Kamis, 21 November 2013

My Pregnancy Journey : 1st Month

Seharusnya ini ditulis sejak dulu. Sejak awal kehamilanku. Tapi begitulah, karena satu dan lain hal, akhirnya gagal terus menulis tentang catatan selama kehamilan ini. Tau-tau akhir bulan ini udah mau masuk bulan ke delapan aja. Makanya, lebih baik kita mulai menuliskannya. Sebelum nanti Januari, dan insya Allah dedenya udah lahir, udah ga inget lagi. Hehe.

Bulan pertama. April-Mei 2013
Saat ini aku belum merasakan perubahan yang cukup berarti. Kalaupun melakukan testpack di bulan ini, kayanya juga HCG nya belum terdeteksi. Ya, masih seperti biasa aja. Merasa tidak ada yang berubah. Pekan ketiga keempat di bulan ini,aku mulai merasakan feeling kehamilan itu. Halah… Hehe… Kalau bangun tidur, suhu tubuhku lebih hangat dari biasanya. Ya, emang ga ngukur pake termometer sih. Berdasarkan feeling aja. Kucoba mengamati suhu basalku selama beberapa hari kedepan. Ternyata sama. Lebih tinggi dari biasanya. Tapi ya ini kan baru salah satu tanda aja. Jadi, aku masih diem-diem, ga bilang siapa-siapa. Mau coba testpack, tapi masih ragu.

Tanggal 11 Mei, kucoba untuk melakukan testpack dengan testpack ketelitian 10mIU HCG. Garisnya  masih satu. Iseng kusimpan testpack tadi di tempatnya semula. Hari itu kami akan pergi ke walimahan Nina. Saat sedang bersiap-siap, tidak sengaja testpack tadi jatuh, dan keluar dari tempatnya. Saat kuperhatikan, sekarang garisnya sudah ada dua. Tapi memang garis yang satu sangat tipis. Aku pikir, ini sudah lebih dari 2 jam setelah aku test tadi. Bisa saja itu positif palsu. Hehe…

Beberapa hari setelahnya, suhu basalku tetap lebih tinggi. Akhirnya, penasaran, kucoba test lagi pada tanggal 15 Mei 2013. Pagi, saat abang shalat subuh di masjid. Hehe.. Dan kali ini dengan testpack yang lebih rendah ketelitiannya. 25mIU HCG. Ternyata kali ini garisnya langsung muncul 2. Alhamdulillah… Cukup jelas. Tapi, sampai abang pulang dari masjid, dan pergi ke kantor, eh waktu itu abang masih ke ITB deng, aku belum bilang. Bingung bilangnya. Hehe… yang ada malah testpacknya kufoto, terus kukirim lewat whatsapp ke Nisaul sama Wafaa.Jadi merekalah yang pertama tahu. Kalau Wafaa malah mikirnya abang udah tau. Padahal akunya aja yang belum tau gimana cara ngasih taunya….

Setelah bingung mencari cara, kuputuskan memberi tahu lewat whatsapp aja. Hehe… Model baru, kan? Kubilang dulu sama abang, kalau abang ga sibuk, bilang ke aku. Eh, gataunya langsung dibaleslah, dengan bilang ga sibuk. Kukirim foto testpack tadi… Berhasil juga ngasih taunya…Dan diakhiri kalimat yang rada-rada aneh dari abang… “Abang akan bertanggung jawab, dengan cinta dan raga”. Hehe… Berasa di sinetron, heuheu….

Yah, karena saat itu aku juga belum telat haid, maka kami memutuskan untuk pergi ke dsog-nya nanti saja, pekan depan, insya Allah… Soalnya pengalaman teman-temanku yang ke dokter di minggu-minggu awal, biasanya diminta balik lagi 2 mingguan… Sebab belum terlalu terlihat di USG-nya…
Paling sekarang jaga kondisi dan makan yang bener… Hehe… Bismillaah…

To be continued

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-

-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-


Rabu, 20 November 2013

Ada Hikmah

Saat itu, hujan turun. Tidak terlalu deras memang. Abang menjemputku di pusdai. Dengan kondisi yang cukup basah. Kami bergegas pulang. Abang memberikan tiket parkir padaku. Sudah basah tak berbentuk. Abang bilang, "Jangan sobek, ya".
Kupikir, ini tiket udah remuk karena basah.
Saat kuberikan pada mas penjaga tiket parkir, ia me-scan tiket di bawah alat yang sudah tersedia. Namun, sensor alat itu tampaknya tidak bisa membacanya, karena tiket kami sudah basah. Beberapa kali ia mencobanya. Namun gagal. Akhirnya masnya melihat tiket kami secara manual, dan memberi tahu biayanya seribu rupiah. Setelah membayar, motor Suzuki Smash abang segera melesat di tengah hujan. Saat itu, aku sempat berkata pada abang, "Itu bukti, Bang, kalo manusia lebih canggih dari teknologi apapun. Hehehe...Allah yang buat sih..".
Dan abang bilang, "Yap".

