Selasa, 28 Agustus 2012

Rainbow Scrap Book, I Love It

"Bagiku, ukhuwah itu tak hanya sekedar kata
Sejauh mana kita sudah bisa memberi
Memberi yang terbaik
Memberi dengan kecintaan hanya karenaNya
Dan, percayalah, keimanan itu tak pernah bohong
Ia terlahir dari kedekatan kita padaNya
Maka biarlah ukhuwah ini hanya berlandaskan keimanan yang mendalam"

1 Agustus 2012.
Anak-anak depo merencanakan untuk mengadakan bubar depo di tanggal 1 Agustus. Tadinya sih mau tanggal 3, tapi ada yang ga bisa kalau tanggal 3. Jadi fix di tanggal 1 kemarin. Dengan ketua panitia Beni dan wakil ketua Sri. Hehe. Entah sih, sebenarnya apakah ketua dan wakil ketua ini berfungsi optimal atau tidak. Hehe. Rencana sudah disusun, kami akan membuat sop buah, lalu pesan makanan di Bu Imas, dan ada acara tukar kado. Aku melihat susunan acaranya. Ada sambutan (resmi banget sih! Aku sih ga terima kalo nyambut Beni. hihi..), pembacaan ayat suci Al-Quran, siraman rohani dan jasmani, de el el. Entah akan seperti susunan acaranya atau hm.. yaa.. bisa ditebaklah ya.. :D Pembagian tugas pun dimulai. Ada yang membawa buah apel, mangga, lengkeng, anggur, strawberry, semangka, melon, kiwi, pepaya, agar, susu, gula, sirup, baskom, pisau, gelas, dan semua yang kami butuhkan untuk menyukseskan acara ini. 

Hari H. 
Kami mengadakan bubar di gudang depo farmasi yang sudah disulap menjadi ruang yang begitu nyaman dan hangat. Karena yang lain ada tugas ke luar Santosa, maksudnya ambil pesanan makananlah, bawa alat, dan Gumi serta Ahmad sedang dinas siang, maka aku dan Bertha kebagian menyiapkan sop buah. Memotong-motong buah-buahan sambil menunggu yang lain datang. Gumi membawa pisau yang luar biasa besar. Berasa masterchef ya Gum? :D

Gumi lagi ngurusin melon..

Senyum Gumi!! :)

Ega, Bertha, Siti

Serius nih!

Lengkeng yang kaya bakso..

Beni sibuk dengan kiwi..

Beni sibuk dengan kiwi part 2..


Kerja Sama.. :D
Tak lama Ega dan Siti datang, lalu segera memotong-motong buah juga. Beni dan Vina sedang mengambil makanan pesanan kami. Sedang Gumi dan Ahmad, bolak-balik karena mereka harus jaga-jaga siapa tahu ada scan resep. Oiya, kado-kado yang kami bawapun sudah diberi nomor terlebih dahulu. Kadoku bernomor 6. Tapi sistem penomorannya memang agak aneh. Bukannya berurut, tapi malah suka-suka si pemilik kado mau diberi nomor berapa. Bertha sih.. Wkwkwk.. Nyalahin Bertha gini aku.. 

Senja pun sudah mulai beranjak pergi. Sebentar lagi memasuki waktu berbuka. Semua sudah siap, insya Allah. Kamipun sudah duduk melingkar. Saat berbuka, terlebih dahulu Gumi memimpin kami untuk berdo'a. Awalnya lempar-lemparan sama Ahmad. Tapi akhirnya Gumi yang memimpin do'a. Alhamdulillaah.. Sop buah dan batagor mengawali buka bersama kami. Ada Nita juga yang ditelfon oleh Beni. Ternyata sop buah yang kami buat begitu melimpah. Alhamdulillaah, bisa berbagi ke farmasi, dan Safir Timur. 

Waktunya shalat Maghrib berjama'ah. Pada mulanya kuminta Beni jadi imam. Tapii.. dia selalu menolak. Gimana sih Ben? :) Akhirnya Ahmad yang menjadi imam kami. Subhaanallaah ya Ahmad shalih.. Setelah shalat, kami mengocok nomor kado. Saat Beni berteriak, "Aku dapat nomor 6", dalam hati aku bilang, "Wah, kado aku jadi milik Beni. Hehe..". Aku dapat nomor 5. Tapi kami tak segera melakukan acara tukar kado, karena acara berikutnya itu adalah makan!! hehe..

Acara tukar kadopun dimulai. Saat Beni membuka kado yang ia dapat, ia berkata, "Ih, Bertha banget.. Haha", aku yang berada tepat disampingnya mengancamnya, "Beni, itu kado aku, awas aja kalo ga dijaga." Beni pun menjawab, "Iya Bu, tapi aku liat ini bukan inget Bu Inggi, tapi inget Bertha, tenang Bu, ntar aku simpen disamping tempat tidur aku." Oke.. oke...

Acara memang sudah tidak jelas.. Yaa.. suka2 aja.. Tapi penuh kejutan.. Pertama Sri dan Gumi bawa kado buat Ega... Heboh.. Lalu Sri dan Gumi bawa kado lagi untuk Bertha.. Kemudian heboh lagi... Hehe.. Ega, Bertha dan aku memang lahir di bulan yang sama, Juli. Dan terakhir... Lagi-lagi Sri dan Gumi membawa kado untukku.. Disertai prolog lalalala.. Hehe.. Scrap book!! I love it.

