Jumat, 18 Oktober 2013

Your Children....



Sekarang ini, di televisi sering kita temui acara pencarian bakat bagi anak-anak kecil. Atau audisi seperti Miss Indonesia tapi, untuk anak kecil. banyak anak yang mengikutinya. Tentunya didampingi orangtuanya. Tapi... Mirisnya melihat anak-anak ini. Bagiku, mereka seperti dieksploitasi untuk industri hiburan. Anak-anak yang seperti dipaksa untuk keluar dari dunia kanak-kanaknya. Harus meniru artis inilah, itulah... Dengan gaya yang seperti orang dewasa. Entahlah, apa yang dirasakan oleh anak-anak itu. Apakah mereka bahagia, atau tidak.

Lagi-lagi, disinilah peran penting orangtua terhadap pendidikan anak-anak mereka. Aku juga tidak tau, apa latar belakang orangtua mereka mengikutsertakan anak-anaknya dalam audisi-audisi macam itu. Pasti banyak alasan jika digali.

Saat jalan ke sebuah pusat perbelanjaan, ternyata disana sedang ada lomba peragaan busana untuk anak-anak. Dan mayoritas yang mengikutinya adalah anak perempuan. Begitu melihat pakaiannya... Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.... bener-bener minim,menampakkan bagian tubuh dari anak-anak itu. Okelah mereka masih belum baligh, tapi, jika dari kecilnya saja sudah dibiasakan seperti itu, apa kabar nanti ketika mereka dewasa?

Masa depan macam apa yang akan mereka hadapi nanti? Ah... sekulerisme, liberalisme, telah menggerogoti pemikiran kita... Menjauhkan diri dari apa yang seharusnya kita pegang erat-erat. Syariat.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah,, karena diam berarti kematian-

Kamis, 17 Oktober 2013

Peran Bernama "Ibu"



Ada sebuah komunitas bagi para ibu atau calon ibu yang beralmamater ITB. ITB Motherhood. Ada grup di facebook, dan sesekali kopdar. Grup Facebooknya ini sangat aktif, semua bisa ditanyakan disini. Masalah kesehatan, curhat, sampai buka lapak bisnis. Hehe... Kalau aku sih masih jadi passive reader aja... :D

Tapi join grup ini kerasa banget manfaatnya. Jadi tau apa yang harus kita ketahui, atau bahkan sesuatu yang kita merasa belum membutuhkan pun, bisa jadi investasi saat kita membutuhkannya kelak. Alhamdulillah ada grup ini...

Dari semuanya, ada satu hal yang aku perhatikan sama pada anggota grup ini. Bahwa keinginan mereka untuk menjadi ibu yang hebat bagi anak-anaknya adalah prioritas. Kalau dulu, waktu kuliah di ITB, setiap salam ganesha mottonya adalah untuk Tuhan, bangsa dan almamater, kalo sekarang untuk Tuhan, bangsa dan keluarga.. Hehe... Semua sepakat bahwa menjadi ibu berarti menjadi pendidik pertama bagi anak-anaknya, madrasah pertama dan utama dalam membangun peradaban ummat. Meskipun ada banyak juga yang menjadi working mom, namun sebenarnya keinginan mereka adalah bersama anak-anak mereka sepanjang waktu, membersamai perkembangan mereka. Hanya terkadang kondisi yang menuntut mereka untuk menjadi working mom. Biasa karena alasan ekonomi, atau aktualisasi diri.
Saat memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, yang berkarir dirumah, ternyata yang dialami oleh kami-kami ini hampir sama. Hehe... Dari orangtua atau keluarga yang selalu menyayangkan keputusan tersebut. Alasan yang sering diterima adalah, "Kalau cuma jadi ibu rumah tangga, ngapain susah-susah kuliah di ITB? Kasian ijazahnya, mubazir..."

Itu yang S1, apalagi kalau yang memutuskan untuk berkarir di rumah adalah seorang ibu yang sudah lulus S2, lebih-lebih lagi penolakan yang diterima. Tapi, kami tetap sepakat, bahwa bagaimanapun, seorang ibu haruslah wanita yang cerdas. Karena dari tangannyalah anak-anaknya kelak memperoleh pendidikan, bukan dari pengasuh, khadimat atau yang lainnya. Menjadi apapun seorang wanita, maka ia haruslah cerdas.Entah nanti bekerja di luar rumah, atau di dalam rumah. 

