Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Be Grateful ❤❤❤

Pernah gak sih ngerasain yang namanya dada terasa sesak banget, atau pikiran yang nampak kusut banget, atau ngerasain bete aja mau ngapa-ngapain?

Well, kalau pernah atau bahkan sekarang lagi ngerasain kaya gitu, don't worry, kamu ga sendiri. Bukan kamu aja yang pernah ngerasain kaya gitu. 

At least, saya pernah mengalaminya. Hehe.. jadi saya bisa jadi temen senasib sepenanggungan lah. 

Perasaan yang di atas itu tadi mengganggu banget kan? Mau ngerjain apapun berasa ga optimal, hasilnya malah makin buruk, terus kitanya jadi makin mager deh ngapa-ngapain. 

Saya pernah mengalaminya. Puncaknya adalah awal tahun ini. Saya merasa pesimis, bahkan sama masa depan saya #astaghfirullah.. Saya merasa jadi pribadi yang gak berkembang lagi, berhenti di satu titik, dan entah kapan bisa balik semangat lagi buat mengejar mimpi-mimpi besar saya dulu. Rasanya dada sesak banget dipenuhi pikiran-pikiran negatif macam ini. Pikiran juga bawaannya galau terus. Dan jadi sering banget meledak-ledak. 

Pokoknya hari-hari kelabu banget. Ga ada warna sedikitpun. 😂😂😂

Akhirnya saya melakukan muhasabah, berusaha jujur terhadap diri sendiri. Bicara pada diri sendiri. Terbuka sama Allah.. Dan ternyata Saya menemukan satu kesalahan besar saya yang menjadikan says seperti ini. Kesalahan itu adalah saya kurang banget bisa bersyukur. 

Masih fokus pada apa yang sudah bukan menjadi milik saya. Eits, padahal kan sejatinya memang says ga punya apa-apa ya.. semua hanya dipinjamkan sementara oleh Allah. 

Kekurang bersyukuran ini pengaruhnya besar banget buat saya. Toh Allah juga udah bilang, kalau bersyukur, ya nikmat akan Allah tambah.. huhu.... Astaghfirullah... 

Lihat anak, bahagia mereka itu sederhana banget. Tapi kok says yang orang dewasa, kadang merasa buat bahagia aja syaratnya macem-macem dan ribet. Padahal bahagia itu ya kita yang memulai. Bukan dari ukuran-ukuran yang ribet itu. 

Setelah itu saya berazzam buat jadi pribadi lebih bersyukur lagi. Harus latihan banget. Seperti biasa, saya suka banget jelajahi Pinterest buat cari ide atau inspirasi. Qadarullah, nemu gambar ini.. 


Waah... Ini bisa banget buat dijadikan tools untuk latihan bersyukur tiap harinya. Melist app aja yang bisa kita syukuri setiap harinya. 

Kerasa banget bedanya setelah rutin melist hal-hal kecil yang bisa disyukuri, semua jadi lebih simple. Kalau lagi down, ya tinggal baca 30 list ini. Pasti ada yang bisa disyukuri setiap harinya. Kitanya aja yang sering luput dan kurang peka. 

Semoga ini bisa membantu teman-teman yang sedang mengalami masalah yang sama ya. Be grateful, friends ❤❤❤

-Bersegeralah karena waktu takkan menantimu-

-Bergeraklah karena diam berarti kematian-

Minggu, 04 Februari 2018

Do'a yang Terlantun

Seberapa banyak do'a yang kita lantunkan pada Allah?

Seberapa banyak pinta dan harap yang kita titipkan dalam setiap sujud kita pada Allah?

Dan.. seberapa banyak do'a yang menurut kita telah Allah kabulkan?

Ya.. sesungguhnya, manusia hanya bisa berikhtiar menembus langit dengan do'a-do'anya..

Kita hanya mampu berusaha menjemput takdir terbaik kita.

Jika yang hadir tidak sesuai dengan apa yang kita panjatkan, apakah kecewa yang muncul, lalu berpaling dariNya?

Hikmah itu, mungkin takkan kita dapatkan hari ini, atau esok.. mungkin berbilang tahun yang akan datang, barulah hikmah itu menghampiri..

