Rabu, 24 Desember 2014

Mie Nyemek

Tadi malam cuaca sangat dingin. Hujan terus menerus. Kalau lagi begitu jadi gampang lapar dan inginnya makan yang hangat-hangat. Apalagi abang pulang kehujanan. Akhirnya punya ide buat mie tek tek atau mie nyemek. Yah entah sih yang mana yg bener namanya. Pokoknya macam itulah.. hehe... Ngarang banget bumbunya ngasal. Tapi enak kok. Apa karena lapar ya? Heuheu...

Resep Mie Nyemek

150 gr mie telur, rebus hingga lunak, sisihkan
1 buah telur
4 siung bawang putih
3 siung bawang merah
2 sdm kecap manis
1/2 sdm saus tiram
Garam secukupnya
Merica secukupnya
Cabe rawit sesuai selera
Tauge
Air 200ml

Cara Membuat :
1. Haluskan bawang merah, bawang putih, garam, merica dan cabe rawit.
2. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan.
3. Masukkan telur dan tauge.
4. Masukkan air
5. Tambahkan kecap manis dan saus tiram.
6. Saat air sudah mendidih, masukkan mie. Aduk rata. Koreksi rasa.
7. Saat kuah sudah cukup mengental, matikan api.
8. Sajikan.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

JODOH Hari 59


�� Faidah Hadits ke 59 ��

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

:  قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللّٰه فِي الأَرْضِ وَ الْمَلاَئِكَةُ  شُهَدَاءُ  اللّٰه في السَّمَاءِ

"Kalian adalah para saksi Allah di bumi, dan malaikat adalah para saksi Allah di langit."

��Hadits ini semakna dengan hadits berikut :
Anas ibn Malik menceritakan, "Lewat sebuah jenazah (di hadapan para sahabat) kemudian dipuji (oleh mereka), lalu Nabi shallahu'alaihi wa sallam bersabda 'telah tetap, telah tetap, telah tetap'. Kemudian lewat lagi sebuah jenazah dan dipersaksikan dengan kejelekan (oleh para sahabat), lalu Nabi shallahu'alaihi wa sallam bersabda 'telah tetap, telah tetap, telah tetap'.

��Maka Umar berkata, "Ayah dan ibuku sebagai tebusan bagimu wahai Rasulullah, mengapa sebuah jenazah lewat dan dipuji lalu engkau katakan 'telah tetap, telah tetap, telah tetap'. Kemudian lewat lagi yang lainnya dan dicela lalu engkau katakan 'telah tetap, telah tetap, telah tetap'?"

��Maka Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Barangsiapa yang kalian persaksikan dirinya dengan kebaikan, maka telah tetap baginya surga. Dan barangsiapa yang kalian persaksikan dirinya dengan kejelekan, maka telah tetap baginya neraka. Kalian adalah para saksi Allah di bumi, kalian adalah para saksi Allah di bumi, kalian adalah para saksi Allah di bumi."
(HR. Bukhori dan Muslim)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa persaksian manusia terhadap seseorang tentang baik atau jeleknya, maka itu merupakan sebuah tanda yang bisa menentukan tampatnya kelak di akhirat. Karena, disebutkan di dalam hadits bahwa mereka adalah saksi Allah dan persaksian mereka itu diterima oleh Allah ta'ala.
wallahu ta'ala a'lam.

Ust Riki - Mahasiswa UIM semester akhir
@Program Jodoh

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selasa, 23 Desember 2014

Change

Apa yang membuat seseorang bisa berubah?
Apa yang bisa membuat seseorang melanggar prinsip yang dulu ia pegang erat?
Apa yang membuat seseorang merasa tenang padahal ia tahu apa yang ia lakukan salah?

Melihat seseorang yang dulu begitu menjaga, namun jauh sebelum menikah, sudah umbar foto dengan pasangannya...
Melihat seseorang yang dulu memahami bagaimana syariat mengatur hubungan ini, ternyata melakukan sesi foto prewedding yang saling bersentuhan tangan...

Apa yang salah?
Mungkin bagi sebagian orang jaman sekarang, aku yang salah.

Bebas dong, suka-suka. Itu kan hak asasi tiap orang. Privasi.
Lagian sekarang udah banyak kali yang pakai jilbab tapi pacaran. Pakai jilbab pegangan tangan. Pakai jilbab tapi foto prewedding mesra. Udah banyak. Jadi biasa aja kali. Masih mending, daripada berjilbab tapi korupsi. Mending yang bertato tapi baik.