Ada perbedaan sudut pandang generasi yang kulihat dalam masalah ini. Generasi orangtua kami menganggap bahwa setelah kuliah ya harus kerja, imbalannya berupa gaji. Kalau si anak tidak bekerja di luar rumah, maka artinya ia menyia-nyiakan pendidikannya. Atau anggapan bahwa sekarang, jadi perempuan itu harus mandiri (iya sih... :)), tidak bergantung pada suami (secara finansial). Karena sekarang, kebutuhan mahal... Wkwkwkwk...  

Sedangkan kami, justru tidak seperti itu. Semakin tinggi pendidikan, semakin sadar bahwa pendidikan yang selama ini didapat ya tujuan utamanya agar dapat membentuk generasi yang lebih baik. Memberikan kebermanfaatan yang sebesar-besarnya dalam keluarga. Lingkup sosial yang terkecil. Bukan berdaya guna di luar, untuk orang lain, sementara amanah keluarga dan anak-anak didelegasikan kepada orang lain.

Membentuk pola pikir seperti ini, dan memahamkan kepada orang lain bukan hal yang mudah, namun bagiku, itu adalah sesuatu yang patut diperjuangkan. Karena ini masalah investasi jangka panjang dan amanah. Wanita tetap bisa produktif, meski ia "hanya" seorang ibu rumah tanga. Banyak kok contohnya. Liat aja di acara Tupperware She Can... Hehe... Malah promosi.... :D

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantikmu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Rabu, 16 Oktober 2013

Love Cake in A Mug

There is a love in a mug... Love cake in a mug

Sore hari ini, aku mau eksperimen... hehe... Sebenernya udah pengen dari kemaren-kemaren, tapi baru terlaksana tadi sore. Mau buat cake in a mug. Iseng buat kue... Tapi males kalo buat dalam porsi banyak. Yaudah, buat di mug aja. Lebih simple dan praktis juga. Pake bahan yang ada aja..

Jadilah...
Oven udah dibawa ke dapur sama abang dari tadi pagi sebelum ke kantor... Hehe.... Mau bikin cake teh pamer-pamer dulu.... wkkwkwk... Harus jadi ini mah... ntar dikira harkos... :D

Bahan-bahan udah ada. Yang ga ada, bisa diakalin biar jadi ada. Hehehe...
Siapin 2 mug. Kalau buat satu mug, telur yang dipake cuma setengah butir, jadi biar pas, kita buat dua mug aja...

Bahan buat 1 mugnya, aku pake takaran ini :
3 sendok makan tepung terigu
3 sendok makan gula pasir
1 1/2 sendok makan coklat bubuk
3 sendok makan susu cair
2 sendok makan minyak sayur
1/2 butir telur yang sudah dikocok
baking powder, pake feeling ini mah...
buat taburannya aku pake coklat batang yang diparut

Caranya, semua bahan kecuali parutan coklat dimasukkan ke dalam mug, aduk hingga rata, tidak ada gumpalan. Pastikan semua teraduk sempurna...Terus, kalau udah, coklat parut ditabur diatas adonan.. Masukkan mug kedalam oven, panggang selama 5-10 menit dengan suhu 180 derajat celcius. Taraa... Jadi deh...

Rasanya... Hmm... lumayanlah... buat ekperimen pertama... Hihi.... Satu mug buat aku, dan satu lagi buat abang..
Tapi gambarnya kurang baguus.... :P



-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Tokoh Utama

Di rumah, ibu lagi suka nonton Surat Kecil Untuk Tuhan yang di RCTI itu... Yah, jadinya kita kalao pas lagi di rumah jam segitu, ikut nonton juga... Awalnya, lumayanlah... Eh tapi, kesini-kesininya asa jadi sinetron banget...-Emang sinetron kan ya?-

Hehe... Maksudnya teh, ceritanya jadi kemana-mana... Ga jelas pisan... Wkwkwk... Nontonnya juga udah males... Hihi.... Ceritanya tuh udah khas sinetron Indonesia... Sekolah yang isinya cinta-cintaan, trus berantem antar anak geng, iri-irian, dan... ini nih yang paling sinetron abis... Tokoh utamanya itu disukain sama banyak laki-laki... Dikejar-kejar sama banyak cowok tampan... :D

Sampai-sampai dulu, gara-gara tipikal sinetron Indonesia yang macem gini, aku pernah bilang ke diriku sendiri, "Kalo di sinetron kan tokoh utama itu disukai banyak orang, berarti kalo aku mah pemain figuran yah?". Haha... memang pemikiran yang absurd....

