Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Mei 2016

Ramadhan, Aku Siap!

Ramadhan tinggal menghitung hari.. Namun, sejauh mana persiapan kita menyambutnya?

#tepokjidat
#ngacadulu

Ramadhan belum tentu sampai pada kita..
Namun meminta agar disampaikan pada RamadhanNya adalah keharusan...

Masih ada waktu untuk berbenah..
Masih ada waktu untuk bersegera..

Ayo bergegas! :))))

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Minggu, 22 Mei 2016

Cerita Mereka

Di suatu weekend...
Sang istri sedang ada agenda...
Suami dengan setia menemani dengan bermain bersama anak...
Oh iya, tidak hanya satu weekend saja..
Namun hampir setiap weekend...

Saat istri ada agenda dari pagi hingga sore...
Suami di rumah menjaga anak, agar istri dapat fokus mengikuti agenda...

__________________________________

Ada seorang istri, yang ketika ada agenda... semua anaknya dibawa... dengan menggunakan kendaraan beroda dua... Ia jaga baik-baik anaknya..

Jika sang suami sedang kosong, maka anak-anak bersama suaminya... bahkan sering saat istri ada agenda, suami membawa anak-anak jalan-jalam ke tempat wisata...

________________________________

Kulihat, satu keluarga...
Ayah, ibu, dan 3 orang anaknya...
Mengendarai kendaraan beroda dua...
Menembus hujan yang mengguyur...
Hanya untuk sampai di sebuah acara....

Ya... 1 motor dengan 5 penumpang... Khawatir? Jelas...
Tapi yang terbaca dari raut wajah suami dan istri tersebut? Hanya senyuman... :)))

_________________________________

Maka bersyukurlah, saat kita mungkin tak asing dengan kondisi seperti di atas... Atau bahkan mungkin menjadi bagian dari keseharian kita...

Menjadi partner dalam dakwah... dalam tarbiyah bersama pasangan, adalah anugerah...
Nikmat yang luar biasa...
Yang karena alasan tersebut, entah berapa kali kau berucap hamdalah, dan berterima kasih pada sosok yang menemani setiap langkah dakwah ini..

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Sabtu, 06 Februari 2016

Cinta Itu Bernama Dakwah

Ia adalah sebuah cinta yang kutemukan saat aku berumur belasan tahun

Ia adalah sebuah cinta yang setelah bertemu dengannya, aku takkan rela berpisah darinya

Ia adalah cinta, yang membuatku mampu untuk menghabiskan energi yang kumiliki agar tetap bisa bersamanya

Ia, adalah cinta, yang demi setia bersamanya, aku rela menukar mimpiku dengan mimpinya

Ia, adalah cinta yang membuatku belajar bahwa ketaatan adalah buah dari cinta itu sendiri

Ia, adalah pengorbanan dan kesungguhan untuk menjaga agar ia tetap tumbuh dan berkembang

Ia, adalah cinta, yang takkan pernah rela kutukar dengan apapun

Yang takkan sanggup aku jauh dari luapan gelombang perjuangannya

Ia, adalah cinta
Ia, adalah cinta
Ia, adalah cinta

Bukti cinta pada Sang Pemilik Cinta
Karena cinta itu adalah...
"Dakwah ilallah"

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Kamis, 09 Juli 2015

Episode KRM Miftahul Huda

Hari ini... Pagi-pagi sudah dibuat meleleh sama postingan Zevni di grup line KRM Miftahul Huda...

Lalu semakin membara di grup WhatsApp Itsar... Hari ini Zevni memberikan tongkat estafet DM KRM Miftahul Huda pada Irfan Syamil. Ditambah hari ini juga tepat dengan tanggal kelahiran Itsar yang kita sepakati pada tahun 2009 lalu. 9 Juli 2000. M Camp pertama Itsar.

Wuih... lalu disusul dengan jawaban dari Irfan.. Hiks.. Memori-memori saat beramal di KRM Miftahul Huda langsung berlintasan.. Mengenal mereka saat mereka masih SMP. Masih sangat belia. Namun, waktu membuktikan bahwa mereka kini adalah sosok-sosok pejuang dakwah.

Ini tulisan Zevni.

"Desember 2009-Juli 2015
Waktu telah jadi saksi atas setiap apa yang kulakukan disini,
Atas setiap kelalaian, atas setiap kegagalan, dan atas setiap kegembiraan.
Kawan datang dan pergi menjadi suatu potongan episode yang menyertai setiap langkah
Terkadang membuat  bimbang, kecewa, dan  ragu atas jalan yang dipilih
Tapi sejatinya seorang muslim harus senantiasa berprasangka baik bukan? bahwa kawan yang pergi itu sejatinya tengah memperjuangkan hal yang sama di tempat lain.
Karena bukankah kita memiliki cita cita yang sama?

Wahai saudaraku...
perjuangan kita belum berakhir ..
Anak tangga perjuangan yg sudah kucoba ku susun belum mencapai puncaknya
Tidak akan mencapai puncak kesempurnaan memang.
Tapi bukankah yang terpenting adalah sejauh apa kita bisa melangkah?
Sekecil apapun itu ..
Tapi
Jika kita berhenti melangkah sekarang, yakinkah anak tangga itu masih kuat berdiri?
Atau anak tangga itu akan karam, dan kita harus kembali memulai dari awal?

Wahai saudaraku..
Mungkin tidak semua yang kita hadapi dan lakukan dapat merubah sesuatu
Akan tetapi bukankah tak akan pernah ada perubahan sebelum kita menghadapi nya dan melakukannya
Kita memang harus menunggu putaran waktu, tetapi kita tidak boleh berhenti.
Kita harus terus berbuat dan terus melangkah, karena kita memang tidak mengenal kata berhenti dalam berjihad.