Scrap book..
Yang mereka persiapkan beberapa hari sebelumnya...
Begadang di depo... Rela pulang telat bahkan malam untuk mempersiapkan ini... Subhanallah...
Membuka lembarannya satu per satu saat itu saja sudah membuatku menangis (haha dasar cengeng), tapi aku memang terharu sebiru-birunya..
Euh.. bahasanya..
Hatiku gerimis...
Membaca Kata-kata di halaman terakhirnya... Rabbi...
Kurasakan cinta yang meluap-luap.. Alhamdulillaah... Makasi ya semuanya.... :)

Ini nih gambar dari Rainbow Scrap Book, I Love It- nya..
Scrap Book.. Love You..

Rainbow in You...

Egaaa...

Gumi....

Sriii

Santi..

Beniii...

Berthaaa

Siti

Vinaaa..

Ahmaaad..

We are....

Rainbow...

Together...

We share together

Sweet words...
 Nah kalo gambar-gambar di bawah ini ceritanya Galery aja.. Hehe..







Kadoku yang didapat Beni...










Sebenarnya, tulisan ini sudah ingin kubuat dan kupublish tak jauh dari tanggal 1 Agustus.. Namun saat itu memang aku masih belum fit benar, jadi ya setiap malam memang harus memaksa diri untuk lebih awal pergi ke peraduan.. Hehe.. Setelah itu, banyak juga hambatannya.. Hadeh.. Alasan memang..

Tapi, memang mungkin ini saat yang tepat tampaknya. Takdir Allah memang tak pernah salah. Semoga bisa menyemangati kalian kembali ya pelangiku.. :)

Kuingat, awal tahun ini, ketika acara itu, saat aku berada di hadapan hampir 100 orang..
Aku dengan bangga menyebut kalian sebagai "Pelangi"
Yang hingga kini pun tak pernah sedikitpun aku menyesal telah mengatakan itu
Selalu kubilang, bahwa kalian memiliki warna yang unik masing-masing
Namun, ketika bersatu dalam pelangi, itulah keindahan dan kekuatan yang sesungguhnya
Warna yang tak lagi sendiri-sendiri
Namun membias dalam kebersamaan

Tahukah, mungkin inilah ujian itu..
Saat Allah hendak menguji seberapa kuat ukhuwah kita
Saat Allah hendak menguji kecintaan itu
Saat Allah ingin membuat kita lebih kuat lagi
Melantunkan setiap do'a dengan lebih panjang dan kuat lagi
Memberikan semangat bagi teman seperjuangan dengan lebih tulus lagi

Takkan dibiarkan cinta tanpa teruji, adik-adikku...:)
Mungkin inilah saatnya kita membuktikan semua komitmen dan kecintaan kita
Meski diluar sana ada banyak hal yang akan menghadang..
Yang takkan mudah menyerah begitu saja
Namun kita haruslah lebih kuat
Jika terjatuh, maka bangkitlah kembali
Jika di luar sana ada api yang menantimu
Maka biarlah kalian menjadi air yang memadamkannya
Jika di luar sana ada batu karang yang menghalangimu
Maka biarlah kalian menjadi ombak yang kan menghancurkannya dalam setiap deburannya
Jika di luar sana ada gulita yang membuat kalian merasa sedikit takut
Maka jadilah kalian sinar mentari yang akan membuat keberanian itu muncul
Jika bumi tak sanggup lagi kalian jadikan tempat berpijak
Maka melangitlah... Melangitlah dengan do'a-do'a terbaikmu...
Ada Allah yang selalu memperhatikanmu
Karena takkan ada pelangi, jika tak ada hujan, bukan?
Biarlah hujan ini menjadi titian kita untuk mewujudkan pelangi kita sesungguhnya...


The last..
Vinaa.., inget yang Vina bilang, "Ntar ga ada lagi yang megang kepala aku dan bilang aku shalihah..".. Hehe.. insya Allah tetep aku panggil shalihah kok adikku.. :)
Sri,,, Tetep jadi penyemangat ya buat yang lain,,, tetep kreatif dan inspiring
Gumi,,, Aku akan tetep panggil Gumi mujahid... Seperti yang Gumi inginkan.. Hehe
Berthaa... I like the way you call me, "Maaak... " walaupun aga aneh sih.. :D
Siti.. stay cool... hehe
Santi,,, Tetep dewasa dan semoga lebih bijak lagi yaa
Beni,, Bisa kok Ben, mau jadi seperti Khalid bin Walid, atau Umar
Ahmad,,, Shalih... Meski dengan Bang Omanya... Tetep rajin tilawah ya shalih...
Ega.. Kita berjuang di bawah yap! 

Sekali lagi... Jazakumullah khair ya untuk semuamuanya...:)
Rainbow Scrap Book, I Love It..


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Senin, 23 Juli 2012

My Best Partner

- Sudah lama ingin menulis tentang ini. Tapi selalu tertunda. Karena ada sms yang memintaku untuk bercerita tentang ujian apotekerku dulu, jadilah kutulis saat ini. 
Special untuk adikku, Cindra, yang akan mengikuti ujian apt tanpa "partner", Trust me, Allah is the best partner. :)-



Pertengahan 2010.
Disibukkan dengan persiapan ujian apoteker.

