Rabu, 16 Oktober 2013

Tokoh Utama

Di rumah, ibu lagi suka nonton Surat Kecil Untuk Tuhan yang di RCTI itu... Yah, jadinya kita kalao pas lagi di rumah jam segitu, ikut nonton juga... Awalnya, lumayanlah... Eh tapi, kesini-kesininya asa jadi sinetron banget...-Emang sinetron kan ya?-

Hehe... Maksudnya teh, ceritanya jadi kemana-mana... Ga jelas pisan... Wkwkwk... Nontonnya juga udah males... Hihi.... Ceritanya tuh udah khas sinetron Indonesia... Sekolah yang isinya cinta-cintaan, trus berantem antar anak geng, iri-irian, dan... ini nih yang paling sinetron abis... Tokoh utamanya itu disukain sama banyak laki-laki... Dikejar-kejar sama banyak cowok tampan... :D

Sampai-sampai dulu, gara-gara tipikal sinetron Indonesia yang macem gini, aku pernah bilang ke diriku sendiri, "Kalo di sinetron kan tokoh utama itu disukai banyak orang, berarti kalo aku mah pemain figuran yah?". Haha... memang pemikiran yang absurd....

Trus, aku bilanglah ke abang, dulu pernah punya pikiran kaya gitu. Si abang ketawa-ketawa aja. Katanya, "Yaudah, kita buat nanti yang antimainstream... Figurannya yang justru disukai banyak orang... Si tokoh utamanya mah cuma lewat aja... hehehe...."
Beuh... itu mah namanya tokoh utamanya ya si figuran itu... bukan yang lewat-lewat aja.... Hehe... Sama aja bohong...  :p

Itu kan sinetron... Buatan manusia... Apalagi sinetron Indonnesia... Hadeuh... Ceritanya udah deh... Itu-itu aja, ribet, panjang dll... Makanya ga suka sama sinetron... Cuma karena kadang kondisi yang membuat jadi nonton sinetron...

Tokoh utama atau figuran...
Setiap kita di dunia adalah tokoh utama dalam perjalanan hidup yang sudah digariskan oleh Allah. Tidak ada yang menjadi figuran. Karena toh hisab amal kita sendiri-sendiri. Jadi kitalah yang menentukan langkah kita... Tokoh utama yang mengejar amalan-amalan utama juga... Seharusnya seperti itu... Namun terkadang, kita tidak fokus pada peran kita sebagai tokoh utama ini... Adakalanya kita seperti larut dalam alur cerita kehidupan orang lain... Mengurusi amal-amal orang lain, sementara diri kita tak tersentuh....

Ga perlu jadi perempuan cantik, ideal dan disukai banyak laki-laki untuk jadi tokoh utama. Cukup fokus pada peran-peran yang diamanahkan kepada kita, berusaha dengan amal terbaik, dan mengikuti jalan hidup yang Allah tetapkan.

Yeah...! Aku bukan figuran, kok...! ^^


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Rabu, 09 Oktober 2013

My Stress Management

Bagaimana memanage pikiran itu bagiku bukan sesuatu hal yang mudah. Dari dulu, aku selalu dibilang sama orang-orang disekitarku, bahwa aku terlalu banyak memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan. Atau, kalaupun memang harus dipikirkan, aku terlalu memikirkannya dengan detail. Terlalu berlebihan dalam memikirkan sesuatu.

Makanya, kalau aku sudah stress, aku punya alarm khusus dari dalam diriku. Yaitu sariawan. Wkwkwkwk... Yah, sariawan itu tanda kalau aku sedang stress, terlalu memikirkan sesuatu, atau sedang banyak pikiran. Sedikit-sedikit sariawan, baru sembuh beberapa hari, udah sariawan lagi. Parah... Hehe...
Sariawan pun ga cukup satu, tapi banyak. Setiap akhir semester waktu kuliah, saat UAS atau UTS, aku hampir tidak pernah tidak sariawan.

Mungkin karena aku introvert, jadi memang semua kupendam sendiri saja. Atau yaa... menulis. Lebih menyalurkan perasaan tampaknya. Walaupun sekarang sudah tidak terlalu sering sariawannya... Tapi, aku masih merasa bahwa manajemen pikiranku masih buruk. Manajemen stressku pun masih kurang. 