-Bersegeralah karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah karena diam berarti kematian-


Jumat, 02 Februari 2018

Jiwa yang Bahagia

Sini-sini, mari kita kembali berbicara tentang mimpi.
Mimpimu, tentunya.

Kau tahu, bagaimana para salafush shalih mencita-citakan akhir kehidupannya?
Mencita-citakan sepenuh asa, hingga terwujud dalam akhir yang indah.

Menjaga nyalanya seumur hidup, dibalut husnuzhan pada Rabbul 'izzati..


Mereka yang biidznillaah, tak hanya mencita-citakan hal remeh temeh keduniawian
Namun melangitkan cita-cita akhiratnya pada Pemilik Alam

Hingga akhirnya, semesta berbisik,
"Bergembiralah, Rabbmu ridha padamu"

Bahagianya....

-Bersegeralah karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah karena diam berarti kematian-

Kamis, 26 Mei 2016

It's A Gift

Ada rasa yang kadang mengusik diri...

Ada rasa yang kadang mendominasi hati...

Ada rasa yang kadang teramat sulit membuat diri terpenjara ketidakbahagiaan...

Ada rasa yang kadang menjauhkan kita dari menikmati rezeki...

Ada rasa yang kadang memberikan kita batas dengan yang dicinta...

Ya... rasa itu adalah rasa tidak bersyukur...

#notetomyself

Mari bersyukur atas apa yang Allah beri hari ini, kemarin, juga berharap, agar Allah senantiasa menjadikan kita hamba yang pandai bersyukur.. karena nikmat Allah di hari esok, sebagaimana rasa syukur kita hari ini..

My life is Allah's best gift :)

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selasa, 24 Mei 2016

Menulis yang Menggerakkan

Jika kau melakukan sesuatu karena cinta, maka kelak kau akan melihat ada perjuangan dan pengorbanan yang besar dalam setiap kerja-kerjanya.. 
Jika kau melakukan sesuatu karena cita membumbung tinggi, maka kelak kau akan mendapati dirimu bersusah payah menjejakkan kaki pada jalan panang yang berliku, dan tak mengenal kata menyerah...

Menulis adalah sebuah kerja peradaban. 
Sejak dulu, diri ini berazzam untuk setidaknya menulis 1 buku sebelum mati. 
Buku yang tak hanya sekedar terhitung dalam deretan rupiah atau sebuah prestise semata. 

Ada sebuah keinginan untuk menjadikan azzam ini sebagai sebuah kontribusi yang bisa diberikan pada ummat ini. 
Kau tahu, usia kita teramat pendek di dunia ini. 
Usia kita terlampaui singkat untuk bisa dikatakan sebagai kerja dalam mengukir sejarah.

Ah, iya, siapa juga yang akan peduli dengan kisah kecil "seorang aku" dalam hidup ini? 

Kini kukatakan padamu, bahwa kita tidak sedang berkompetisi dengan siapapun, kawan!
Kita tidak sedang mengungguli seseorang di luar sana.
Kita, dengan segala keterbatasan kita, dengan segala kerja kita, sedang berusaha mengungguli diri kita di masa lampau. 
Kita akan berusaha untuk menjadi diri yang lebih baik dari sebelumnya. 
Pribadi yang jauh lebih tangguh dari pribadi sebelumnya. 

Menulis adalah sebuah misi. 
Karenanya, aku.. 
Ya.. Aku... 
Aku akan menjalaninya, meski dengan berpayah-payah..

Bagiku, menulis bisa berbagi semua hal. 
Sharing is caring. 
Berbagi adalah tanda kita peduli. 

Menulis juga bisa menginspirasi dan memotivasi pembacanya. 
Kekuatan tulisan mampu mentransfer energi si penulis kepada para pembacanya. 

Menulis juga bisa memiliki efek yang luar biasa pada pembaca, saat tulisan tersebut mampu menggerakkan pembacanya..
Mampu membawa pembaca sampai pada medan amal yang nyata

Menulis itu menggerakkan
Karena itulah ia disebut sebagai salah satu kerja peradaban

Menulis itu menggerakkan
dari keadaan lembam, menuju kerja tak kenal henti

Menulis itu menggerakkan
Dari hati yang kerdil, menuju hati yang lapang karena mengenal Tuhannya..