Trus, aku bilanglah ke abang, dulu pernah punya pikiran kaya gitu. Si abang ketawa-ketawa aja. Katanya, "Yaudah, kita buat nanti yang antimainstream... Figurannya yang justru disukai banyak orang... Si tokoh utamanya mah cuma lewat aja... hehehe...."
Beuh... itu mah namanya tokoh utamanya ya si figuran itu... bukan yang lewat-lewat aja.... Hehe... Sama aja bohong...  :p

Itu kan sinetron... Buatan manusia... Apalagi sinetron Indonnesia... Hadeuh... Ceritanya udah deh... Itu-itu aja, ribet, panjang dll... Makanya ga suka sama sinetron... Cuma karena kadang kondisi yang membuat jadi nonton sinetron...

Tokoh utama atau figuran...
Setiap kita di dunia adalah tokoh utama dalam perjalanan hidup yang sudah digariskan oleh Allah. Tidak ada yang menjadi figuran. Karena toh hisab amal kita sendiri-sendiri. Jadi kitalah yang menentukan langkah kita... Tokoh utama yang mengejar amalan-amalan utama juga... Seharusnya seperti itu... Namun terkadang, kita tidak fokus pada peran kita sebagai tokoh utama ini... Adakalanya kita seperti larut dalam alur cerita kehidupan orang lain... Mengurusi amal-amal orang lain, sementara diri kita tak tersentuh....

Ga perlu jadi perempuan cantik, ideal dan disukai banyak laki-laki untuk jadi tokoh utama. Cukup fokus pada peran-peran yang diamanahkan kepada kita, berusaha dengan amal terbaik, dan mengikuti jalan hidup yang Allah tetapkan.

Yeah...! Aku bukan figuran, kok...! ^^


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Rabu, 09 Oktober 2013

My Stress Management

Bagaimana memanage pikiran itu bagiku bukan sesuatu hal yang mudah. Dari dulu, aku selalu dibilang sama orang-orang disekitarku, bahwa aku terlalu banyak memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan. Atau, kalaupun memang harus dipikirkan, aku terlalu memikirkannya dengan detail. Terlalu berlebihan dalam memikirkan sesuatu.

Makanya, kalau aku sudah stress, aku punya alarm khusus dari dalam diriku. Yaitu sariawan. Wkwkwkwk... Yah, sariawan itu tanda kalau aku sedang stress, terlalu memikirkan sesuatu, atau sedang banyak pikiran. Sedikit-sedikit sariawan, baru sembuh beberapa hari, udah sariawan lagi. Parah... Hehe...
Sariawan pun ga cukup satu, tapi banyak. Setiap akhir semester waktu kuliah, saat UAS atau UTS, aku hampir tidak pernah tidak sariawan.

Mungkin karena aku introvert, jadi memang semua kupendam sendiri saja. Atau yaa... menulis. Lebih menyalurkan perasaan tampaknya. Walaupun sekarang sudah tidak terlalu sering sariawannya... Tapi, aku masih merasa bahwa manajemen pikiranku masih buruk. Manajemen stressku pun masih kurang. 

Jadi, saat ini aku ingin merehabilitasi diri... heuheu.... Kaya yang habis kecanduan narkoba aja ya.... :D
Ini cara-cara rehabilitasi diri yang kupilih. Pertama, usahakan untuk selalu berpikir positif atas segala sesuatu. Kebayang kan, kita mikirin sesuatu yang negatif mulu, malah bikin hati ga tenang. Padahal, sesuatu yang negatif itu belum tentu terjadi. Kedua, yakinlah bahwa Allah itu memberikan masalah, sepaket dengan solusinya. Tinggal kitanya aja yang harus lebih mendekat dan menjadi pribadi yang pantas untuk ditolong oleh Allah. Ketiga, ya dengan lebih rajin menulis... Hehehe.... Keempat, banyak berdo'a sama Allah.

Yaps! Keempat langkah tadi, semoga bisa jadi sarana rehabilitasi diri dalam hal memanage pikiran dan stress. Dan semoga istiqamah. Aamiin. 