Ujian Apoteker ITB.
Katanya sih ujian yang paling gak banget. Hehe. Ujian hidup dan mati. Lebay. Kalo yang ini emang bener2 lebay.. Tapi bagiku, ujian apoteker lalu itu adalah ujian keimananku. Semua teman-temanku, hampir jauh2 hari, bahkan setahun sebelumnya sudah mencari partner ujian apoteker nanti. Sedangkan aku, tidak mencari partner sama sekali. Hehe. Hanya merasa ada yang mengganjal saja dengan sistem partner tersebut. Toh, berpartner dengan orang terpintar pun tetap saja bisa tidak lulus. Yah, bagiku itu seperti menggantungkan nasib kita pada makhluk yang sama terbatasnya juga seperti kita. Akhirnya, kuputuskan untuk tak memakai partner pada ujian penelusuran pustaka yang hebohnya bukan main itu. Yang aura magisnya pun terasa sekali. Hehe... Bagiku,cukuplah Allah sebagai partner terbaik. Dialah sebaik-baik partner dan penolong. 

Selain partner, ada juga nih yang namanya markas. Kalo markas ini, sebenernya bermanfaat. Tempat kita latihan soal bareng, terus tempat buku2 yang seabrek-abrek itu. Pas ujian penelusuran pustaka, markas ini yang dipakai buat temapt diskusi bareng partner2 sampai malem, bahkan kadang sampai pagi menjelang.. Nah buat markas, aku juga ga pake markas. Bukan apa2, mahalnya ituuuuu...hehe. Lagian kan ga pake partner juga, jadi agak2 gimana kalau harus ke markas. Alhasil persiapanku untuk ujian apoteker ini banyak dilakukan di rumah. Walaupun tidak seintensif teman-temanku di markas. Mencoba membuat soal sendiri, mengerjakan sendiri, pusing-pusing sendiri, buat jurnal dari setiap soal sendiri (yah, banyak ga selesainya sih sebenernya.. :)), buka-buka buku sendiri.. Eh, gak sendiri sih. Sama Allah, kan partnerku Allah, insya Allah. Belum ketika persiapan ujian, aku juga harus mempersiapkan M-Camp 2010. Jadilah berkompetisi fokusku. Lalu, beberapa hari menjelang ujian penelusuran pustaka, teman-temanku sudah mengisolir diri dengan berbagai buku dan latihan soal di markas, aku malah jadi panitia walimahan sahabatku.. Rini..Rini.. Niat ikut ujian gak sih? Nantangin banget. Hm, mungkin begitu kali ya pikir orang-orang yang melihatku. 

Ujian Apoteker dibagi menjadi 3 tahap yang akan berlangsung selama kurang lebih 1 bulan. Ada ujian penelusuran pustaka (ini ujian yang horor-horor gimanaa gitu,, hehe), ujian praktek, dan sidang. Kata kakak-kakak kelasku, kalau sudah lulus ujian penelusuran pustaka, biasanya lebih mudah kedepannya. Jadi memang ujian penelusuran pustaka ini sangat penting. Tidak lulus di tahap pertama, tidak bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Dan harus menunggu kurang lebih 6 bulan lagi untuk ikut ujian berikutnya. 

Sebelum ujian penelusuran pustaka, kami dibagi undian tempat ujian. Tempatku ujian di lab farmakologi. Selain itu kami juga diberi nametag yang berbeda warna di setiap tahap ujian. 

H-1 ujian penelusuran pustaka. 
Sore hari, kami sudah boleh menempatkan buku-buku pribadi kami di tempat kami ujian. Agar besok, buku-buku tersebut sudah siap digunakan untuk ujian. Aku diantar ayahku untuk membawa buku-bukuku. Hm, sebenernya buku yang kubawa juga tidak sebanyak teman-temanku sih, karena aku lebih memilih meninggalkan buku yang penting di rumah.. Kan buat cari bahan di rumah malamnya. Tenang Rini, kelulusan tidak ditentukan dari buku yang kamu punya kok. Gapapa buku kamu sedikit, yang penting keyakinanmu terhadap Allah tidak boleh berkurang, oke? -menenangkan diri maksudnyaa.. :)-

Ujian penelusuran pustaka akan berlangsung selama 2 hari. Dari jam 8-17. Full pressure. Hehe. 
Hari pertama ujian. Aku ingat bagaimana kerasnya diri ini berusaha menenangkan diri dengan banyak berdo'a memohon kelapangan hati dan pikiran. Minta do'a ke ibu ayah. Dianterin juga ke kampus sama ayah. Masuk ruang ujian. Siap menanti, apa "teman" yang akan menemaniku selama hampir satu bulan ini. Soal ujian pun diundi. Bismillaah.. Apapun takdirMu ya Rabb, aku pasrah.. Hehe. And finally... Aku mendapatkan jodohku selama 1 bulan ke depan adalah Tablet Isosorbid Dinitrat 1000 tablet. Yap. Hanya itu soal yang tertera dalam gulungan kertas yang kuambil. Insya Allah, ini jodoh terbaik yang Allah berikan Rin.. :).