Jadi, saat ini aku ingin merehabilitasi diri... heuheu.... Kaya yang habis kecanduan narkoba aja ya.... :D
Ini cara-cara rehabilitasi diri yang kupilih. Pertama, usahakan untuk selalu berpikir positif atas segala sesuatu. Kebayang kan, kita mikirin sesuatu yang negatif mulu, malah bikin hati ga tenang. Padahal, sesuatu yang negatif itu belum tentu terjadi. Kedua, yakinlah bahwa Allah itu memberikan masalah, sepaket dengan solusinya. Tinggal kitanya aja yang harus lebih mendekat dan menjadi pribadi yang pantas untuk ditolong oleh Allah. Ketiga, ya dengan lebih rajin menulis... Hehehe.... Keempat, banyak berdo'a sama Allah.

Yaps! Keempat langkah tadi, semoga bisa jadi sarana rehabilitasi diri dalam hal memanage pikiran dan stress. Dan semoga istiqamah. Aamiin. 

Aku akan buktikan, bahwa introvert tak selalu lebih buruk dari ekstrovert. Hohoho... ini sih topik lain yaa.... :p


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Rabu, 02 Oktober 2013

Mochi Es Krim

Beberapa hari yang lalu, entah kenapa jadi pengen tau tentang mochi es krim... Hehe... bukan ngidam sih.. Pengen aja (sama aja ga ya?). Akhirnya bilanglah ke si abang... Nanya-nanya tentang mochi es krim... Dan akhirnya abang bilang, ntar kalo nemu tempatnya, abang kasih tau... Okelah... :)

Tapi, isenglah kucari di google... Ternyata ada di Sekeloa... Nah, biasanya kan makanan yang terkenal gini punya akun twitternya...Kucari jugalah di twitter... Jreng-jreng... Ternyata ada juga dong di Sarijadi, deket rumah... Huaaaa.... Bener kata Afgan, jodoh pasti bertemu... Wkwkwkwk...

Segera laporan ke abang... Pas kita pulang agak sorean, kita coba deh ke tempat Mochi es krim di Sarijadi... Soalnya, kalau ahad, biasanya ga buka, lagian ahad kita ada acara... Jadilah, malam itu berburu mochi... Alhamdulillah... dapet juga... Enak, alhmadulillah... Tapi kurang gede..Gubrak.com... :p

Yaa...untuk pengalaman pertama, gapapalah.... :)


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Baksos ITSAR

Hari Ahad, 29 September kemarin, ada acara Baksos ITSAR. Ini acara baksos pertama setelah terakhir baksos ITSAR yang duluuu sekali... Aku sudah lupa tahun berapa dulu.. Tapi waktu aku masih bocah lugu nan polos pastinya... wkwkwkwk...

Di baksos, aku sebagai apoteker balai pengobatan, yang merupakan salah satu dari rangkaian acara baksos. Pagi hari, aku ke Salman untuk menemui abang, karena abang tidur di kantor demi ngeprint etiket untuk baksos (harusnya kan itu kerjaan aku... hehe...). Barulah kami berangkat ke tempat baksos di babakan siliwangi, setelah sebelumnya membeli Po*ari S*eat (sensor :)), jaga-jaga buat dopping ntar... :D

Sesampainya di tempat baksos, semua sudah berkumpul. Ada yang sedang mempersiapkan tempat untuk bazaar murah, ada yang siap-siap penampilan anak-anak TK, dll. Tapi, ternyata untuk balai pengobatan belum ada tempatnya... Harusnya balai pengobatan dimulai jam 9, dan akhirnya mundur... Setelah dapet tempat, beres-beres obat... Screening exprired date obat secara kilat, dan menemukan beberapa yang sudah lewat tanggal.

Seperti baksos-baksos yang pernah kuikuti, kalau untuk pengobatan gratis, pasien selalu membludak. Dan seperti itulah kemarin... Aku dan Ria yang bertugas di pelayanan obat cukup kewalahan, apalagi pasiennya pada berdiri di depan meja penyiapan obat, karena memang tidak ada kursi untuk menunggu... (edisi kursi habis...:D). Kakiku sudah mulai terasa menjerit-jerit... Eh lebay amat.. Hehe... Biasanya juga gini sih... cuma, mungkin karena bawa dede di perut juga, jadi dedenya udah agak-agak protes... Ria menyuruhku duduk, tapi, kalau duduk justru akan sulit untuk menyiapkan obatnya. Jadilah aku berdiri saja.. Dan... seperti biasa, si abang kena lagi deh... kuminta untuk jadi assisten apoteker cabutan.. wkwkwk... Biarlah, anak Elektro jadi farmasi sementara... Abang memasukkan obat ke dalam plastik, nanti aku cek kembali dan menuliskan etiket lalu menyerahkan ke pasiennya. Awalnya abang heboh teriak nyari obat-obatannya... da ga hapal tea... sampai-sampai disemprot sama pak hansip... wkwkwk... si bapak hansipnya ga tau aja kalo emang abang kan cuma bantuin... :) Maaf ya abang... :D

