Rabu, 28 November 2012

Ajaib!



Do'a membuat hidup kita seperti memiliki keajaiban!
Yap! Sesuatu yang kita minta, kita inginkan, dapat terwujud dengan kekuatan do'a, jika memang itu yang Allah kehendakki. Meski tak selalu apa yang kita inginkan kita peroleh, namun Allah selalu mendengar do'a hamba-hambaNya. 
Kenapa do'a membuat hidup kita serasa ajaib? 
Karena dengan do'a, sesuatu yang terlihat begitu sulit dimata manusia, ternyata begitu mudahnya karena ada Yang Maha Memudahkan
Sesuatu yang terlihat tidak mungkin kita raih, ternyata dapat menjadi milik kita, karena ada Yang Maha Menentukan

Hidupku pun terasa penuh dengan keajaiban!
Nikmat yang begitu terasa hingga kadang begitu menyesali diri yang belum mampu bersyukur sepenuhnya.
Dipikir-pikir, dari sejak kecil hingga saat ini, hidupku ya ditopang oleh do'a


Do'a itu menembus batas antara makhluk dan Khaliq
Tak seperti manusia yang ketika banyak diminta lalu acuh
Asa-asa yang bergelora dalam diri terwujjud dalam bait do'a dan pinta
Ada saat seperti ketika kutitipkan selaksa rasa dalam bait pintaku padaNya
Saat itulah kutemukan keajaiban
Bagaimana makhluk yang penuh keterbatasan seperti kita mampu melalui tantangan di depan mata jika tak ada Dia yang Maha Melindungi? Itulah mengapa kita harus berbicara padaNya dalam lantunan do'a


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Sabtu, 24 November 2012

Sore Indah

Pulang kerja hari ini, menuju Salman.. Menuju lingkaran cahayaku bersama adik-adikku..
Kulangkahkan kaki keluar rumah sakit...
Hmm.. Gerimis.. Kurapatkan jaketku dan bergegas menuju angkot ke Salman.
"Ah, tak ada waktu untuk berlama-lama Rini, segera mengejar cinta...!!",bisikku pada diri sendiri. 

Sampai jalan Ganeca... Ternyata hujan masih membasahi bumi dengan tasbihnya... 
"Rain, it doesn't matter... Allaahumma shayyiban naafi'an.."
Beberapa kali di hari ini air langit bersentuhan dengan diri. Ini salah satu sukaku.. Terkadang, sengaja berjalan di tengah hujan, hanya agar diri ini tersadar kembali, bahwa hujan adalah cintaNya juga... 


Sampai juga di Salman, menemukan mereka yang sudah menanti dengan Al-Qur'an di tangan.. :)
Subhanallah... Satu lagi ucapku dalam hati, "Semoga Allah menjadikan kami pribadi yang senantiasa dekat dengan Al-Qur'an".

Ditemani dengan hujan yang kian menderas, kami berbagi segalanya.. Berbagi cita, cerita dan tentu saja cinta. Kurasa, hujan sore tadi itu menjadi saksi, bagi kami untuk selalu tetap dalam azzam menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Kembali pada ketaatan yang sempurna...
Kembali pada fithrah kebaikan yang Allah karuniakan..
Karena sungguh, Allah tak sedikitpun membutuhkan ketaatan kita sebagai hamba..
Hanya saja, jika kau tak taat,maka dengan apalagi engkau kan bersyukur? 


"Jika kamu kafir Maka Sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu dia memberitakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan. Sesungguhnya dia Maha mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu. Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; Kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; Sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka. (apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (Az-Zumar 7-9)

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berati kematian-


Jumat, 23 November 2012

Just Share

Ah, tak pantas rasanya selalu mengeluh, jika setiap hari, begitu banyak limpahan karunia yang Ia berikan pada kita..

Sedikit bercerita tentang hariku tadi..
Jadi PJS pagi itu memang melelahkan... Banyak masalah, banyak pasien, banyak pendingan, dll, semua campur jadi satulah ya.. Saat itu aku mau shalat Dzuhur.. Kalau seperti ini kerasa banget kalau shalat itu memang rehatnya orang beriman.. Charger ruhiyah rutin minimal 5 kali sehari.. Benarlah saat Rasul berucap pada Bilal, "Arihnaa bish shalah... ".. Istirahatkan kami dengan shalat wahai Bilal... :) Karena memang rehat yang sesungguhnya hanya ketika diri menginjakkan kakinya di surgaNya kelak.