Mulai membuat jurnal tentang ISDN atau Isosorbid Dinitrat. Sibuk mencari data-data yang dibutuhkan agar aku berhasil membuat ISDN sebanyak 1000 tablet. Mulai dari sifat dan karakteristiknya, cara analisis kimia, uji-uji yang diperlukan, formulasi tabletnya, sifat farmakologinya, dosis yang lazim digunakan, dll. Hari pertama, aku menulis jurnal pada bagian-bagian yang aku sudah yakin saja. Bagian farmakologi terutama masalah dosis, kuakhirkan saja besok. Pokoknya, targetku hari ini adalah selesai sampai tahap analisis dan sebagian formulasi atau sisi farmaseutikanya. Dan mengumpulkan data yang kubutuhkan sebanyak-banyaknya. Saat istirahat.. Ketika semua temanku pada bergegas menuju partnernya masing-masing, aku menuju mushala. Mengadukan semuanya pada partnerku. Hehe. Tadinya mau ke Salman, tapii kejauhan, ntar malah telat masuk ruang ujian lagi.. Sesi dua kujalani kembali, setelah merecharge diri. Pukul 17.00, ujian hari pertama selesai. Semua temanku segera menuju markas. Aku menuju gerbang depan, karena ayah sudah menanti. Tujuanku ya ke rumah. Mengerjakan ISDN itu di rumah.Malamnya, aku sempat search di internet mengenai ISDN. Dan tak lupa mengupdate status.. Haha.. Masih sempet aja. Di rumah, aku mulai menulis apa saja yang belum kukerjakan di kampus tadi. Menulis sisa jurnal pada kertas A4 agar keesokan harinya aku tinggal menulis ulang di jurnal ujianku. Karena kalau besok masih harus mencari data-data lagi, bisa-bisa jurnalku tidak beres. Sampai pukul 01.30 aku mengerjakannya. Ditutup dengan bermesra bersama partnerku dalam qiyamul lail. Tenang Rini, temen2 kamu bisa punya 4, bahkan lebih partner. Tapi, Allahlah sebaik-baik partner. Ketika semua partner teman-temanmu bisa melakukan kesalahan, Allah tidak pernah salah. Karena Ia Maha Sempurna. Ketika teman-temanmu bisa ragu terhadap partnernya, tapi kamu selalu bisa yakin terhadap Allah. Biidznillaah..

Hari kedua... 
Teman-temanku banyak yang bahkan tidak tidur. aku sih, alhamdulillah bisa tidur walau sedikit. Hari kedua, aku tinggal menulis ulang ke dalam jurnal ujianku. Alhamdulillaah, jurnal sebanyak 53 halaman tulis tangan itu rampung juga kuselesaikan. Selesai ikhtiarku di ujian tahap 1 ini. Tinggal perbanyak do'a sambil menanti pengumuman. 

Aku lupa, berapa hari pengumumannya. Kalau tidak salah, kami harus menanti selama 1 pekan. Di hari  H pengumuman yang katanya akan diumumkan jam 2 siang itu, aku sudah di kampus jam 1. Begitu pula teman-temanku. Namun, jam 2, ternyata pengumuman belum ada. Aku dan beberapa temanku pergi ke Salman dan menanti disana. Resahku saat itu hanya satu. Kalaupun aku harus tidak lulus di ujian tahap satu ini, sebenarnya aku sudah benar-benar mengikhlashkannya, meskipun aku tahu, kalau aku tidak lulus, pasti orangtuaku sedih. Aku sudah rela kalau tidak lulus. Ada yang kukatakan dalam lirihku pada Allah saat itu. "Ya Rabb, aku sudah benar-benar ridha, jika aku tidak lulus. Mungkin karena ikhtiarku yang tidak maksimal,, aku ridha ya Rabb. Namun, yang kutakutkan hanya satu. Aku takut, jika teman-temanku akan berkata bahwa ketidaklulusanku adalah karena aku yang tidak memakai partner. Aku tidak mau, jika mereka mengecilkan kekuasaanMu ya Allah. Engkaulah sebaik-baik pembuat skenario, dan kini kupasrahkan semua padaMu.. ". Waktu berlalu, dan ternyata, pengumuman sudah ada setelah kami shalat Ashar. Sambil menuju kampus dengan perasaan yang campur aduk, aku dapat telepon dari temanku bahwa aku lulus. Alhamdulillaah.. Ya.. Meskipun dengan peringatan di farmakologi, hehe. Tapi gapapa deh, yang penting lulus. Saat ujian tersebut, ada 4 orang yang tidak memakai partner, aku, dan 3 orang teman ikhwan. Tapi cuma aku yang ga pake markas.. Hihi... Dari 4 orang itu, 2 orang lulus dan 2 lagi belum lulus. 