Selesai baksos jam 12, kakiku sudah mati rasa... mau digerakkin susah...haus luar biasa... hehe... Tapi alhamdulillah.. terlewati... Setelahnya, kami langsung melesat ke Istiqamah... Ada walimahan teman SMA kami... Wuaaah.... Cuma ga enaknya, karena kami mau ke walimahan inilah, jadi Kho bilang kalo kita ga usah dapet konsumsi... karena mau makan-makan di walimahan... Hehehe... yaa... gapapalah.... rezekinya panitia yang lain aja... :p

Overall, meski obat-obat terbatas, tapi cukup lancar... Yaah... huru-hara mah biasa kalo lagi hectic... Semoga baksos ITSAR berikutnya lebih baik lagi...



-Bersegeeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selasa, 17 September 2013

Laksana Ka'ab bin Malik

Beberapa hari kemarin, aku mengisi halaqah dengan materi Perang Tabuk. Lebih terfokus pada kisah Ka'ab bin Malik. Dimana saat itu, Ka'ab bin Malik menunda-nunda persiapannya untuk berangkat ke Perang Tabuk bersama Rasulullah SAW. Padahal, Ka'ab merasa saat itu beliau berada dalam kondisi yang sangat baik dan kuat untuk berperang. Tetapi, persiapan itu tidak ia lakukakn, hingga tertinggal dari  Perang Tabuk, hingga Rasulullah kembali. Dan Ka'ab bin Malik begitu menyesal. Beliau bertaubat, dan Allah memberikan ampunan dan memaafkan Ka'ab bin Malik.

Setelah direnungi, ternyata akupun sudah menjadi Ka'ab bin Malik... Hiks... Menunda-nunda apa yang bisa aku kerjakan, tetapi tidak kulakukan... Dan akhirnya aku menyesal... (bangga lagi...hiks...:()

Ceritanya, dulu (kenapa harus ada kata "dulu"?), aku punya banyak mimpi... Wow...sepertinya hampir tiap hari aku punya mimpi yang baru, atau kalaupun tidak, hari-hariku tetap dipenuhi dengan mimpi-mimpi itu. Tapi, baru kusadari, aku tidak mengejar mimpi itu dengan seluruh kemampuanku, merasa masih bisa dikejar nanti. Sampai akhirnya, sekarang aku merasa tidak lagi bisa mengejar mimpi-mimpi itu. Pesimis? Mungkin iya.. Sangat. Tapi cukup realistis mengingat kondisiku saat ini (apakah ini pembennaran?).

Hiiks.. Rasanya sediih, kecewa, menyesal, semua jadi satu... Yah... waktu memang tidak bisa diulang lagi, kan?

Dulu, aku ingin sekali pergi ke tempat-tempat baru. BBagiku, pergi ke tempat-tembat baru akan membuka mata kita dan merefresh diri kembali. Mengelilingi Indonesia, dan menjejakkan kaki di luar negeri. Hehe... Yang utama ke Mekkah, terus ke Jerman. Tapi, itu baru sampai tahap mengumpulkan dana... wkwkwkwk... Mau backpackeran sama adik mentor, ga jadi..

Dulu, aku pengen banget bisa menulis buku... Hehe... Okelah udah punya bnlog, tapi ga optimal juga aku kelaola. Menulis pun, jika sempat. Padahal, azzam msatu hari sartu tulisan sudah sejak lama aku buat. Tapi ga istiqamah. Skill menulis pun jarang diasah. Yah... gimana bisa?

Dulu, aku ingin suatu saat aku punya usaha sendiri. Tetap mandiri secara finansial, tapi tidak mengabaikan peran-peran yang ada, dan memberi kebermanfaatan pada ummat. Tapiiii.... memulai saja suka ga berani... banyak yang dipikirin, padahal, mulai saja dulu. Memulai adalah hal tersulit, namun harus dilakukan. Jadi, sampai sekarang juga belum ada... Parah...

Dulu, aku ingin kuliah S2. Kalau di Indonesia di UGM, atau ke luar negeri. Tapi... Mau daftar S2 ke UGM, udah beda lagi kondisinya. Mau cari diluar negeri...hmm...lebih-lebih... Padahal, kenapa gak dari dulu coba aku realisasikan... Hehe...Iya sih, nabung dulu buat S2... Tapi yaa...lagi-lagi..... :( Sekarang, boro-boro kepikiran S2 deh....