Dan kini Ku titipkan tongkat estafet yang telah lama kupegang untuk pelari selanjutnya.
Bukan tongkat emas, bukan sebaik baik tongkat yang bisa kuberikan memang.
Ini hanyalah tongkat yang kuusahakan untuk kujaga selama ini, mungkin menjadi lusuh.
Hanya harapan pada generasi selanjutnya kuberharap bahwa tongkat itu tidak menjadi semakin lusuh
Berharap bahwa tongkat ini menjadi bersih dan mengkilap untuk kembali dijaga oleh generasi generasi selanjutnya.

Barakallah kepada Irfan Muhammad Syamil sebagai DM ikhwan periode selanjutnya
Semoga Allah memuliakan atas amanah ini
Allahu Akbar!!"

Muhamad Zevni Kurniadi, Juli 2015

"Rasanya, mentari baru saja muncul
Memberi kehangatan membawa harapan
Di pagi yg dingin ini...

Rasanya, kita baru saja saling bertemu
Berbagi kesedihan dan kebahagiaan
Di KRM ini..

waktu berganti, seiring ketetapanNya
Jiwa jiwa datang dan pergi atas kehendakNya
Takkan ada awal tanpa ada akhir
Dan ini adl awal bagi diriku juga dirimu
Awal bagi kita utk mengarungi petualangan baru

Saat ini, tongkat estafet itu menghampiriku
Menghampiri diriku yg tdk memiliki harta apalagi tahta
Ia menghampiri diriku, yg hanya memiliki tekad dan harapan
Tuk bisa menjaganya

Semangat berjuang untukmu, kang zevni
Semangat berjuang wahai sarjana muda
Dalam mengarungi kehidupan yang tak pernah mudah
Semangat berjuang dlam membuka lembaran baru kehidupan
Terimakasih atas cintamu dan pengorbanan serta kesabaranmu

Doakan kami, agar dapat istiqomah
Istiqomah dalam menjaga jln dakwah ini
Doakan kami, agar dapat memiliki pundak yg kuat
Kuat dalam menjaga ukhuwah juga dalam memikul amanah
Doakan kami, tuk senantiasa berada dijalan ini
Jalan yang tak pernah tahu dimana kan berakhir
Hanya 1 hal yang kami tahu ketahui, bahwa Allah kan senantiasa membersamai

Semoga ikatan kita tdk kan pernah terputus
Meskipun jarak dan waktu memisahkan kita
Kami akan merindukanmu
Tuk kembali berada disini bersama kami

Allahu Akbar!!"

Tebing Keraton, 22 Ramadhan 1436 H
Dari aku, yang mencintaimu karena Allah...

-Irfan Muhammad Syamil-

"Perjalanan dakwah ini akan senantiasa bergulir...
Dengan atau tanpa kita di dalam dakwah ini..
Dakwah akan tetap diperjuangkan oleh hamba2Nya yang taat, hamba2Nya yang bersegera dalam menyambut seruan kebaikan...
Adalah sebuah kenikmatan dan anugerah karena bisa berada di dlm jalan ini. Tongkat estafet dakwah akan dipergilirkan pada orang2 terpilih.

Zevni... Barakallaah atas semua jiddiyah, tadhiyahnya selama ini... Atas semua keteguhan, atas segala hal yang diberikan selama ini.

Irfan...
Selamat mengemban amanah baru. Semoga senantiasa Allah kuatkan pundak untuk mengembannya.. Allah kokohkan langkah dalam menjalani setiap rintangan di hadapan.

Zevni, Irfan..
Pertama Allah pertemukan dengan kalian adalah saat kalian masih SMP.. usia yang masih belia... Namun, sosok itu kini sudah menjadi pribadi dewasa yang Allah pilih untuk meneruskan cita2 perjuangan dakwah ini.. Ternyata memang dakwah di SMP adalah sebuah hal yang patut kita perjuangkan, bukan? Karena darinya, kita bisa melahirkan pribadi2 tangguh seperti teman2.

Barakallaahu fiikum... Tetaplah menebar manfaat dimanapun Allah takdirkan kalian kelak.
Jazakumullaah khairan telah menjadi sosok2 yang mempertahankan dakwah di KRM Miftahul Huda...

Karena kita, memang dilahirkan untuk mengukir sejarah diri kita, bukan hanya sekedar pengagum sejarah orang lain. Karena kita, memang dilahirkan untuk melakukan yang terbaik yang bisa kita berikan.. Ahsanu 'amala...
Adalah sebuah anugerah untuk bisa mengenal Zevni dan Irfan :)

Allahu Akbar!!"

-Rini Inggriani, Juli 2015-

Semoga semangat ini terus membara dan membuahkan amal kebaikan disisi Allah. Aamiin..

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Rabu, 17 Juni 2015

Tentang ITSAR

Beberapa waktu yang lalu, karena ingin mencari satu tulisan yang dulu pernah dimuat di blog media Itsar yang dulu, akhirnya ngubek-ngubek blog MedIt yang duluu banget. Blog jadul dulu. Tapi berkesan banget baca blog itu, soalnya itu kumpulan tulisan-tulisan dari kader Itsar dulu. Akhirnya berhenti pada tulisan-tulisan yang abang tulis dulu. Nama penanya Ayyash. Paling menarik itu saat baca tulisan abang tentang Dakwah Sekolah atau SOP di Itsar. Hm... cukup lama untuk merenungi semuanya.... Dan merefleksikan pada kondisi Itsar saat ini... Aku jadi mikir, ternyata abang dari dulu udah bisa nulis hal yang wow macam ini yak... hehe... Alhamdulillaah dulu mah cuma baca selewat-selewat tulisan abang... wkwkwk... Jadi ga akan kepikiran tentang tulisannya.. hehe... Aku tersadar... Kami SMP saat tahun 1999. 16 tahun lalu. Sedangkan Itsar berdiri 15 tahun lalu. Artinya, kami adalah generasi awal saat Itsar mulai ada.. Dan kakak-kakak kami sudah bergerak di dakwah sekolah. Bagi abang, itu berarti abang sudah membersamai Kak JJ... mulai dari saat abang masih dikader, hingga menjadi partner dakwahnya. Kak JJ punya konsep yang bagus, dan abang yang membuat konsep itu dapat diolah menjadi sebuah tulisan-tulisan yang berharga. Agar dapat menjadi pelajaran untuk masa yang akan datang. Seperti tulisan dibawah ini, tentang kaderisasi di Itsar. Ini adalah salah satu tulisan abang.