Aku akan buktikan, bahwa introvert tak selalu lebih buruk dari ekstrovert. Hohoho... ini sih topik lain yaa.... :p


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Rabu, 02 Oktober 2013

Mochi Es Krim

Beberapa hari yang lalu, entah kenapa jadi pengen tau tentang mochi es krim... Hehe... bukan ngidam sih.. Pengen aja (sama aja ga ya?). Akhirnya bilanglah ke si abang... Nanya-nanya tentang mochi es krim... Dan akhirnya abang bilang, ntar kalo nemu tempatnya, abang kasih tau... Okelah... :)

Tapi, isenglah kucari di google... Ternyata ada di Sekeloa... Nah, biasanya kan makanan yang terkenal gini punya akun twitternya...Kucari jugalah di twitter... Jreng-jreng... Ternyata ada juga dong di Sarijadi, deket rumah... Huaaaa.... Bener kata Afgan, jodoh pasti bertemu... Wkwkwkwk...

Segera laporan ke abang... Pas kita pulang agak sorean, kita coba deh ke tempat Mochi es krim di Sarijadi... Soalnya, kalau ahad, biasanya ga buka, lagian ahad kita ada acara... Jadilah, malam itu berburu mochi... Alhamdulillah... dapet juga... Enak, alhmadulillah... Tapi kurang gede..Gubrak.com... :p

Yaa...untuk pengalaman pertama, gapapalah.... :)


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Baksos ITSAR

Hari Ahad, 29 September kemarin, ada acara Baksos ITSAR. Ini acara baksos pertama setelah terakhir baksos ITSAR yang duluuu sekali... Aku sudah lupa tahun berapa dulu.. Tapi waktu aku masih bocah lugu nan polos pastinya... wkwkwkwk...

Di baksos, aku sebagai apoteker balai pengobatan, yang merupakan salah satu dari rangkaian acara baksos. Pagi hari, aku ke Salman untuk menemui abang, karena abang tidur di kantor demi ngeprint etiket untuk baksos (harusnya kan itu kerjaan aku... hehe...). Barulah kami berangkat ke tempat baksos di babakan siliwangi, setelah sebelumnya membeli Po*ari S*eat (sensor :)), jaga-jaga buat dopping ntar... :D

Sesampainya di tempat baksos, semua sudah berkumpul. Ada yang sedang mempersiapkan tempat untuk bazaar murah, ada yang siap-siap penampilan anak-anak TK, dll. Tapi, ternyata untuk balai pengobatan belum ada tempatnya... Harusnya balai pengobatan dimulai jam 9, dan akhirnya mundur... Setelah dapet tempat, beres-beres obat... Screening exprired date obat secara kilat, dan menemukan beberapa yang sudah lewat tanggal.

Seperti baksos-baksos yang pernah kuikuti, kalau untuk pengobatan gratis, pasien selalu membludak. Dan seperti itulah kemarin... Aku dan Ria yang bertugas di pelayanan obat cukup kewalahan, apalagi pasiennya pada berdiri di depan meja penyiapan obat, karena memang tidak ada kursi untuk menunggu... (edisi kursi habis...:D). Kakiku sudah mulai terasa menjerit-jerit... Eh lebay amat.. Hehe... Biasanya juga gini sih... cuma, mungkin karena bawa dede di perut juga, jadi dedenya udah agak-agak protes... Ria menyuruhku duduk, tapi, kalau duduk justru akan sulit untuk menyiapkan obatnya. Jadilah aku berdiri saja.. Dan... seperti biasa, si abang kena lagi deh... kuminta untuk jadi assisten apoteker cabutan.. wkwkwk... Biarlah, anak Elektro jadi farmasi sementara... Abang memasukkan obat ke dalam plastik, nanti aku cek kembali dan menuliskan etiket lalu menyerahkan ke pasiennya. Awalnya abang heboh teriak nyari obat-obatannya... da ga hapal tea... sampai-sampai disemprot sama pak hansip... wkwkwk... si bapak hansipnya ga tau aja kalo emang abang kan cuma bantuin... :) Maaf ya abang... :D

Selesai baksos jam 12, kakiku sudah mati rasa... mau digerakkin susah...haus luar biasa... hehe... Tapi alhamdulillah.. terlewati... Setelahnya, kami langsung melesat ke Istiqamah... Ada walimahan teman SMA kami... Wuaaah.... Cuma ga enaknya, karena kami mau ke walimahan inilah, jadi Kho bilang kalo kita ga usah dapet konsumsi... karena mau makan-makan di walimahan... Hehehe... yaa... gapapalah.... rezekinya panitia yang lain aja... :p

Overall, meski obat-obat terbatas, tapi cukup lancar... Yaah... huru-hara mah biasa kalo lagi hectic... Semoga baksos ITSAR berikutnya lebih baik lagi...



-Bersegeeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..