Menulis itu menggerakkan
Dari kelesuan, menuju uluwwul himmah... 



-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Kamis, 21 April 2016

It Just Blooms

Nemu ini di beranda facebook...

Mirip-mirip dengan quote yang pernah kushare di lini medsos.

Seringkali kita menganggap hidup ini sebagai kompetisi dengan orang lain.. Kita berlomba untuk menjadi yang "wah"...

Ketika berdakwah, kita ingin berlomba menjadi lebih wah dari orang lain.. Kita ingin jumlah orang yang mendengarkan lebih banyak, dan kehilangan tujuan awal berdakwah.. Orientasi kita hanya targetan sekian dan sekian kuantitas.. 

Merasa kalah saat kuantitas sedikit, namun tak melakukan apa-apa sebagai amal nyata.

Hanya mengeluh, mengamati, dan menjadi komentator setia...

Ketika kita mendidik anak, seringkali kita berorientasi hasil.. Anak sudah bisa ini, itu, bisa mengalahkan anak lain yang seusianya.. Lalu merasa bangga... Dan kemudian mem"push" anak kembali...

Apa yang kita cari sebenarnya?

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Rabu, 20 April 2016

Aku Sedang Sibuk

"Ga bisa, saya lagi sibuk.. kerjaan banyak, maaf ya, bukannya ga mau bantuin.."

"Maaf, saya mikirin kerjaan saya aja udah sibuk, belum harus ikut acara ini itu.. "

Seringkali orang beralasan "sibuk" saat dimintai tolong... Atau memberikan excuse pada diri mereka, karena mereka menganggap diri mereka sudah terlalu sibuk...

Tak jarang, itul yang sering kita lontarkan... Merasa diri paling sibuk... Dan sudah tidak punya waktu lagi untuk beramal...

#jleb
#notetomyself

Kalau alasan sibuk...
Semua orang juga sibuk...
Punya prioritas masing-masing...

Apa jadinya jika saat dulu Rasulullah menyerukan berdakwah dan berjihad, lalu para sahabat berkata, "Maaf ya Rasulullah, kami sedang sibuk.."

Perkara "kesibukan" tiada habisnya jika akan dibahas...
Semua juga bisa bilang, "Maaf, saya sedang sibuk.."

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Kamis, 07 April 2016

Kontribusi Terbesar Kita

Mungkin kontribusi kita tidak terlihat besar dimata dunia...
Mungkin, kita tak dilihat sebagai orang yang sibuk di mata manusia...
Bisa jadi kita adalah orang yang mungkin terlupakan oleh riuhnya aktivitas manusia dalam meraih karir yang gemilang..

Bisa jadi, kita adalah orang yang merasa tak ada kemajuan selama belasan tahun...
Kita masih tetap seperti belasan tahun lalu..

Mungkin, kita terasing, karena kita dinilai tak punya "karya" nyata...

Mungkin... yah.. mungkin...
Bisa jadi... bisa jadi memang bukan dari apa yang kita lakukan yang menjadi kontribusi terbesar kita...

Namun...
Pada seseorang yang tengah kita besarkan... kita didik...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selasa, 08 Maret 2016

Lelaki yang Menahan Amarah

Ceritanya aku sedang latihan nyetir mobil sama pakde, tetangga depan rumah... Dulu udah pernah kursus setir dan berhasil bikin SIM A, tapi... kelamaan ga dipakai, jadi kaku lagi... Daan gempeur... Akhirnya belajar sama pakde... Hehe...

Saat itu maunya sih belajar memasukkan mobil ke dalam garasi. Dipandu sama pakde... Begitu di tengah-tengah, tiba-tiba ada yang lain yang ikutan ngasih instruksi, hehe.. bingung, ga sempet injak rem dan lihat sikon pintu pagar dan roda mobil yang masih serong kiri... Telat putar setir ke kanan daan... nyerempet pagar deh... Hiks.. akhirnya dimasukin sama pakde ke dalam garasi.. Hehe... Jadi lecet deh hehe... Kata pakde sih gak dalam... Trus pakde tanya, "Suami ga akan marah, kan? Ini ga dalem kok... Bisa dibenerin nanti." Kujawab, "Gak, pakde, insyaallah ga akan marah... Emang suka bilang, gak apa-apa, namanya juga belajar..."