Sistem Kaderisasi ITSAR :

Ash-Shaff , Assabaqin,
Almuqawwim

Posted by Media Itsar | Posted in Ayyash , SOP

Kaderisasi ITSAR

Sejak dahulu, ITSAR selalu memposisikan LDS
sebagai pabrik kader. Ada dua hal yang menjadi
dominasi kegiatan ITSAR di SMP : Kaderisasi dan
Pembinaan. Syiar meski merupakan hal penting
dalam pilar-pilar dakwah, namun saat ini
belumlah menjadi prioritas ITSAR. Hal ini
disebabkan karena Syiar memerlukan konsep dan
pelaksanaan yang professional, penggerak yang
cukup banyak, dan pengalaman administrasi serta
financial yang bukan skala kecil. Kegagalan
dalam Syiar bisa berefek pada Kaderisasi dan
Pembinaan. Namun, Ketiadaan Syiar tidak serta
merta merusak proses kaderisasi dan pembinaan.
Karena kalau hanya untuk sekedar menjaring
anggota baru, ITSAR lebih menggunakan
pendekatan kegiatan-kegiatan open rectuitment,
pengopinian massa dan dakwah fardiah. Bagi
ITSAR, membina segelintir orang tapi berkualitas
lebih baik daripada membina banyak orang
namun mengalami penurunan kualitas. Lagipula,
pada masa awal, lebih baik bekerja dengan
sedikit orang karena akan mudah untuk solid dan
loyal dengan visi yang telah dibuat. Kebanyakan
orang bisa membuat kerja menjadi blunder.
Sistem kaderisasi ITSAR : Ash-Shaf, Asabaqin, Almuqawim

Ash-Shaf ( Barisan )

Filosofi Ashshaf berasal dari surat Ash-Shaf ayat
4 :
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
berperang di jalan-Nya dalam barisan yang
teratur seakan-akan mereka seperti suatu
bangunan yang tersusun kokoh. (.Q.S. Ah Shaf:4)
Oleh karena itu arahan kaderisasi ASh-Shaf
adalah kekompakan, loyalitas pada LDS, dan
Ukhuwwah yang mencapai level ITSAR. Dalam
kurikulum kaderisasi ASh-Shaf sangat ditekankan
orientasi jiddiyah beramal, Bekerja secara
teamwork, sering rapat, mengenal alumni,
membentuk kepanitaan, mengadakan acara
keakraban, saling berkorban satu sama lain,
menghafal nama, taggal lahir, dan hal-hal yang
disukai, memanggil dengan panggilan yang
terbaik, pernah main ke rumah kader,
bersilaturahim dengan orang tua kader, dll.
Lengkapnya dapat dilihat dalam PDF ini.
Setiap kader Ash-shaff mendapatkan buku
muwashafat. Buku muwashafat adalah semacam
buku rapor yang mencatat segala pencapaian
yang didapat oleh kader yang bersangkutan. Jika
sudah mencapai batas tertentu, maka mentor
boleh berinisiatif menaikkan tingkat menjadi AS-
Sabaqin. Selain mencatumkan poin-poin yang
sudah di bahas di atas, dalam muwashafat juga
ditargetkan jumlah hafalan kader.

AS-Sabaqin (Barisan terdepan)

Sesuai dengan filosofinya, andaikata kader
berhasil menjadi barisan yang kokoh, maka
pementor harus dapat mendorong mereka untuk
menjadi barisan yang kokoh dan terdepan. Oleh
karena itu dalam kurikulum As-sabaqin sangat
ditekankan aspek kepeloporan, semangat beride
dan berinovasi, rapat yang berkualitas,
konkretiasi dalam setiap perencanaan yang
dibuat, dan tanggung jawab yang besar. Tidak
hanya itu As-Sabaqin akan lebih diarahkan untuk
dapat loyal kepada ITSAR dan bersemangat
berjuang bersama ITSAR. Hafalan Quran kader di
As-Sabaqin akan diperbanyak sebagai bentuk
konsekuensi barisan yang terdepan.
Proses pelantikan Ash-AShaf dan As-Sabaqin
terletak pada kegiatan M-Camp. Oleh karena itu
M-camp dikategorikan sebagai kegiatan
kaderisasi, bukan kegiatan refreshing atau
sukaria. Pada akhir acara M-Camp akan hadir
Ash-Shaf-AShaf Baru dan Assabaqin baru.