Mungkin begitu yang akan orang katakan. Itu juga kan opini yang sedang dibentuk oleh media dengan gencar saat ini? Islam kini memang tengah diuji. Tapi seringkali, Islam tertutup kemuliaannya karena prilaku penganutnya sendiri.

Apakah kita termasuk didalamnya?

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

JODOH Hari 58

Faidah Hadits ke 58

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

(( اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع وعمل لا يرفع ودعاء لا يسمع ))

. رواه أحمد و ابن حبان و الحاكم

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, amal yang tidak diangkat (kelangit) dan do’a yang tidak didengar”. (Hadits sahih riwayat Ahmad, Ibnu hibban, dan Hakim)

Penjelasan hadits
Dalam hadis ini Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- mengajari kita suatu doa perlindungan kepada Allah dari 3 hal :

Yang pertama adalah ilmu yang tidak bermanfaat, yaitu ilmu yang secara syariat tidak boleh dipelajari, seperti ilmu perdukunan atau ilmu batil lainnya yang dapat menimbulkan madharrat jika mempelajarinya, atau ilmu yang tidak dibarengi dengan pengamalan, seperti seseorang yang belajar ilmu agama namun tidak dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari serta tidak membuatnya lebih berakhlaq baik.

Begitu pula belajar ilmu syar’i namun semata-mata hanya untuk mencari keuntungan duniawi belaka, maka yang seperti ini diancam oleh Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- dalam haditsnya :

(( من تعلم علما مما يبتغى به وجه الله لا يتعلمه إلا ليصب به عرضا من الدنيا لم يجد عرفا الجنة يوم القيامة ))
“Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang sepatutnya hanya ditujukan untuk mengharap wajah Allah namun ia tidak mempelajarinya melainkan hanya untuk mendapatkan kepentingan duniawi, niscaya ia tidak akan mencium bau surga di hari kiamat nanti”.

Dan dalam hadis ini Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- mendahulukan penyebutan “ilmu” sebelum penyebutan “amal”, karena amalan tanpa ilmu adalah kesesatan.

Hal yang kedua yaitu : Amal yang tidak diangkat ke langit, maksudnya amalan tersebut tidak diterima oleh Allah karena kurangnya keikhlasan serta terkontaminasi dengan Riya atau niat yang keliru, begitu amalan tidak diterima apabila tata caranya tidak mengikuti tuntunan Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- , karena syarat diterimanya malah adalah harus ikhlas hanya karena Allah serta mutaba’ah yaitu mengikuti tuntunan Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- .

Hal yang ketiga yang kita berlindung darinya adalah : doa yang tidak didengar, yakni doa yang dipanjatkan hamba tidak dikabulkan oleh Allah subahanahu wa ta'ala. Bisa jadi doa yang kita panjatkan tidak dikabulkan disebabkan kurangnya kita dalam menjaga adab-adab syar'i dalam berdoa, atau karena adanya penghalang lain yang membuat doa kita tertolak seperti makanan yang haram ataupun amalan maksiat yang kita lakukan.

3 hal inilah yang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ajari kita berlindung darinya, karena apabila ilmu tidak bermanfaat maka akan menjadi malapetaka bagi pemiliknya, begitu pula amalan jika tidak diterima maka

Itu tanda bahwa orang mengamalkannya tertolak dan dimurkai oleh Allah, sedangkan doa apabila tertolak maka itu menandakan adanya penyakit pada orang yang berdoa tersebut.

اللهم إنا نعوذ بك من علم لا ينفع وعمل لا يرفع ودعاء لا يسمع
والله تعالى أعلم
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه جمعين

Ust Akhmad Fahrisan - Mahasiswa UIM semester akhir Fakultas Hadits

@Program Jodoh

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Media, Masa Gitu?

Ini adalah sebuah keresahan...
Yang kini makin membuncah...

Media.. oh media....
Apa yang dipertontonkan oleh media mainstream saat ini membuatku mual...
Gemas.... Mereka seperti hanya mencari sensasi dan keuntungan untuk pribadi.... Etika jurnalistik sudah dibuang jauh entah kemana... Polanya pun sudah terbaca jelas.

Si A berkata X tentang B. Oleh media, dipelintir menjadi Y. Akhirnya B mengklarifikasi bahwa Y itu tidak benar. Dan lagi-lagi, oleh media yang hanya ingin profit tinggi itu, si A dikatakan tukang fitnah, dan sebar hoax. Dan masyarakat akan menilai jelek si A. Padahal, belum tentu begitu.