Dalam hati, aku berkata, "Abang mah ga pernah marah... Selama menikah, abang belum pernah marah, yang ada aku yang sering aambekan..."

Jadi berpikir... Betapa harus bersyukurnya ya dikaruniai suami yang baik... Selama ini mungkin aku kurang bersyukur...

Segera ku WhatsApp abang... Selain untuk minta maaf karena telah buat mobil lecet, dan juga minta maaf buat semuanya... hehe... Seperti biasa, abang ga marah dan bilang namanya juga lagi belajar...

"Laa tagdhab walakal jannah... "
Jangan marah, maka surga untukmu... (HR. Ibnu Abid Dunya)

Langsung ingat hadits itu...
Kubilang pada abang, "Semoga Allah membalas semua kebaikan abang dengan surgaNya..."
"Aamiin..."
Dan hei... Kau tahu, hati kecilkupun refleks berkata, "Dan semoga aku bisa membersamaimu hingga surgaNya kelak..."

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Rabu, 02 Maret 2016

Ruang Bernama Kepercayaan

Ada satu hadiah yang bisa kita berikan pada seseorang yang kita cintai..
Sebuah hadiah istimewa, yang jauh lebih berarti dari sejumlah materi...
Hadiah yang bisa membuat seseorang yang kita cintai menjadi lebih berkembang dan mempercayai kemampuan dirinya...

Hadiah itu bernama "kepercayaan"..
Ada banyak anak yang tak mampu melejitkan potensi dirinya, karena kurangnya kepercayaan dari orangtuanya..
Orangtuanya terbiasa meragukan kemampuannya, dan melabeli dirinya dengan pengalaman masa lalu, atau berdasarkan kemampuan si anak sebelumnya...
Pada akhirnya, anak tidak merasa mendapatkan ruang untuk berkembang dan memperbaiki diri...
Ia sudah terbelenggu dengan label yang ada pada dirinya...
Ia sudah terkukung dengan keraguan orangtuanya padanya...

Kondisi ini tentu bisa sangat membekas pada masa dewasanya..
Sangat mungkin ia menjadi seseorang yang minder, kurang percaya diri, dan takut akan judgement dari orang lain...
Ia akan sulit menggali potensi yang ia miliki...

Bukan ini yang kita inginkan, bukan?
Kita ingin orang yang kita cintai berkembang, maju, sesuai dengan potensi yang dimiliki...
Kita sangat ingin seseorang yang kita cintai bahagia dengan kepercayaan dari kita...
Bertumbuh dan berkembang dalam hangatnya kepercayaan...

Berikanlah ruang terbaik itu...
Sebuah ruang "kepercayaan"...

Karena jika kita cinta, maka kita akan memberikan kepercayaan itu...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selasa, 01 Maret 2016

Ini Soal Keimanan

Saat kita berbicara tentang rezeki, saat itu juga menjadi sebuah pembicaraan tentang keimanan kita. Mengapa? Karena soal rezeki, adalah sesuatu yang bergantung pada keimanan kita dalam memaknainya.

Rezeki tak melulu soal uang yang banyak, barang mewah yang dimiliki, kendaraan yang bermerk, rumah luas bertingkat, karir bagus, dll... Rezeki adalah bagaimana kita memaknai setiap pemberian Allah dengan baik..
Kesehatan, kesempatan untuk mengenal Islam lebih dekat, bisa beribadah dengan khusyu', ketentraman hati, ketidaktergantungan terhadap dunia dan materi yang berlebihan, itu termasuk rezeki.

Tapi mengapa saat ini, rezeki menjadi begitu sempit? Hanya terbatas pada materi saja...

Ah ya, mindset keimanan dan rezeki itu yang mungkin belum sepenuhnya kita pahami. Bahwa kita bekerja, tak semata soal penghasilan berapa... Kita tak "bekerja" seperti kebanyakan orang pun, bukan berarti menghambat pintu rezeki.