Al-Muqowwim (orang yang KUAT)

Kalau level ini adalah pengejawantahan dari
sebuah hadits NabiSAW pernah bersabda "
Jadilah seorang muslim yang karena
sesungguhnya Allah SWT menyukai muslim yang
kuat daripada muslim yang
lemah" .
Atau kalau kata Peter Parker : BIG power comes
with BIG responsibilities. (Kekuatan yang besar
membawa tanggung jawab yang besar)
Seorang kader yang lulus dari As-Sabaqin maka
masuk kedalam level kader Al-Muqowwim. Satu
fungsi konkrit seorang kader Al-Muqowwim
adalah dia mampu membangun sebuah LDS baru
dalam proses ekspansi dakwah ITSAR. KUrikulum
kaderisai untuk Al-Muqowwim tidak terlalu
spesifik dan matang karena belum ada kader
yang melebihi kemampuan kualitas Al-Muqowwim
saat ini yang berhak membuat kurikulum
tersebut. Akhirnya semua saling berfastabiqul
khoirot dalam amal dan mencoba
mempersembahkan yang terbaik.
Dalam tataran teori, Level Ash-shaf, As-Sabaqin,
dan Al-Muqowwim dibedakan berdasarkan 3
variabel :
Kader Ash-Shaf akan disibukkan dengan 66%
amal, dan 33% teamwork
Kader As-Sabaqin akan disibukkan dnegan 33%
amal, 33% teamwork, dan 33% konsep
Kader AlMuqowwim akan disibukkan dengan 66%
konsep, 33% teamwork dan 1% amal ( bukan satu
persen, tapi 1 x 0/0 = ~ atau satu kali nol per nol
= tak hingga amal)

Oleh karena itu salah satu jargon ITSAR adalah
"BERGERAK TAK KENAL HENTI"

Selengkapnya bisa dibaca di blog media itsar... :))

Dari tulisan diatas, mungkin bisa menggambarkan kenapa Itsar dari dulu kalau buat acara atau kegiatan seringnya untuk internal ITSAR saja? Ya karena itu tadi... Fokus utama Itsar memang pembinaan dan kaderisasi di tiap LDS. Membangun dari bawah, dan menguatkan serta mengokohkannya. Riayah setiap anggotanya, peningkatan kapasitas internal. Syiar pun tak kalah penting, namun prioritasnya yang berbeda. Saat Itsar sudah menjadi LSM, syiar atau branding Itsar di masyarakat tentu jadi concern kita juga. Seperti saat ini, sudah ada divisi SMART ITSAR. Namun yang perlu dipahami adalah pijakan-pijakan kita di pembinaan dan kaderisasi haruslah kuat. Ini tidak boleh dilalaikan hanya karena mengincar jumlah atau kuantitas yang banyak. Bukan hanya sekedar kuantitas yang kita cari, namun kualitas tetap yang utama. Pribadi-pribadi yang meskipun berjumlah sedikit, namun menjadi kader yang tangguh dalam perjalanan dakwah.

Wallahu a'lam.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Sabtu, 13 Juni 2015

Kumpul DM Itsar

Hari Sabtu lalu, tanggal 6 Juni, alhamdulillah tim adhoc DM mengadakan pertemuan rutin DM bulanan bertempat di Salman.
Pertemuan kali ini berbeda... karena ada Kang Yedi sebagai pemateri. Hehe... akhirnya, setelah selama ini dikenal lewat WhatsApp, sekarang bisa bertemu secara langsung. Alhamdulillah... responnya pun positif... Senang sekali saat lihat pertemuan kang Yedi sama anak-anak ikhwan yang dang. Serasa teman lama. Padahal hanya berkomunikasi lewat whatsapp aja biasanya... Bisa sering-sering nih kang Yedi diundang.. hehe...

Selain itu, kita di tim adhoc DM juga memberikan souvenir pada DM yang datang berupa Danbo Itsar dan pengantar perjuangan... Awalnya sih ingin menyemangati para DM agar senantiasa bergerak... tadinya mau buat emblem... hehe... jadi buat danbo. Sebenernya udah dari duluu punya cita-cita buat bikin danbo yang lagi pake jaket Itsar... dan sekarang terealisasi berkat Mulki yang edit. Hehe... :))) Danbo nya memang belum sempurna... Masih amatir... Tapi, ini dibuat dengan sepenuh hati. Agar semangat ini sampai kepadamu, kawan-kawan DM Itsar. :)))

Kadang rindu dengan suasana dulu. Saat aku, abang, Teh Asti, Mulki, Kak JJ, Teh Onye jadi DM dulu. Ada yang hilang, dan itulah yang menjadi peer kami saat ini untuk mencari dan membenahinya kembali.... :))

"Entah kenapa, sangat rindu suasana dm yg dulu... yang namanya semangat itu benar2 terasa... bukan hanya semangat beramal, tapi semangat membangun dakwah... tadhiyah dan jiddiyahnya benar2 terasa... ada pengorbanan, ada kesungguhan.. ada cita dan mimpi2 besar.. ada lelah yang terkalahkan oleh cita yang besar... saat rapat dari pagi hingga petang adalah hal yang biasa. Saat kita bersama saling menguatkan dan mengingatkan... dalam kesabaran... saat ada satu sekolah yang melemah, semua memberikan perhatian.. saat berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik... bukan untuk saling menandingi, tapi hanya ingin agar dakwah ini lebih baik... saat adik2 bukan hanya sebagai mad'u, tapi ia juga sebagai partner dakwah, partner meraih mimpi besar kita... saat perjalanan jauh menuju tempat rapat bukan menjadi halangan berarti... karena bertemu untuk merumuskan cita2 dakwah adalah hal yang patut untuk diperjuangkan.. Saat tausiyah dari satu orang adalah sesuatu yg amat bernilai. Saat DM bukanlah sebuah jabatan formalitas... tapi ia adalah amanah besar yang hadir di pundakmu... bukan kepada siapa2 kita bertanggungjawab, tapi pada Dzat yang memilih kita untuk amanah ini..
Menjadi DM adalah penjaga gawang kaderisasi SMP. Jika kau menjadi DM dengan sepenuh hati, keoptimalan ikhtiar, dan cita yg tulus, maka yakinlah, kau akan bersyukur pernah Allah pilihkan untuk amanah ini. Dan kau tak pernah menyesalinya.."