Ujian Praktek.
Aku dapat di lab pengujian mutu atau analisis. Ujian praktek ini berlangsung selama 3 hari. Aku dapat pengujian HPLC dan Spektrofotometri Infra Red, yang lainnya lupa lagi.. Hehe..
Saat ujian praktek hari pertama, aku dapat ujian (kan emang lagi ujian bukan? :D). Zat pembandingku tidak ada!! Wah, kemana coba?? Hadeh.. Kucoba tanya assisten, merekapun bingung mencarinya. Ya Rabb.. aku kan butuh itu untuk HPLC. aku kebagian HPLC hari pertama. Kata kakak assisten, aku disuruh uji yang lain dulu aja, yang ga butuh pembanding. Sudah ingin berteriak saja. "Kakak, pengujian yang lain itu butuh preparasi sampel selama 16 jam baru bisa diuji!!". Hiks.. Gimana ini, mana katanya baru ada jam 13 an pembandingku. Ckckck.. Allah.. Ya udah, mencoba stay cool aja meski hati dagdigdug. Mengerjakan yang bisa kukerjakan. Sudah begitu, aku butuh pemanasan saat pengujian ISDN kan, dan ISDN itu mudah meledak dengan pemanasan. Haha. Berasa eksperimen uji nyali gini. Temen-temenku bilang, "Rin, kalau lab ini meledak gara-gara ISDN kamu, ntar kita masuk koran lho!". Mereka itu yaa.. Masih aja ngaco. Hm, tapi gara-gara ISDN yang mudah meledak itu, aku bilang ke kakak assistennya, dan jadilah ia mengikutiku terus, karena khawatir aku melakukan sesuatu yang aneh. padahal kan seiseng-isengnya aku juga, kalo lagi ujian ya ga bakal iseng  juga sih.. Ngikut prosedur.. :) Tapi alhamdulillaah, zat pembandingku ketemu jam 9 lebih sedikit. Hadeh,, ISDN ku itu yaa.. ngilang-ngilang aja.. Tapi, alhamdulillaah masih berjodoh untuk bertemu cepat. Wkwkwk.. Segera preparasi sampel lalu HPLC seharian. Ujian praktek ini sampai hari ketiga alhamdulillah begitu merasakan pertolongan Allah. Meski di awal ada insiden dulu. Di hari ketiga pun, alhamdulilllah, aku selesai membuat jurnal praktek pada pukul 14.00, padahal akhir ujian itu pukul 17.00. Subhaanallaah.. Allah memang oke banget. Sebaik-baik penolong.. :)

Pengumuman kelulusan sepekan kemudian. Lalu lanjut ke sidang. Alhamdulillaah.. Berjalan lancar meski harus berhadapan dengan para praktisi yang pertanyaannya unpredictable. Dan lulus kembali di tahap ini yang mengantarkanku pada pelantikan apoteker dan menambahkan Apt pada namaku. Hehe. 

Ada hal yang membahagiakanku dibanding dengan bertambahnya gelar Apt di belakang namaku. Aku berhasil membuktikan bahwa Allah memang sebaik-baik partner dan penolong. Hanya Ia tempat kita bergantung. Bukan manusia yang penuh dengan keterbatasan. Ia bisa memudahkan, bahkan disaat sesulit apapun. Yang kita butuhkan hanyalah keyakinan akan kuasaNya. Komitmen untuk menjadikanNya sebagai satu-satunya tempat bersandar seperti ikrar kita dalam setiap shalat kita. Percayalah, Allah takkan menyia-nyiakan hambaNya yang ingin mendekat padaNya. Yap, satu lagi tarbiyah Allah di ujian apotekerku ini. :)

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Minggu, 22 Juli 2012

Recharge

Wah, sudah sepekan tidak mengupdate postingan di blog. Sepekan ini merasa tidak mengenal diri sendiri sepertinya. Hehe. Aku bukan diriku yang biasa. Mulai dari Senin 16 Juli. Hari lahirku. Sudah berkurang satu tahun lagi usiaku di dunia. Artinyaa,, semakin sedikit waktu yang tersisa bagiku untuk beramal. Yang paling kuingat di hari itu adalah aku menghabiskan penghujung soreku bersama Zia dan Zevni untuk membicarakan KRM kami. :) Semangat ya Zevni, jangan minta ampun terus. Yang harusnya minta ampun kayanya teteh deh.. Ada-ada saja.

Selasa. Pikiranku dipenuhi untuk kuliah dan kuliah. Kuliah manajemen di UGM. Hehe. Tiba-tiba saja muncul pikiran buat kuliah disana. Cari suasana baru. Atau mau ikut Faridah yang kuliah di UGM? (Tuh kan, bener-bener aneh.. :( ).

Rabu. Rabu pagi, hape nokiaku terendam air di tas. Yippi.. Jadilah seharian itu aku hanya menghidupkan nomor 3 ku saja. Nomor asku menganggur. Feel free.. Hanya teman-temanku yang tahu nomor 3 saja yang bisa menghubungiku. 

Kamis. Ade milad. Saudara satu-satunya yang hanya terpaut 1 tahun 3 hari. Oke kan? Hari ini juga aku meninggalkan nomor As ku di rumah. Janjian dengan Nidapun lewat twitter.. Jadi most wanted person part 2 judulnya. Tapi, belajar satu hal. Jika Allah memang sudah menakdirkan untuk bertemu,apapun halangannya, tetap saja akan terjadi pertemuan tersebut.. Ya seperti pertemuanku dengan Nida. :)

Jum'at. Bertemu dengan Chiya dan Ocha.. Ini pun, lagi-lagi dengan perencanaan mendadak. Sms di pagi hari, sore hari bertemu. Alhamdulillaah.. 

Sabtu. Segera pulang karena demam kembali melanda. Lagi dan lagi. Ramadhan hari pertamaku diisi dengan memaksa diri untuk  tak terlalu banyak bergerak. Sedikit saja lelah, suhu tubuh naik. 