Kegelisahan tentang rezeki yang akan berkurang, padahal disisi lain ada rezeki yang diamanahkan pada kita, dan itu tanggung jawab utama kita, adalah sebuah kekeliruan...

Masalah ekonomi ga akan ada habis-habisnya... Selalu saja tidak cukup... Ingin dapat yang lebih dan lebih lagi...

Tak percaya? Coba saja tautkan hatimu pada materi.. Buat materi menjadi hal yang sangat urgent dalam hidupmu, dan kelak akan kau rasakan, bagaimana materi telah memperdaya kita.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Rabu, 17 Februari 2016

Attitude

Ada yang merasa sesak saat melihat orang lain mendapatkan nikmat...

Ada yang tidak rela melihat orang lain merasa senang...

Tanya kenapa?

Ada yang saat orang lain memiliki sesuatu yang tidak ia miliki, ia merasa sakit karena telah kalah...

Ada yang melakukan sesuatu untuk menunjukkan ketidakmampuannya, dengan merendahkan orang lain...

Attitude.
Ada hal yang ternyata bisa membedakan, orang-orang yang memiliki etika dengan yang tidak.
Itulah attitude.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Sabtu, 06 Februari 2016

Cinta Itu Bernama Dakwah

Ia adalah sebuah cinta yang kutemukan saat aku berumur belasan tahun

Ia adalah sebuah cinta yang setelah bertemu dengannya, aku takkan rela berpisah darinya

Ia adalah cinta, yang membuatku mampu untuk menghabiskan energi yang kumiliki agar tetap bisa bersamanya

Ia, adalah cinta, yang demi setia bersamanya, aku rela menukar mimpiku dengan mimpinya

Ia, adalah cinta yang membuatku belajar bahwa ketaatan adalah buah dari cinta itu sendiri

Ia, adalah pengorbanan dan kesungguhan untuk menjaga agar ia tetap tumbuh dan berkembang

Ia, adalah cinta, yang takkan pernah rela kutukar dengan apapun

Yang takkan sanggup aku jauh dari luapan gelombang perjuangannya

Ia, adalah cinta
Ia, adalah cinta
Ia, adalah cinta

Bukti cinta pada Sang Pemilik Cinta
Karena cinta itu adalah...
"Dakwah ilallah"

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Kamis, 04 Februari 2016

Totalitas Bersyukur

Lagi-lagi tentang syukur...
Lagi-lagi tentang bagaimana kita berterimakasih pada Sang Khaliq atas apa yang sudah kita dapat hari ini..

Kau tahu, mengeja syukur itu tak semudah kau mengucap terima kasih.
No it is not...

Syukur adalah akhlak...
Ya... akhlak syukur
Karenanya ia tak mungkin terbentuk secara instan...

Ada perjalanan panjang dalam menemukannya..
Ada perjuangan besar untuk sampai kepadanya...

Syukur itu totalitas...
Belum dikatakan bersyukur, saat hatimu terusik atas kebahagiaan saudaramu...
Belum bersyukur, saat pikiranmu terganggu atas nikmat yang hadir dalam genggaman saudaramu...

Iya...
Totalitas dalam bersyukur..
Menjadikan syukur sebagai akhlak diri...

Syukur itu...
Hanya Allah yang tahu...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Kamis, 28 Januari 2016

Aku dan Kompetisi Hidup

Kehidupan emak-emak masa kini memang rumit... Sudah tanggung jawab besar, dan tantangan yang juga tidak sedikit, masih juga ditambah dengan macam-macam war atau versus yang seringkali dibuat oleh para wanita itu sendiri... wkwkwk.... menambah keruwetan hidup saja... Diperparah dengan sosial media yang bebas memberikan nilai apapun.... Emak-emak galau pun bermunculan...

Ah iya, aku tidak akan membahas war atau versus yang membuat tingkat kerumitan hidup semakin tinggi... Itu sudah banyak yang membahas... Tidak mau juga ikut andil di dalamnya... Yang ada aku jadi ikutan galau.. Mending kalau galaunya sebentar.. Kalau galaunya diperpanjang? Wkwkwkk.. yang ada malah ga fokus sama amanah di depan mata...