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selasa, 09 Juni 2015

Nikah Insight 2

Tanggal 2 Juni lalu, Divisi SMART Itsar kembali mengadakan seminar Nikah Insight 2. Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi peserta yang tidak dapat tiket saat seminar Nikah Insight 1.

Seminar kali ini sangat berbeda dengan seminar sebelumnya, dari segi kepanitiaannya. Kali ini, beberapa peserta Nikah Insight 1 ditarik menjadi panitia Nikah Insight 2. Yah, mereka kader-kader Itsar juga. Hehe... Selain itu, di seminar ki ini, sebenarnya panitia lebih diuji, dan harus bekerja lebih keras dari sebelumnya. Karena tidak mendapatkan tempat seperti srminar sebelumnya. Kali ini, pihak pemilik tempat hanya menyediakan karpet dan tempat. Sound system tidak memadai, kursi dan meja untuk di panggung juga tidak ada. Kursi dan meja yang ada untuk di belakang saja. Kerja keras memang akan membuahkan hasil. Allah tidak akan menyia-nyiakan hambaNya yang berikhtiar. H-2 masih mencari tempat penyewaan kursi dan sound system. Alhamdulillah sound system bisa diperoleh dari tim multimedia abang dan mahasiswanya. Kursi dari Kiki. Layar dari teh Nana. Sehari sebelumnya, mempersiapkan tempat hingga malam. Ada yang membawa barang pakai kol buntung, ada yang mengepel tempat acara, ada yang menyiapkan sound system, dll.

Hari H pun berjalan cukup lancar, meskipun ada keterlambatan di awal dan materi yang berubah jam nya. Overall, alhamdulillah semuanya tidak terlalu mengganggu jalannya acara. Peserta ikhwan kali ini pun jumlahnya 2x lipat dari jumlah peserta ikhwan Nikah Insight 1.

Saat seminar pertama, itu adalah pertama kalinya kami membuat seminar untuk umum. Belum ada pengalaman. Allah berikan kemudahan dan kabar gembira. Tempat yang sudah tersedia drngan semua support systemnya. Jumlah peserta yang membludak. Saat seminar berikutnya, Allah menguji dengan tempat yang berbeda. Effort yang keluar harus lebih besar. Alhamdulillah bisa terlewati. Ujian ini adalah ujian untuk lebih dewasa dalam melihat masalah, dan ikhtiar untuk melakukan yang terbaik, meski keadaan tak selalu kondusif. Satu lagi, bersyukur pada Allah diberikan saudara-saudara yang luar biasa pengorbanan dan ikhtiarnya. All out dalam setiap amanahnya. Alhamdulillaah...

"Kami adalah pemimpin yang adil dan anggota yang taat..."

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Jumat, 22 Mei 2015

Watch Itsar's Videos

Malam ini melihat kembali video-video yang pernah dibuat oleh anak Itsar. Semuanya buat hati gerimis. :')

Watch "Video ITSAR" on YouTube - https://youtu.be/Can_OJL2g50

Watch "itsar memory.flv" on YouTube - https://youtu.be/TPEAVHVYJAc

Watch "10 tahun ITSAR-beginning.flv" on YouTube - https://youtu.be/NB4bEiFjlc0

Watch "iklan maknyus ITSAR" on YouTube - https://youtu.be/jIay_re5igU

Watch "ITSAR big Reunion" on YouTube - https://youtu.be/P4mN7j2vwfs

Ya Rabb.... kuatkanlah langkah-langkah ini... Kokohkanlah pundak-pundak ini... :)

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Rabu, 20 Mei 2015

Divisi Smart Itsar

Persembahan Itsar untuk Masyarakat Indonesia : Divisi SMART ITSAR.

Tidak terasa perjuangan Itsar membina dakwah sekolah sudah menginjak tahun ke-15. Begitu banyak pelajaran, hikmah dan pencapaian yang didapat Itsar selama ini. Alhamdulillah..

Di sisi lain kami juga bersyukur bahwa kader SMP yang sudah kami bina sejak 15 tahun yang lalu kini sudah beranjak dewasa bahkan sebagian sudah berumah tangga dan bekerja. Mereka masih berdakwah hingga saat ini  dan mereka masih mau mengabdikan jiwa dan raganya untuk kemajuan dakwah sekolah di Bandung... Meski terpaut tempat yang sangat jauh dan terpencar di berbagai pelosok daerah, namun kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tidak menyurutkan semangat alumni Itsar dalam bertukar pikiran untuk memberikan yang terbaik untuk dakwah ini wa bil khusus masyarakat di Bandung..

Demi memberikan manfaat yang lebih besar untuk masyarakat, alumni Itsar sepakat membentuk divisi baru di Itsar yang berfokus pada pelayanan dan pemberdayaan umat. Divisi ini kami namakan Divisi SMART. Visinya adalah memberikan sebesar-besar manfaat bagi umat dan memberdayakan umat untuk kebaikan bersama. Misinya adalah dengan melakukan berbagai pengabdian masyarakat, seminar pengetahuan, workshop keahlian, penyuluhan sosial serta kajian kekinian untuk memajukan taraf hidup masyarakat Indonesia.

Semoga dengan terbentuknya divisi baru ini bisa semakin banyak kemanfaatan yang dirasakan warga bandung dan menjadi langkah konkrit kader -kader terbina Itsar membangun peradaban yang lebih baik..

Allahuakbar!!!

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selasa, 19 Mei 2015

Generasi Harapan

Tetiba teringat nasyid ini.... Generasi Harapan...
Terngiang-ngiang dalam benak dan pikiran..