Ahad. Wah, full day. Pagi agenda tarbiyah, jam 9-14 haroki akhwat ITSAR, sore rapat evaluasi M-Camp. Meskipun tidak optimal, karena sudah demam masihlah melekat, ditambah sariawanku yang parah. Hehe. Allah memang maha sempurna. Alarm tubuhku ketika aku stress adalah sariawan. Meskipun terkadang aku tidak tahu apa yang membuatku stress.. Tapi yang jelas Allah begitu baik padaku. Memberiku alarm agar tak semakin berlarut-larut dalam stressku. Karena sariawan yang sudah hampir 3 hari ini, bicaraku seperti orang cadel. Sakit sekali. Cadel. Seperti anak kecil. Bicara tidak jelas. Dan akhirnya ibuku bercerita bagaimana dulu ketika aku kecil, cadel dan belum bisa berbicara jelas. Dulu, ketika kecil, kata ibuku, aku pernah datang pada ibuku dengan mengatakan, "Ayas bu, ayas..", sambil menunjukkan bajuku yang basah. Awalnya ibuku tidak mengerti, apa itu ayas, tapi ternyata maksudku itu basah. Hehe. Lalu aku juga menyebut bakso itu ayos, dan susu itu uyus. Tuh kan, memang benar bahasa yang aneh, seperti kata ibuku. But, lagi-lagi, ada yang kupelajari hari ini. Bahwa Allah memang begitu baik. Allah memberi ibu yang bisa mengerti apapun yang aku rasa, katakan, pikirkan bahkan.. Meski tidak jelas. Pelajaran kedua, semua itu memang membutuhkan proses dan bertahap. Seperti berbicara. Dimulai dari tidak bisa berbicara, bicara tidak jelas, samar-samar, untuk kemudian berbicara dengan jelas. Sabar dalam menjalani semua proses tersebut. Semoga Allah karuniakanku kesabaran.. 

Sepekan aku tak mengenal diriku sendiri. Hm,, mungkin butuh sesuatu untuk me-recharge diri. Ramadhan.. Aku akan jadikan Ramadhan ini benar-benar menjadi super training bagiku untuk melejitkan diri, insya Allah. Semoga diri ini mampu mendapatkan kebarakahan Ramadhan mulia.. Semangat!! 


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Minggu, 15 Juli 2012

Bersegera dan Bergerak

Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu
Bergeraklah, karena diam berarti kematian

Ini adalah kalimat yang selalu kutuliskan dalam setiap akhir tulisanku, di facebook, atau di twitter. Sedang berusaha memberikan ruh pada kalimat ini agar kalimat ini tertanam dalam diri. Menjadi seorang pribadi yang bersegera dan terus bergerak dalam kebaikan.

Bersegera dan Bergerak. 
Terinspirasi dari berbagai ayat cintaNya yang sarat dengan kata "Bersegera". 

"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa." (Ali Imran 133)

""Dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya. Mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya." (Al Mu'minun 60-61)

"Dia (Musa) berkata, "Itu mereka sedang menyusul aku dan aku bersegera kepadaMu ya Tuhanku, agar Engkau ridha kepadaku." (Thaha 84)

"Maka segeralah, kembali kepada (menaati) Allah. Sungguh aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu." (Az-Zariyat 50)

Subhaanallaah.. Begitu banyak kata "bersegera" dalam kalamNya.. Itu baru sebagian saja yang kutulis di atas.. Makanya, terinspirasi untuk menjadikannya tadzkirah diri. Bahwa waktu yang dimiliki sangat terbatas. Itu sudah pasti. Namun, begitu banyak hal yang harus dilakukan. Karena hidup ini pada hakikatnya adalah persiapan kita untuk menuju kehidupan akhirat kelak. Berkejar-kejaran dengan waktu yang terbatas, maka itulah butuh bersegera dalam beramal. Tak menunda-nunda kebaikan yang bisa dilakukan saat ini juga. 

Bergeraklah.. 
Hm.. Kalo yang ini sih sudah pasti harus.Karena bersegera itu ya bergegas dalam melakukan amal-amal kebaikan. Artinya bergerak kan? Karena muslim itu haruslah dinamis. Ia haruslah memiliki progress dari waktu ke waktu. Agar semakin  berkualitas diri ini di hadapanNya. 

"Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan -mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka) dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak diantara mereka menjadi orang-orang yang fasik." (Al-Hadid 16)

Note : really love this ayah.. begitu mengena.. Masihkah ada alasan untuk menunda-nunda atau tak bersegera menaatiNya? 

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik. " (Al Ankabut 69)

Yap.. Bersegera dan Bergerak dalam kebaikan. Insya Allah.. :)


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-



Kamis, 12 Juli 2012

Traffic Jam

Dua jam perjalanan pulangku dari rumah sakit ke rumah hari ini. Macet sekali.. Mulai dari depan stasiun,      Kebon Kawung, masuk Pasirkaliki, Istana Plaza, lalu masuk Pasteur.. Hmm.. Bertambahlah macetnya... Maranatha, jangan ditanya, sudah tentu padat merayap. Dua jam. Seperti perjalanan ke Jakarta aja. Bahkan ke Jakarta pun bisa kurang dari dua jam. Aku pernah mengalaminya. Itu yang nyetir Mas Didit soalnya. Hehe.. Padahal dulu belum ada Cipularang lho, dan kami melewati Puncak. Sempat shalat Isya dulu bahkan di Masjid Puncak. Masku ini emang jago banget kalo nyetir. Ketika  masuk tol Pasteur, Mas Didit bilang pada kami-kami adiknya ini,"Nih ya, liat nih, jam setengah 9, kita udah sampe kota Jakarta." Itu baru pukul 18.45 WIB. Dan memang benar, jam setengah 9 malam, kami sudah keluar dari pintu tol dan masuk kota Jakarta. Ini si mas yang ekstra ngebut, apa emang jalanannya sepi banget yah? Tapi aku tidak merasa Mas Didit ngebut banget.. Aman-aman aja soalnya adrenalinku. Oke banget nih si mas. :)