Oke, yang ini simple banget. Tahun 2010, aku bilang, pokoknya tahun depan harus sudah bisa nyetir mobil. Tapiii... Ga aku ikutin. Padahal, kursus cuma berapa bulan, uang ada, waktu bisa diatur, tapi, ga aku kerjain. Jadi, sampe sekarang belum bisa nyetir mobil...Parah banget...

Mau kerja di perusahaan A atau rumah sakit B... Udah ada kesempatannya, eh, aku buang gitu aja....

Sekarang, belum tau harus memulai darimana.... Mimpi apa yang lebih realistis bagiku saat ini... 
Fine. Kalau mimpi duniaku hancur berantakan, setidaknya mimpi akhiratku ga boleh ikutan hancur juga dong... Aku ga mau rugi dua kali. Rugi lebih besar malah... 

Seperti yang kubiilang, waktu tidak akan pernah kembali. Jadi,, selama kau bisa mengejar dan merealisasikan mimpi-mimpimu, bangkit dan kejarlah! Jangan menunggu sampai kau tak bisa lagi meraihnya, atau tak mampu mengejar karena kondisimu. Lalu menyesal, karena kau tidak mengeluarkan semua potensimu dulu. Percayalah, penyesalan itu sakiit... hehe...curcol... Tapi, penyesalan harus bisa membuatmu lebih kuat lagi.



-Bersegeralah, karena diam berarti kematian-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-


Senin, 09 September 2013

Tentang Dia

Ada seorang anak laki-laki. Sejak balita, ia sering sakit. Susah makan. Kunjungan ke dokter anak pun terbilang sering untuk anak seusianya. Ia pernah salah diberi obat oleh dokter. Dokter meresepkan antibiotik yang cukup tinggi dan dosis besar. Namun penyakitnya tak kunjung sembuh. Akhirnya, pindah ke dokter lain. Dan barulah ketahuan, bahwa ia korban dari dokter yang salah memberinya obat. Cleansing. Dosis antibiotik yang sudah cukup besar ada dalam tubuhnya (padahal tubuhnya tidak perlu antibiotik itu), harus dibersihkan. Dinetralkan. Dokter ini hanya memberinya vitamin-vitamin saja. Hampir setiap dua minggu kontrol ke dokter tersebut. Alhamdulillah berangsur membaik.
Saat ia kelas 5 SD, ia terkena demam berdarah yang cukup serius. Masuk PICU. Dokter bilang, ia kritis, berdoa yang banyak saja untuk kesembuhannya. Ia butuh transfusi darah cukup banyak. 11 labu darah yang ia habiskan selama di PICU. Anak-anak yang dirawat di ruang PICU yang sama dengannya, sudah meninggal. Karena penyakit yang sama. DBD.
Alhamdulillah... Allah ternyata masih memberinya kesempatan menjalani hari-harinya di dunia. Hari-hari untuk beramal terbaik. Ia sembuh. Semenjak saat itu, ia menjadi anak yang tidak susah makan lagi, ia mau makan apa saja. Karena kata ayahnya, itu bagian dari cara mensyukuri nikmat kesehatan yang Allah beri.
Anak laki-laki itu kini sudah dewasa. Alhamdulillah ia tumbuh menjadi anak yang tangguh dan sehat. Jika saat kelas 5 SD itu takdir Allah berkata lain, mungkin saja saat ini aku belum menikah, atau menikah dengan orang lain.. Hehehe... Ya... Anak laki-laki itu adalah suamiku. Yahdi Siradj.
Anak laki-laki yang kini sudah menjadi seorang suami, dan sedang bermetamorfosis menjadi seorang ayah, insyaallah.. :)
Allah telah mentarbiyahmu dengan luar biasa, abang.. Semoga engkau semakin baik lagi dalam menjalani setiap peran-peranmu. Love u... <3
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Kamis, 05 September 2013

Bait Mimpi

Ia yang kusebut mimpi
Ia yang menjadi ruh dinamisasi diri
Ia, yang menggelorakan semangat berkarya
Ia, yang membuatku ingin menjadi petualang
Merasakan aroma dunia yang belum pernah kucium
Menjejakkan kaki di bumiNya yang luas
Lebih luas dari halaman ensiklopedi dunia
Wahai mimpi, kembalilah padaku
Aku rindu hentakanmu dalam setiap nafasku
Rindu denyut nadimu mengalir dalam setiap hariku
Ah, mimpi, masihkah kau ingin menghindariku?
-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..