Dari dulu, sejak memasuki dunia per-emak-an ini, aku tidak pernah ambil pusing dengan versus yang ada... ah ga usah disebutkan versus apa saja yang ada... My simple thought is every family has their own reason... Mereka bisa memilih apapun keputusan untuk keluarganya. Yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Begitupun seorang ibu. Semua ibu pasti ingin yang terbaik untuk keluarganya. Dunia emak-emak bukam untuk berkompetisi satu dengan yang lain... Kalau seperti itu, dijamin capek. Capek hati dan fisik... :) bisa-bisa menua sebelum waktunya... #ups :p

Kita tidak sedang dalam kompetisi dengan siapapun.

Aku tidak sedang berkompetisi dengan siapapun.
Aku sedang berkompetisi dengan diriku yang dulu. Ya sesederhana itu.
Landasannya jelas. Kata Rasul, kita harus lebih baik dari hari ke hari.
Aku sedang menjadi diriku yang lebih baik dari hari kemarin.
Untuk apa? Ya untuk menjadi muslim yang beruntung... buat apalagi?

Kita tidak sedang berkompetisi dengan orang sehebat apapun... tapi berkompetisi dengan diri kita yang lalu untuk menjadi yang terbaik...
Dimata siapa?
Dimata media sosial?
Dimata pengamat politik? #ups

Ya dimata Allah-lah... :)))

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Jumat, 08 Januari 2016

Teladan

Ada saat-saat dimana Umar merasa malu, ia akan mengalihkan perhatian dengan menunjuku sesuatu sambil bilang itu... itu...

Kata abang, "Anak kecil udah bisa mengalihkan perhatian, ya... berarti mengalihkan perhatian itu natural... kan Umar ga diajarin... hehe... "

Kujawab, "Umar belajar dari kita... kan kita suka mengalihkan perhatian Umar.. hehe.. memanfaatkan Umar yang masih suka terdistraksi.. hehe... ".
"Iya juga ya... ", kata abang.

Yap. Disadari atau tidak, sejatinya anak-anak adalah peniru yang ulung dan belajar dari sekelilingnya. Mereka adalah pembelajar. Seringkali kita yang belum mampu menjadi teladan yang baik untuk anak-anak kita.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Rabu, 09 Desember 2015

Uluwwul Himmah

Uluwwul Himmah...

Obsesi yang tinggi...

Allah suka perkara2 yang mulia...

Maka disinilah kita...
Membangun visi yang besar... Merencanakan misi2 Rabbani...

Menjejak harap,
Merenda langkah,
Melangitkan mimpi,
Menyusun puzzle2 kehidupan...

Yang akan kita isi dengan semua tentangNya...

Iya, tentangNya..

Tentang penghambaan padaNya,
Tentang perwujudan cinta padaNya,
Tentang meningkatkan kualitas dihadapanNya..

~eR~

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bersegeralah, karena diam berarti kematian- ِ

Selasa, 08 Desember 2015

Never Ending Syukur

Bersyukurlah, saat hidupmu tak tersandera dunia...
Saat kau tak terlalu mempedulikan berapa luas rumahmu, apa merk kendaraan roda empatmu, sudah bepergian kemana saja dirimu, atau berapa penghasilan yang masuk ke kantongmu setiap bulannya...

Bersyukurlah, jika kau tak terbelenggu sifat materialistis...
Saat semuanya kau ukur berdasarkan hitungan baik atau buruk dimataNya...

Bersyukurlah, jika kau memiliki waktu untuk meningkatkan kualitasmu dihadapan Sang Khaliq...
Bersyukurlah, saat kau lebih bisa berempati pada saudara-saudaramu yang kekurangan...
Yang menderita jiwa dan raga...
Bahkan bertahan hidup dengan memakan hanya daun-daun...

Ya, bersyukurlah saat kau lebih menikmati untuk bermunajat denganNya di keheningan malam...
Dibanding dengan memikirkan mau makan di restoran mana esok hari...

Bersyukurlah...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Sabtu, 05 Desember 2015

Nasehat

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bersegeralah, karena diam berarti kematian- ِ

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..