Album : Kembali..!
Munsyid : Izzatul Islam
http://liriknasyid.com

Dimana dicari pemuda Kahfi
Terasing demi kebenaran hakiki
Dimana jiwa pasukan Badar berani
Menoreh nama mulia perkasa abadi
Umat melolong di gelap kelam
Tiada pelita penyinar terang
Penunjuk jalan kini membungkam
Lalu kapankah fajar kan datang
Mengapa kau patahkan pedangmu
hingga musuh mampu membobol betengmu
Menjarah menindas dan menyiksa
Dan kita hanya diam sekedar terpana
Bangkitkan negri lahirkan generasi
Pemuda harapan tumbangkan kedzaliman
Wajah dunia Islam kini memburam
Cerahkan dengan darahmu
Panji Islam telah lama terkulai
Menanti bangkit kepalmu

Dulu nasyid ini sering sekali diputar atau dinyanyikan saat acara tertentu. Apalagi di acara ITSAR. Waah... ini selalu ada. Menghentak-hentakkan jiwa dan semangat dalam dada.

Dimana dicari pemuda kahfi?
Dimana mereka saat ini?
Aku, kamu, kita, masih berjuang hingga detik ini... Untuk melahirkan generasi harapan itu...
Mujahid dan mujaddid yang dinanti ummat ini...

Tegakkan badan, kokohkan langkah
Kuatkan azzam, dekatkan diri pada Allah..

Mari menyongsong generasi harapan!

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Untitle

Ada sesuatu yang dapat menguatkan...
Ada hal yang mampu mengingatkan...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-


Senin, 18 Mei 2015

Berhentilah

Ada orang yang mengukur keberhasilan sesuatu dari apa yang ia lihat, apa yang ia dengar... Padahal, ia tidak pernah menjadi bagian dari perjuangan sesuatu itu...
Ada orang yang mengukur keberhasilan atau tingkat partisipasi seseorang, dari seberapa sering komunikasi yang dilakukan..

Ah, kawan....
Lupakah engkau, bahwa ada, bahkan banyak orang yang amalnya masih jauh lebih banyak daripada kita, namun mereka memilih untuk bekerja dalam diam?

Ah, kawan...
Tidakkah engkau menyadari, ada orang-orang yang pengorbanannya di jalan dakwah ini jauuh lebih besar daripada kita, namun ia tak pernah sesumbar dengan pengorbanannya...

Ah, kawan...
Tidak ingatkah engkau, bahwa pahala berdakwah ini diperoleh bukan karena hasilnya?
Bahwa hidayah adalah murni wewenang Allah....
Kita tak bisa memastikan hidayah itu datang, bukan?

Ah, kawan, kau mungkin tak pernah tau...
Bahwa sesungguhnya, ada orang-orang yang bekerja keras dalam kesunyian...
Ada kerja-kerja besar yang dilakukan, meski kau menganggapnya tiada, karena kau tak pernah mendengar kabarnya atau melihatnya...
Hei, kau tidak ada disana, bukan?
Sebenarnya, kau sedang berbicara tentang sesuatu yang tidak kau ketahui, melainkan hanya sedikit saja...

Berhentilah untuk melangit tapi tak pernah kau pijakkan kakimu ke bumi...

Berhentilah untuk merasa diri sudah melakukan banyak hal, padahal sebenarnya di balik kesunyian, ada pengorbanan luar biasa dari hambaNya yang ikhlas beramal...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Lessons From Nikah Insight

Hari Sabtu yang lalu, Itsar mengadakan seminar Nikah Insight. Alhamdulillaah pesertanya banyak.. 184 orang.

Ada beberapa hal yang ingin kuceritakan disini. Bukan tentang seminarnya itu sendiri. Tapi soal mentalitas seorang kader ITSAR.

How?
Ada 3 hal yang kucatat dan kurekam baik-baik.

1. Sertifikat Nikah Insight
Sertifikat ini bukan sertifikat biasa. Bentuknya seperti undangan pernikahan. Ada nama peserta di kolom nama mempelai. Ini idenya Aldi. Katanya biar sertifikatnya ga mainstream. Idenya Aldi mungkin bagi sebagian orang nyeleneh. Tapi, kau tahu, ide ini diwujudkan oleh kreatifitas Prili dan Amhar sang desainer. Dan hasilnya, keren.

--> kader ITSAR itu sangat kreatif. Hal yang nyeleneh pun bisa diwujudkan. Dan tak ada yang menertawakan. Kreatifitas itu muncul, karena saat kami dibina dulu, kami diberi ruang untuk berkreasi sesuka kami. Tak ada kekangan atau larangan, jangan seperti ini, jangan seperti itu. Ide-ide kami tak pernah ditertawakan. Saat brainstorming, kami bisa mengeluarkan ide paling "gokil" sekalipun. Itu membuat kami merasa dihargai, dilibatkan, dan terlihat hingga saat ini, meskipun kami sudah bertahun-tahun lulus dari SMP, kreatifitas itu tetap ada. Kekinian.

Note: tentu saja kreatifitas yang tidak melanggar syariat, insyaallah.

2. Kader yang Siap Beramal
Pagi itu, panitia Nikah Insight sedang sibuk mempersiapkan goody bag. Iki yang datang sebagai peserta, langsung membantu panitia, begitu juga Mulki. Nida pun bantuin panitia jaga booth. Aku bilang pada Iki, kalau Iki peserta abal-abal. Habis jadi panitia juga. Lalu Iki berkata, "Yah, kan dari dulu juga gitu, Mi. Hehe.."

--> Mentalitas kader yang segera membantu saat panitia membutuhkan, padahal ia peserta, itu sangat mudah ditemukan di ITSAR. Mentalitas itu tidak terbangun dalam hitungan bulan. Tapi ia buah dari penempaan selama bertahun-tahun. Buah dari beramal bersama. Itu yang kami rasakan.