Karena ternyata tempat yang bisa dipakai untuk shalat di farmasi sedang tidak bisa dipakai, akhirnya aku menuju ke Basement 1, menuju mushala. Saat aku tiba di mushala, di depan pintu mushala ada seorang anak laki-laki kecil, berusia sekitar 2 tahun.. Ia sedang menangis saat itu... Baby sitternya sedang berusaha menenangkannya, sambil berkata, "Abang disini dulu, bunda lagi shalat..". Baby sitternya mennggendong adik si bocah itu juga.. Bocah lelaki itu masih saja menangis, mau menyusul bundanya... Baby sitternya sampai harus bersusah payah menenangkannya.. 

Kupandangi bocah itu.. Bocah tampan.. hehe..
Kuajaklah ia berbicara..
"Kenapa sayang?,kok nangis?"
"Bundanya lagi shalat dulu ya shalih... Abang tunggu disini dulu..."
Ia mulai memandangiku.. Mulai berhenti juga tangisnya..
Alhamdulillaah...
Lalu ia terduduk di lantai, dan mengajakku berbicara..
"Euh... euh... acii", sambil menunjuk sepatunya..
Meskipun aku ga ngerti, tapi.. sok tau dikit gpp lah ya.. hehe
"Oh, sepatunya abang bagus ya!"
"Eh, namanya siapa?", sambil aku menoleh pada baby sitternya..
Dan dijawab oleh baby sitternya, "Affan, Mbak.."
"Wah.. Abang Affan ya? Abang lagi nunggu bunda shalat ya? sini sama tante dulu ya.. "
Dan akhirnya aku menemani sebentar si Abang Affan itu untuk bermain sembari menanti bundanya.
Setelah ia tidak lagi menangis, kutinggalkan ia untuk segera shalat.

Tidak lama sih waktuku bersamanya.. Namun, cukup untuk mengobati dan merefresh kembali diri yang hampir di titik jenuh.. Hehe... Little angel! As always.. :)
Setelah shalat, tambah lagi suntikan cintaNya..

Hm.. Fabiayyi aalaa irabbikumaa tukadzdzibaan..

Yap! Terkadang ingin sekali mengeluh, mempertanyakan mengapa seperti ini atau itu, melihat yang lain begitu wah, atau apapunlah itu... Hingga tak sadar kita memupus kepekaan syukur kita pada Allah..
Padahal, setiap hari, kita bisa menangkap cinta dan nikmat yang bertaburan di sekeliling kita.. Jika kita mau..

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian- 


Rabu, 14 November 2012

Dua Surga di 101112

101112 memang sudah berlalu beberapa hari yang lalu. Seharusnya tulisan ini juga dibuat pada tanggal 101112. Tapi apa daya, paket internetan modemku habis.. Ups malah curhat.. Hehe..

101112. Tanggal cantik menurut orang-orang. Yah memang sih.. Makanya banyak sekali yang menggunakan tanggal tersebut untuk menikah. Biar mudah mengingatnya sepertinya. Tepat di hari itu juga adalah hari pahlawan.

Hm.. Setiap orang berhak memilih apa yang akan ia lakukan di tanggal cantik tersebut. Begitu pula dengan diriku. Sudah dari setahun lebih yang lalu aku merencanakan pencapaian di tanggal 101112 ini. Berkaitan dengan hafalan quranku. Persiapan untuk menuju hari itu pun kulakukan dari semenjak setahun yang lalu. Tak mudah memang menjaga komitmen tersebut. Hanya Allah saja yang masih berbaik hati menjaga diri ini agar tak pudar semangat untuk mendekatiNya melalui komitmenku ini. 

Saat 101112..
Ah.. Surga memang indah saudaraku...
Ini dunia, namun aku bisa melihat surga di hari itu
Di hari saat komitmenku diuji

Inilah surga itu..
Saat fokus dengan pertengahan surat 8..
Kulihat dua sosok malaikat kecil menghampiri dengan matanya yang jernih
Memandang dengan keingintahuan penuh...
Mulai mendekatiku..
Lisanku terus melantunkan ayat demi ayat yang tersisa..
Mereka terduduk dan memandangku.. Sesekali memintaku untuk mengikuti mereka..
"Jangan sekarang ya sayang..", ucapku lewat sorot mataku pada mereka..
Salah satu dari mereka menghambur ke pelukanku.. 
Hehe.. Rizki ga boleh ditolak..
Kupeluk erat ia.. sambil terus melantunkan Al-Anfal..
Dan di penghujung Al-Anfal, kusadari, bahwa malaikat kecil di pelukanku itu sudah tertidur...

Lanjut Ibrahim..
Ups.. Ternyata malaikat kecil satunya masih terjaga.. 
Ia, dengan bola matanya yang indah masih menatapku dengan tatapan yang penuh makna..
Sulit kuungkapkan rasanya ditatap sebegitu dalamnya oleh si kecil itu..
Kubalas kembali tatapannya..
Dan lagi, kukatakan kata-kata lewat sorot mataku saja.. 
"Sini, bantu amah menyelesaikan surat ini ya..." 
Dan.. Tersenyumlah ia dengan senyuman terindahnya...
Subhanallah... 