Oke2. Balik lagi ke perjalanan pulangku yang akrab dengan macet. Aku paling tidak suka macet. Meskipun pernah juga mengalami macet sampai 8 jam waktu pulang ke Surabaya saat menjelang Idul Fitri. Lagian siapa juga sih yang suka sama macet? Waktu terbuang, sampai di tempat tujuan telat, dan yang paling aku tidak suka, macet itu pemicu emosi. Hm, semacam depresan gitu. Tapi, disisi lain, aku bisa ambil sisi positifnya juga. Melatih kesabaran. Mengendalikan diri untuk tidak mengeluarkan keluhan.  Macet hari ini berhasil menemaniku mengulang hafalan juz 22. Setelah selesai, akhirnya aku yang kalah. Ketiduran. Hehe.  

Lebih suka jika jalanan tidak macet. Lebih suka kalau pergi kemana-mana, jalan lancar-lancar saja, bisa sampai lebih cepat, waktu lebih efisien. Tapi... Seperti itulah kehidupan kita. Tidak mungkin kita berharap hidup tanpa masalah, tanpa tantangan. Adakalanya kita harus terjebak dalam situasi yang tidak kita inginkan. Jika Allah membiarkan kita tanpa masalah, maka mungkin kita yang harus bertanya pada diri kita. Adakah yang salah dalam diri? Ketika Allah memberi masalah, maka ada yang Allah inginkan dari diri ini. Menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih bijak, lebih dekat denganNya, dsb. Jika kita tak terbiasa dengan masalah, maka kita belum teruji. Sekali lagi, bersyukur karena Allah masih berkenan untuk menguji kita yang tak seberapa ini. Tetap berharap, semoga cinta indahNya membersamai kita dalam setiap ujian yang Ia berikan. 

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Senin, 09 Juli 2012

Kontras

Ada dua orang pemuda. Sama usianya. Tetapi berbeda dalam hal pemaknaannya terhadap dirinya.
Berbeda dari amal yang melekat pada dirinya.
Pemuda pertama, ia menyibukkan diri dengan amal yang mendekatkan dirinya pada Tuhannya. 
Ia rela berpayah-payah dalam dakwah, meskipun banyak kesenangan dunia yang mengajaknya serta.
Ia ridho, meski istirahat menjadi sangat minim, meski tenaga terkuras karena jihad.
Karena ia yakin, ada hak-hak yang harus ia tunaikan dengan baik.
Saat ada ketetapan Allah yang tak sejalan dengan keinginannya, ia tak lantas berburuk sangka pada Sang Pemberi Ketetapan. 
Justru keyakinannya pada takdir terbaik yang Allah siapkan untuknya semakin meningkat.
Bukan putus asa jalan yang ia pilih.
Ia sabar meniti jalan yang tak semua orang memilih untuk melaluinya.
Ia sibukkan diri dengan berlama-lama dengan kalamullah. Menghafalkan sedikit demi sedikit surat cintaNya dan ia berikhtiar untuk mengamalkannya..
Subhaanallaah...



Pemuda kedua, ia disibukkan dengan kesenangan dunia dan dirinya semata.
Ia selalu berkata bahwa ia mencintai Rabbnya, namun amal yang ia lakukan justru menjauhkan dirinya dengan Sang Khaliq.
Pemikirannya sesuai nafsunya, tak ia libatkan diinnya dalam memahami sesuatu.
Ia rela, mengeluarkan uang untuk sesuatu yang bersifat hiburan semata.
Ia rela, meski tahu itu adalah celah untuknya berbuat dosa.
Saat ada sesuatu yang tak sesuai dengan keinginannya, ia mudah putus asa.
Dan menganggap bahwa takdirNya tak adil.

Apa yang membedakan mereka?  Iman yang ada dalam diri. Iman yang tak sekedar ucap, namun juga mengakar dalam jiwa. Salah siapakah jika mereka berbeda? Lingkungan? 
Selalu saja lingkungan yang menjadi kambing hitam saat terjadi hal seperti ini.
Meski lingkungan berperan penting dalam pembentukan diri seseorang, namun tak berarti seseorang hanya dibentuk oleh lingkungan semata. Ada inisiatif dalam diri, ada fitrah diri yang cenderung mencari kebenaran. 
Dan perbedaan ini menyadarkan kembali tentang urgensi dakwah.
Karena indahnya iman dan Islam adalah milik semua hambaNya.
Dan dakwahlah yang membuat semua keindahan itu menyebar ke segala arah.
Mengajak manusia untuk mencinta dan taat pada Sang Pencipta.



-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Minggu, 08 Juli 2012

My Sister's Wedding

Bahagianya aku hari ini. Alhamdulillaah.. Subhaanallaah...
Hari ini saudariku menggenapkan separuh diennya, Syarah Khaerunnisa alias Uroh. Hehe.. 
Pertama kali aku mengenalnya ketika aku SMP dulu, saat aku mengikuti KRM. Teman sekelompok mentoring pertama dengan Teh Nana. Hm.. Kalau diingat, hmm.. sepertinya aku sama Uroh yang paling iseng deh kayanya.. hehe.. ribut terus. 