3. Kepanitian Nikah Insight
Perencanaan yang singkat, koordinasi yang hanya melalui whatsapp, ternyata mampu melahirkan sebuah amal. Alumni-alumni ITSAR yang sudah sulit turun ke lapangan, saat ada panggilan untuk membuat seminar, segera mengeksekusinya. Aku ingat bagaimana Aldi segera membuat grup panitia setelah obrolan kami di grup munakahat. Di grup munakahat, Aldi dengan "seenaknya" kami tunjuk sebagai ketua.. hehe... tapi Aldi ridho kok... wkwk... Aldi segera mengumpulkan panitia dalam grup whatsapp baru. Ada Kiki, Rahmi, Prili, Amhar, Sirin, Zevni, Tehnita dan kami. Aku salut dengan semuanya. Dari bentuk grup panitia di tanggal 19 April, dan acara 16 Mei. Kurang dari 1 bulan. Biidznillaah... :) Rahmi yang meski sedang internship di Bogor, habis-habisan jadi CP yang bolak-balik balas peserta. Sampai sang Samsung Tab nya nge hang. Hehe.. Prili yang di tengah kesibukannya, mengurus apa yang ia bisa, desain sertifikat, dll. Amhar, dengan poster yang wow, dan pada hari H, dengan Zevni bolak-balik menjadi logistik acara. Sirin dan Kiki pun sama. Udar ider aja hehe.. Zevni yang mendadak sambutan sebagai perwakilan LSM Itsar.

Aah... ternyata ya...
Bersyukur sekali pernah ditempa di tempat seperti ini. Belajar dari banyak saudara.

Teruslah bergerak, tak kenal henti.
Memberi kebermanfaatan untuk ummat.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Kamis, 09 April 2015

Miris

Kadang kasihan juga ya sama hati, mata....

Beberapa hari yang lalu dapat berita tentang kasus penyerangan di salah satu universitas di Kenya. 148 orang meninggal. Menurut berita yang tersebar di media, pelakunya adalah Al Shabab. Masih menurut media, mereka memisahkan mahasiswa yang muslim dan bukan muslim. Mahasiswa yang non muslim mereka bunuh. Sakit rasanya mendengarnya... Ini jelas bukan ajaran Islam. Islam tidak seperti ini.

Itu di Kenya.
Ada lagi kasus yang berkebalikan. Masih di negeri Afrika, yaitu Afrika Tengah. Dimana disana, muslimlah yang dibunuh dan dihabisi. Tubuh mereka dimutilasi tanpa perasaan. Mereka dibunuh karena mereka muslim. 

Ada yang salah dengan semua ini. Mengapa nyawa seorang manusia, bahkan ratusan manusia tidak berharga dimata manusia lainnya? Mengapa menumpahkan darah manusia lain begitu mudahnya? Seperti kisah yang tak berakhir di Palestina.... Atau jeritan suara anak Suriah yang meminta kedamaian...

Bukan muslim, lalu dibunuh...
Atau, karena muslim, lalu dibunuh..
Ini bukan lagi soal agama.
Ini tentang hak hidup seseorang.
Ini tentang karunia kehidupan dari Allah yang dinistakan oleh hambaNya sendiri...

Kadang kasihan juga ya sama hati, mata.... Disuguhi tontonan seperti ini sehari-hari...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Minggu, 05 April 2015

KRM Miftahul Huda, Tempat Rasa Itu Bermula

Hari ini senangnyaaaaa....
Bahagianyaaa...
Alhamdulillaah....

Hari ini salah seorang adik kami menikah. Adhi Wicaksono. Adhi ini salah satu kader Itsar dari KRM Miftahul Huda. Adhi ini sahabat pohonnya Andry kalau kata Kang Yedi. Sahabat sejati maksudnya... sepohon jati... halah... bingung da... kalau kata Teh Nana, Adhi Andry itu udah seperti adik kandung sendiri. Barageur, saroleh... :)

Adhi dan Andry.
Mereka memang udah seiring sejalan, seia sekata, sepohon sejati... halah... virus Kang Yedi...:p
Mereka adalah salah 2 kader terbaik yang dimiliki oleh KRM Miftahul Huda dan ITSAR. Aku masih ingat dengan jelas bagaimana dulu kami bergerak di lds SMPN 2 Bandung. Mereka masih sangat muda, namun ghirahnya luar biasa. Mereka mau bersusah-susah rapat ini itu, mau berpayah-payah kembali ke SMP meski sudah SMA. Mereka tangguh. Dulu Adhi di pembinaan, dan Andry di kaderisasi.

Kau tahu, saat bertemu mereka hari ini... hmm... rasanya aku seperti melihat mereka masa lalu. Mereka belum berubah. Karakternya, cara bicaranya... Tapi yang jelas saat ini mereka sudah menjelma mejadi sosok yang dewasa.

Rasa ini...
Yah... terharu...
Terharuuu sekali melihat mereka...
Tumbuh bersama dalam dakwah dan ukhuwwah di bilangan tahun...
Dulu berseragam putih biru, lalu putih abu, dan kini... salah satu dari mereka sudah berdiri di pelaminan untuk menggenapkan dien nya...

Dakwah memang bisa menyatukan insan dengan cinta yang indah...
Sehingga hidup tak hanya sekedar hidup...
Lintasan sejarah...

Ah, jika aku sebahagia dan seterharu ini, apalagi dengan mereka?
Teh Nana dan Kang Yedi...
Pasti rasa itu jauuh lebih menggelora... :))))

Barakallaah Adhi, Andry...
Barakallaah Teh Nana, Kang Yedi...
Mengenal kalian itu sungguh karunia yang indah dari Allah...:)

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selasa, 31 Maret 2015

Save Media Islam

Bahwa siapapun yang membuat makar, maka akan Allah beri ganjarannya....

Jika kalian berusaha membungkam kebenaran atas nama kepentingan kalian sendiri, tunggulah hingga kebenaran itu muncul dengan kekuatan yang dahsyat.