Media.... bisa menggiring opini kesana kemari sesuka hati penguasa. Sesuka hati sang pemilik modal. Dan masyarakat awam, ditipu mentah-mentah. Dan rakyat diadu domba atas nama kebebasan berpendapat.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Ujian Istiqamah

Suatu saat, aku berkata pada abang.
"Kenapa ya Bang, perasaan Rini ngafalin hadits di jodoh level 2 ini ga sesemangat pas level 1 dulu? Dulu tiap pagi langsung ngafalin, terus setoran. Sekarang kaya ga terlalu semangat."

"Disana ujiannya... kalau level 1 kita masih semangat karena itu hal baru buat kita. Sekarang, ujiannya gimana caranya kita bisa istiqamah...", kata abang.

Deg! Iya ya.... itulah ujian untuk istiqamah. Hm.. Ini baru level menghafalkan, masa sudah down dengan rasa malas? Apalagi saat mengamalkan ya? Hehe.. Waktunya meluruskan niat kembali..

Alhamdulillaah, diingetin sama abang. Salah satu manfaat ikut program hafalan bareng suami itu bisa saling menyemangati dan menguatkan. Alhamdulillaah... :)

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Senin, 22 Desember 2014

JODOH Hari 57

��SYARAH HADITS 57��

Sahabat sekalian…
Persaudaraan (ukhuwah) memiliki posisi sangat mulia dalam Islam.

(إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ)

[Surat Al-Hujraat : 10]

via @QuranAndroid

"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Rasulullah bahkan sampai menggunakan diksi,”Laa yu’minu… “ yang secara harfiah artinya adalah: tidak beriman. Tentu saja yang beliau maksud bukan ini.

Sebab dalam hadits lain yang semakna beliau bersabda,
“Laa yablughul ‘abdu haqiqatal …” (Tidaklah seorang hamba mencapai hakikat iman…)[Hr Ahmad], sehingga menjadi jelas bahwa yang dinegasikan bukan keimanan, namun kesempurnaan iman.
Sahabat sekalian…

Persaudaraan hakiki hanyalah persaudaraan yang murni dari debu kedengkian, noda kekikiran, dan kotornya egoisme. Seorang mukmin yang sempurna keimanannya mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya. Tidak ada lagi kedengkian, kekikiran, dan egoisme jika cintanya seseorang sudah mencapai taraf ini. Ketika dirinya sukses, ia juga ingin saudaranya sukses seperti dirinya, bahkan ia juga senang jika saudaranya lebih sukses lagi. Itu karena ia pun senang jika dirinya lebih sukses dari pencapaiannya saat itu. Jika ia ditimpa musibah, ia sangat ingin agar jangan ada seorangpun saudaranya yang tertimpa musibah yang sama.

Saat berdoa pun ia tidak lupa mendoakan bagi saudara-saudaranya.
Abdullah ibn Abbas, pakar tafsir dari kalangan Sahabat, radhiyallahu ‘anhuma pernah mengatakan, “Setiap kali aku mendapat tambahan pemahaman tentang ayat Al-Qur’an, aku sangat ingin semua orang pun mendapatkan tambahan pemahaman tersebut.” Atha ibn Abi Rabah, seorang tabiin yang juga muridnya Ibnu Abbas pun mewarisi sifat mulia ini. Ia pernah menjual seekor keledai kepada seseorang. Orang tersebut bertanya, “Menurutmu apakah keledai ini bagus untukku?” Atha menjawab, “Kalau keledai itu tidak bagus untukmu, tidak mungkin aku menjualnya kepadamu.”

Demikian Allah subhanahu wa ta’ala menguji keimanan kita. Hari ini betapa banyak mukmin yang menyerang mukmin lainnya, merusak nama baiknya, merampas haknya, dan seterusnya. Semoga kita diberi kemudahan membersihkan hati ini dari perangai buruk serta menjadikan saudara-saudara kita laksana cerminan diri kita yang kita cintai sebagaimana kita mencintai diri kita.
“Barangsiapa ingin dibebaskan dari neraka & dimasukkan ke surga, hendaklah ia meninggal dunia dalam keadaan beriman dan memperlakukan orang lain sebagaimana ia ingin diperlakukan.” [Hr Muslim].

Wallahu A’lam.

Ust Fajri hafidzahulllah ♻

@Program Jodoh

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..