
‘ ALLAH perintahkan kita utk sholat’
‘Sebelum makan kita berdoa’
‘Rosul mengajarkan utk bicara santun’
‘Rosul ajarkan kita untuk sholat di awal waktu’
dsb..
Tingkatkan ketaatan anak sampai pada sikap
wala’ & bara’ -> Takut & Hanya bergantung
kepada ALLAH
Landasan : Al-An’am : 78, Al-Mumtahanah : 4,
Yunus : 41, Hud : 54, dll
Sehingga anak menyadari bahwa ia beribadah &
melakukan semua aktifitasnya hanya krn ALLAH.
Jika sdh pada tingkatan , anak akan dgn
sukarela belajar Al Qur’an & beribadah sesuai
perintah ALLAH.
Mengajarkan Al Qur’an, mengajarkan adab,
mengajarkan ibadah bisa dilakukan bersama2,
namun tetap menanamkan Tauhid tidak boleh
dikesampingkan bahkan ketika anak masih dalam
kandungan.
▶Mahabbah & Ittiba’ Rasulullah
Obejctive :
Anak kita, belum sempurna imannya sbelum
kecintaannya kpd ALLAH & Rasul-Nya melebihi
kecintaannya kpd ortu & orang lain yg ia cintai.
Ittiba’ Rasulullah :
Ali Imran : 31
Metode :
– Bimbing bershalawat sebanyak-banyaknya
– Membaca doa setelah adzan & doa2 sehari2
sesuai kebutuhan anak.
– Kisahkan tentang kehidupan pribadi Rasulullah,
bacakan shiroh ttg Rasulullah.
“Rabbana hab lana min azwajina wa dzuriyatina
qurrata a’yunin waj ‘alna lil muttaqina imaman”
“Ya Tuhan kami, anugerahkan kpd kami pasangan
kami & keturunan kami sbg penyejuk hati kami &
jadikan kami pemimpin bagi orang2 yg bertaqwa’
(QS. Al Furqan : 74)
Semoga bermanfaat
Wallahu a’lam (diresume oleh bunda narina)
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Kamis, 30 April 2015
Toddler Activities
Bermain sambil belajar.
Sering denger Montessori? Akhir-akhir ini montessori sudah lebih familiar di masyarakat kita. Kalau lihat di instagram, wuih, banyak deh akun yang buat aktivitas montessori at home atau merancang aktivitas anaknya setiap hari. Aku sih belum serajin itu. Hehe... Malamnya masih kepikiran pegang kerjaan domestik rumah tangga. Salut sama ibu-ibu di luar sana yang rajin banget dan sangat berdedikasi buat anaknya. Harusnya ya aku juga gitu. Apalagi kalau menyadari bahwa anak adalah amanah Allah. Mereka saja sebegitu perhatian sama anak, masa kita ga? Beda versi aja kali ya.. kan kondisi tiap keluarga beda-beda, bukan... Maksimalkan yang kita bisa, dan kita tahu pasti apa tujuan kita... :)))
Hari ini Umar main simple puzzle aja. Puzzlo berjudul "Where Is My Head" ini memang hanya 2 pieces aja 1 puzzle nya.. isinya ada 15 benatang kalau tidak salah. Mencocokkan binatang dengan kepalanya. Puzzle ini bilingual. Untuk anak 2-5 tahun. Tapi gapapa deh dikasih ke Umar juga. Meskipun Umar belum terlalu tertarik mencocokkan puzzlenya, hanya mencopot dan menggelindingkan seperti bola. Haha... No problemo... menggelindingkan pun melatih kemampuan motoriknya... :))) Semangat untuk esok!!!
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-
Selamat Datang di Alam Pejuang
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah
About Me
- inggi
- Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..