Aku ingat betul, dulu saat aku hendak pulang, Uroh yang sedang beli batagor, akan teriak memanggilku "Haris, Haris.." dan ia akan tertawa sejadi-jadinya. Tau kenapa ia memanggilku Haris? Saat kami SMP dulu, di salah satu stasiun televisi swasta ada sinetron yang berjudul Cinta (wah masih inget gini..), pemain utamanya Desy Ratnasari yang berperan sebagai Rini, dan pasangannya saat itu adalah Primus Yustisio yang berperan sebagai Haris. Jadilah aku dipanggil Haris oleh Uroh. Biarin aja, kan Primus ganteng ini. Pikirku dulu. Hehe. Tapi aku juga tak mau kalah. Selain sinetron Cinta, saat itu juga sedang ditayangkan sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Tapi aku lupa yang ke berapa saat itu. Di sinetron itu kan ada pemeran Sarah, yasudah, kubalas Uroh dengan memanggilnya "Doel", atau dengan bertanya "Sarah, Zaenab sama Doelnya mana?". Giliranku yang tertawa sejadi-jadinya. Tapi tetap, dia akan membalas dengan memanggilku Haris kembali.. Bocah..Bocah.. :)

Beranjak dewasa, kami terpisah sekolah, ia di SMA 8, saat kuliah pun kami tak satu universitas, tapi, karena Uroh ikut KARISMA di SALMAN ITB, maka kami cukup bisa bertemu, meskipun memang tak sering. Terkadang hanya sepintas saja. Jika kami ingin mengobrol cukup lama, harus janjian dulu. Hehe. Sok sibuk.

Pertemuan kami terakhir sebelum ia menikah hari ini pun "tidak sehat". Bagaimana tidak, sepanjang pertemuan, yang kami lakukan selalu kontak fisik. Entah itu saling mendorong, saling memukul, saling mengisengi, tapi tentu saja tidak saling menyakiti.. iya kan Uroh? :) Padahal tadinya aku sudah berniat memberi Uroh wejangan qobla nikah, tapi gajadi. Hehe. Ntar dikira sok tau lagi. Saat itu ia memberiku undangan pernikahannya sekaligus undangan untuk teh Nana. Aku belum membuka kartu undangan itu, masih kupegang saja. Dan Uroh bilang padaku, "Buka atuh Rini, emang kamu ga mau tau gitu siapa nama calon suami Uroh?". Kujawab segera, "Kan udah tau Uroh, di FB juga ada bukan? Lukman Nur Hakim. Bener kan?". "Oh iya ya.. hehe.. bener..bener..", jawabnya.. 

Dan hari ini... adalah hari bersejarah dalam hidupnya... Aku pergi kesana bareng tetehku.. 
Sebenarnya, Uroh memintaku untuk datang saat akad, dan tadinya aku pun sudah berniat untuk datang akad. Akadnya jam 8, dan Uroh bilang padaku, berangkat aja dari rumah jam 6. Pagi bener ya. Tapi memang aku sudah berniat pergi nyubuh hari ini. Ternyata, paginya, kepalaku berat sekali, ditambah kaki kananku yang sempat memar kemarin-kemarin, sakit kembali. Gagallah aku berangkat nyubuh. Maaf ya Uroh.. :( 

Di pelaminan.. Ia pun tetap seperti yang kukenal (bukannya jaim sedikit gitu). Ia langsung menodongku dengan berteriak, "Mana Rini, janji tinggal janji, dusta kau!", sambil tertawa-tawa tentunya.. Hadeh, mau jelasin gimana, aku tertawa-tawa saja, di belakangku sudah antri undangan yang lain. Hm.. Belum sempat kan kuucapkan do'a untuknya. Saat kami akan pamit, aku dan teh Nana menuju tempatnya, eh, Uroh berkata, "Ih, mau ngapain kesini?, hehe". Euh.. Ini namanya gubrak.com kalau kata teh Nana. Kutarik saja teh Nana untuk berbalik dan bilang, "Yaudah teh, kita pulang aja.. yee..". Lalu Uroh berkata, "Eh eh.. gimana sih, sini  sini foto-foto". Giliran teh nana saja yang geleng-geleng melihat kelakuan kami, di pelaminan pula. Ckckck.. Adikmu yang bernama Uroh memang pengantin yang unik teteh sayang. Sabar ya Kang Lukman.. #Lho? Setelah berfoto, kami pun pamit. 

Hm.. Uroh..Uroh..
Subhaanallaah.. 
Rabbi, aku menambah lagi permintaan padaMu..
Berikanlah saudariku ini kebarakahan dalam kehidupannya saat ini dan selanjutnya..
Bimbing ia untuk selalu dalam kebaikan, dan naungi ia dengan cintaMu yang tak pernah berkurang ataupun memudar..
Aku sungguh mencintainya ya Rabb.. 
Kuingin bahwa cinta inipun hanya karenaMu semata..
Berilah ia kekuatan untuk melalui hari-harinya ke depan yang mungkin tak lebih mudah..
Baarakallaahu laka, wa baaraka 'alaika wa jama'a bainakumaa fii khair..
Maha suci Allah yang telah mempertemukan kita dengan skenario indahnya..

Special untuk saudariku yang hari ini menggenapkan setengah diinnya..
Sejuta cinta untukmu Uroh.. :*
Rini mau iseng dikit Uroh,, Tapi suamimu namanya bukan Doel ya Uroh?? Hihi... *piis Uroh..



-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..