Dua surgaku di hari itu... di 101112..
Bersama dua malaikat kecil.. Satu surga dalam pelukan, dan surga lainnya adalah yang menatap penuh makna pada diri..
Di tengah langkah-langkah tertatih menuju surga yang dirindu, insya Allah..

Jika yang kusebut "surga" di dunia saja sudah begitu indah..
Apalagi surga yang Ia sediakan bagi hambaNya yang mencintaiNya..
Ah.. Pastilah indah tak terkira..


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Senin, 05 November 2012

It's Called Jannah

"Cita-citaku sederhana saja : Membangun surga dalam keseharian"


Surga..
Begitu mendengarkan kata itu saja, yang terbayang adalah keindahan yang tak bertepi
Kenikmatan yang jauh dari nikmat dunia yang fana
Balasan yang disediakan bagi orang-orang yang amalnya adalah amal yang terbaik.. Ahsanu 'Amala

-Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya, ada dua surga-

Surga..
Bagaimana mungkin kita disebut sebagai perindu surga,
Jika cara menujunya saja tak kita akrabi
Bagaimana mungkin kita disebut sebagai pemburu surga
Jika surga sendiri tak mampu kita mendefinisikannya
Karena sungguh, surga hanya mampu terdefinisi di hati para pejuangnya

-Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya-

Surga itu begitu lekat dalam pandangannya
Begitu dekat dalam setiap tarikan nafasnya
Cita dan cintanya adalah surga
Ghirahnya adalah ghirah perindu surga
Ah, bahkan seisi dunia pun cemburu padanya
Bagaimana mungkin ia mengacuhkan dunia yang menawarkan banyak kemegahan
Yang melenakan banyak manusia
Dengan sesuatu yang belum pernah ia lihat dan rasakan
Yang hanya ia ketahui dari kalamNya saja..

-Dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga)-

Mengukir surga dalam benak
Menjadikan ia lekat di pandangan
Dekat... Dekat sekali di hati..
Sesederhana itu cita dan cintaku
Membangun surga dalam keseharian
Merindu surga hanya karena cinta
Memburu surga hanya karena cita
Cinta.. Cinta sekali padaMu ya Rabb..

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Rabu, 31 Oktober 2012

Maaf.. :)

Patah hati.
Begini ya rasanya patah hati.
Ah, rasanya lebih baik ia memarahiku -karena ia pantas marah-
Daripada mendiamkanku selama ini

Malamku tak tenang
Karena belum kudapat maaf darinya
Pesanku tak berbalas satupun
Hanya ingin mengatakan "maaf" 

Pagi datang, tak seindah biasanya
Padahal mentari menyapa dengan hangatnya
Namun belum mampu mengobati sakitku

Ah Allah.. Betapa inginnya aku berlari menujunya
dan memeluknya erat..
Mengucapkan beribu maaf hingga kudapatkan maaf darinya..
Ya Rabb.. Hanya Kau yang tahu betapa menyesalnya diri ini
Ketika ia terluka karena kelalaianku
Hanya satu hal yang kuminta Ya Rabb..
Sampaikan padanya bahwa cinta ini tetap ada untuknya.. 

NB : Tulisan ini untuk Rere.. Pas lagi galau menantimu.. Hehe..
Tapi Alhamdulillah.. sekarang kita udah baikan.. Udah ga patah hati lagi nih..
Semoga kejadian ini bisa jadi mutiara hikmah buat kita untuk menguatkan ukhuwwah kita kembali.. :)


 -Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selasa, 09 Oktober 2012

I.K.H.L.A.S

Kenapa yang namanya ikhlas itu sulit? 
Karena ia butuh kelapangan hati
Amal seorang yang ikhlas akan tetap sama, apakah ketika ia di atas, atau di bawah
Amalnya akan tetap berusaha memberi yang terbaik untuk Rabbnya

Kenapa ikhlas itu tak mudah?
Karena ia membutuhkan kerendahan jiwa
Tak mudah jatuh saat manusia mencela
Dan tak mudah meninggi karena puji hamba

Mengapa hanya sedikit orang yang ikhlas?
Karena iman itu mahal
Hanya orang dengan kualitas keimanan teruji saja yang mampu menembus keikhlasan
Saat iman dan aqidah tertanam kuat dan mengakar

Mengapa tak semua insan mampu membenamkan diri dengan keikhlasan?
Karena ikhlas adalah cinta
Sesempurna cinta seorang hamba pada Sang Khaliq
Cinta yang murni
Karena cinta harus diupayakan, maka begitupun keikhlasan
Ia haruslah diperjuangkan

"Dan katakanlah, "Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mu'min,  dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (At-Taubah : 105)

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-



Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..