Kebenaran akan tetap menjadi kebenaran, meski usaha membungkamnya tak pernah berhenti.

Kebenaran akan muncul, dengan gemuruh iman yang mendalam, dengan ghirah yang takkan padam oleh makar musuh-musuh Allah.

#SaveMediaIslam

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Senin, 30 Maret 2015

Islamophobia

Hot topic hari ini adalah adanya 19 situs Islam yang diblokir oleh BNPT dan Kominfo. Cmiiw. Tergantung ISP nya katanya. Ada yang masih bisa mengakses, ada yang tidak bisa mengakses. Kalau aku sih masih bisa mengakses situs tersebut. Dan hashtag yang muncul saat ini adalah #KembalikanMediaIslam atau ada juga #BringBackDakwatuna.

Halooo pemerintaah!! Are you kidding me??!
Plislah... radikalisme? Teroris?
Siapa yang benar-benar teroris?
Radikal itu semacam apa?

Terlihat jelas wajah pemerintah saat ini dan keberpihakannya pada siapa dan apa. Dan bagi anda yang masih membela dengan membabi buta, apakah kalian tidak berpikir? 

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selasa, 24 Maret 2015

Daurah ITSAR

Hari Ahad kemarin, Alhamdulillaah sudah terlaksana Daurah Kader Itsar 2015. Tempatnya di rumah teh Nita. Daurah yang berlangsung dari pagi hingga sore ini sangat antusias diikuti oleh para peserta. Meskipun memang target peserta masih jauh, tapi ini bukanlah hal yang masalah. Semoga jumlah yang sedikit ini berkualitas. 

Pematerinya yaitu Rio Aurachman, Ka JJ, teh Nana, dan Mas Uzi. Alhamdulillaah... adik-adik mendapatkan masukan ilmu dan semangat baru lagi. Semoga ini bisa menjadi sarana untuk memperkuat barisan dakwah ITSAR.

Aamiin...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selasa, 10 Maret 2015

Pernikahan Luar Biasa

Saat ini, yang sedang ngetrend adalah berita tentang pernikahan putri Aa Gym, yaitu Ghaitsa dengan Akh Yusuf. Dimana maharnya adalah 30 juz hafalan Alquran. Ikhwannya murajaah hafalan juz 1 sampai 30 sejak Jumat pagi, hingga Sabtu pagi, kemudian dilanjutkan dengan ijab qabul.

Masyaallah... Baarakallaah...
Keduanya, Ghaitsa dan Yusuf adalah hafizh Quran 30 juz. Allah mempertemukan mereka dalam pernikahan, dengan mahar yang luar biasa indah...

Mungkin kita akan melihat sisi yang berbeda dalam pernikahan ini. Mereka menjadi perbincangan khalayak, bukan karena mahar yang bernilai ratusan juta rupiah atau miliaran rupiah. Bukan karena emas permata, atau rumah yang megah yang menjadi maharnya. Bukan, bukan seperti kebanyakan orang yang menyandarkan diri pada harta duniawi semata.

Karena mereka penghafal dan penjaga Alquran...
Karena mereka dekat dengan Alquran...
Baarakallaah....

Oh iya, satu lagi, Aa Gym, meski sempat "dijauhi" karena keputusannya dalam poligami, kini tetap membuktikan, bahwa keluarganya tetaplah menjadi keluarga yang baik. Memiliki anak dan menantu hafizh.

Jadi pengen Umar kaya gitu.. #lho.. #gagalfokus..

Hehe... Semoga kami bisa meneladaninya...
Semoga kami dapat menjadi keluarga yang mencintai Alquran... :*
Amin...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Jumat, 13 Februari 2015

#ChapelHillShooting

10 Februari 2015. Terjadi insiden penembakan pada 3 orang pemuda Muslim di North Carolina. Akhirnya bisa ketebak, dunia diam. Apalagi AS. Teringat beberapa waktu lalu saat terjadi penembakan di Paris, Charlie Hebdo. Dunia menghujat Islam. Muslim terancam.

Inikah yang namanya keadilan?
Ah, kalian yang selalu mengatasnamakan diri sebagai pejuang HAM... Nonsense!
Saat Muslim yang menjadi korbannya, tak sedikitpun kata-kata keluar dari mulut kalian. Teroris tak ada dalam kalimat kalian. Yang ada hanya "pelaku memiliki gangguan mental".
Saat pelaku Muslim, maka mulut kalian begitu berbusa-busa meyakinkan semua orang, bahwa Muslim teroris. Dunia...oh dunia...

Saat media sosial heboh soal penembakan 3 pemuda Muslim itu, jujur tak satupun beritanya kubaca. Baru hari ini memberanikan diri membaca salah satu beritanya. Itupun hanya satu berita. Sisanya aku mengetahui dari status teman-teman atau publik figur.

Kenapa aku tidak membaca beritanya? 


Aku takut. Aku takut tak bisa menahan rasa sedih dan marah yang timbul saat membaca beritanya secara langsung. Sudah berulang kali kejadian seperti ini. Nyawa seorang muslim, bahkan ribuan muslim tidak berharga dimata dunia dan media mainstream. 


Aku lelah. Lelah dengan standar ganda mereka dan islamofobia yang ada. Namun aku tau, kami harus tetap tegak memperjuangkan Din ini. 


Aku malu. Malu pada 3 pemuda tersebut. Karena mereka sudah menyelesaikan hidup di dunia dengan akhir yang indah. Saat mereka masih hidup pun, mereka adalah sosok yang bermanfaat bagi orang lain. Yah... Allah memang takkan menyia-nyiakan hambaNya yang shalih...

Semoga Allah menempatkan kalian di JannahNya. Mengaruniakan syahid untukmu...

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki."(Ali Imran : 169) 

#ChapelHillShooting
#MuslimLiveMatters

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..