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Jumat, 15 November 2013

Gagal Pergi

Apa yang akan kalian lakukan jika sedang dilanda masalah yang cukup pelik, lalu datang bertubi-tubi, hingga kepala mau pecah? Hehehe... Pasti banyak jawabannya. Ada yang jawab galau, curhat sama orang, atau ada juga yang bilang, ya hadapi saja. Dalam kondisi yang dihadapkan dengan masalah yang kita anggap besar, setiap orang butuh untuk menenangkan dirinya sendiri. Cara untuk mencari ketenangan itu yang berbeda-beda.

Kalau aku, bisa macam-macam juga caranya. Tapi, saat benar-benar butuh ketenangan dan merenung, aku harus pergi ke suatu tempat yang cukup jauh. Yang tenang, pemandangan alam yang bagus. Disana introspeksi diri bisa lebih dilakukan. Eh,tapi itu sih buatku.

Tadinya aku berencana pergi hari Senin yang lalu. Entah kemana. Kemana kaki melangkah saja. Kepikiran yang paling deket ya daerah Lembang. Tapiii...gagal sodara-sodara. Hujan deras sekali yang akhirnya mengurungkan niatku untuk pergi. Sedih rasanya... Karena aku butuh itu.. Meski hanya sebentar.

Yasudahlah, mungkin belum waktunya. Ga baik juga nyalahin keadaan. Sekarang tinggal bagaimana aku bisa menghadapi masalah, meskipun belum bisa pergi ke tempat manapun.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Pagi Ini


Hari ini, pagi tadi.

Kembali aku menyaksikan pemandangan yang miris. Seorang bocah laki-laki berusia kurang lebih satu setengah tahun. Saat itu ia sedang diajak ibunya jalan-jalan sambil sarapan. Anak itu begitu aktif, ia berjalan kesana kemari. Tidak mau diam. Ibunya terus memarahi anak itu karena ia memang tidak mau diam, akhirnya makanpun tidak masuk. Ibunya berteriak-teriak. Menyebut namanya dengan keras, dan menyebutnya anak anakal berkali-kali. Kurasa kesabaran ibu itu sudah berada di level terakhir. Ibu itu berteriak-teriak. Sampai-sampai menimbulkan kegaduhan. Akhirnya sang anak digendong oleh ibunya. Saat ibunya akan menggendongnya, anak tersebut menjatuhkan topi yang ia pakai ke jalan. Tak pelak lagi, si ibu kembali naik pitam. Anaknya dimarahi untuk kesekian kalinya, kali ini sambil memukul kepala anak tersebut.

Masya Allah…
Apa yang kulihat mungkin bagi orang lain biasa saja. Tapi, tidak bagiku. Pemandangan tadi mengajarkanku satu hal. Bahwa hidup dalam kesabaran itu tak mudah. Perlu latihan yang luar biasa. Pembiasaan sejak dini. Ah, tapi berkata atau menumpahkan kata-kata lewat tulisan memang mudah, bukan? Yang sulit itu mengamalkannya.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-


Bukan Sinetron

Kau tahu, dari dulu aku tidak pernah percaya sinetron. Cerita-cerita didalamnya membuatku berpikir kalau sinetron adalah tontonan yang lebay, terlalu dilebih-lebihkan. Mana ada di dunia nyata cerita seperti di sinetron???

Tapi kini, aku sedikit berubah. Ternyata apa yang harus kuhadapi, atau apa yang terjadi di sekitarku memang mirip dengan apa yang ada di sinetron. Berarti memang ide cerita sinetron diambil dari kisah nyata. Cuma ya itu… Lebaynya terlalu. Kalau ada yang jahat, jahat sekali. Kalau ada yang baik, baik sekali. Di sinetron, yang ditampilkan rata-rata tentang perebutan harta, cinta, dll. Bosan. Itu-itu saja. Ceritanya mudah ditebak. Dan cenderung tidak mendidik. Di sekolah, yang ditampilkan adalah persaingan antar geng, cinta monyet, permusuhan, dll. Kalau di dunia nyata ya memang begitu keadaannya. Tidak ditambah atau dikurangi.

Kita memang tidak pernah tahu skenario Allah bagi kita. Terkadang, kitapun tidak tahu apa hikmah yang Allah siapkan untuk kita dibalik semua peristiwa. Yang bisa kita lakukan adalah menjalani ketetapan Allah untuk kita, yang sepaket dengan ujian yang mengiringi. Bersabar. Meski mungkin terdengar klise, namun memang itu jalannya. Agar tetap bertahan, meski kondisi di depan mata sesulit apapun.


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Beergeraklah, karena diam berarti kematian-

Pilihan

Entah apa ini yang disebut menyerah atau bukan
Apakah ini yang dikatakan behenti berjuang atau bukan
Tapi yang kurasa, aku sudah lelah, terlalu lelah
Hingga aku memilih untuk bertahan

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Minggu, 10 November 2013

Ingin

Aku hanya ingin pergi
Sebentar saja...
Hanya ingin beristirahat
Sesaat...
Aku hanya ingin menatap kesejukan..
Yang membuatku mampu berdiri tegak kembali...
Aku hanya ingin...
Mengumpulkan segenap kekuatan dan kesabaran...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..