Jumat, 06 Desember 2013

Resisten

Resisten.

Saat kita selalu fokus pada kekurangan orang lain,
Saat itulah kita menutup mata dari kelebihan yang ia miliki

Saat kita hanya melihat kekurangan seseorang,
Saat itulah kita menafikan perbaikan diri yang dilakukan seseorang

Saat di dalam pikiran kita hanya ada hal negatif saja yang dilihat,
Saat itulah kita meniadakan hal positif dari seseorang

Tanpa kita sadari, kita akan membentuk seseorang itu menjadi resisten.
Karena semua yang ia kerjakan terasa salah, negatif
Ia bingung bersikap
Saat ia mencoba dan mencoba lagi, lalu salah dan salah lagi
Maka ia memilih untuk resisten

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Kamis, 05 Desember 2013

Senja Itu



Aku terduduk dengan kepala menunduk
Lalu kau datang dan duduk dihadapanku
Saat kepala kuangkat
Aku sudah berurai air mata

Terbata, mengalir cerita dari lisanku
Kau pun tertunduk
Aku tahu, kau pun merasa sedih

Tapi itu tak berlangsung lama
Kau kembali menatapku
Menggenggam jemariku, 
dan berkata,
Kata Al-Qur'an, jadikan sabar dan shalat sebagai penolong
Dan Rasulullah juga bilang, kita harus sabar

Ah, lebih indah dari bunga Georgia, kurasa
Meski aku belum pernah melihatnya,
Tapi aku yakin itu

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Do'a Indah

Pasti ada hikmah dibalik semua yang menimpa kita. Kehidupan tak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Terkadang kita gembira, marah, kecewa, atau sedih. Semua datang silih berganti. Saat kesedihan melanda, kita memohon padaNya.

Kemarin, aku buka-buka buku kumpulan do'a, dan menemukan do'a yang indah.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ 
قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ 
عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ. 
“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.”  HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih.
Semoga bisa menghapalkannya, dan mengamalkannya. Semoga Allah menjadikan Al-Qur'an sebagai penentram hati, cahaya di dada pelenyap duka dan kesedihan. Aamiin.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian- 



Rabu, 04 Desember 2013

Aku Lelah

Aku lelah..
Saat dituntut untuk bisa sempurna
Sementara, untuk mengerti perasaanku saja tidak mau
Bahkan bertanya pun tidak

Aku lelah..
Saat selalu aku yang menjadi tersalah...
Sementara yang lain tidak..
Bahkan, introspeksi diri pun tidak

Aku lelah...
Saat ingin memperbaiki kesalahan
Sementara, mereka sudah dipenuhi pikiran negatif
Bahkan, berhusnuzhan pun tidak

Aku lelah..
Haruskah selalu aku yang terpojok
Haruskah selalu aku yangn memulai
Haruskah selalu aku yang tersalah

Apakah aku memang selalu salah
dan mereka selalu benar?

Aku lelah...


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-


Kriwel Pink

Ada kejadian yang lucu.
Saat itu, aku sedang berada di warnet. Aku duduk di depan komputer paling ujung, dekat tembok. Lesehan. Setelah aku menggunakan komputer untuk beberapa waktu, di tempat sebelahku, datang seorang ibu dan anak perempuannya. Kuperkirakan usianya 2 tahun.

Ibunya bilang pada anak itu, untuk tidak pergi kemana-mana. Anak itu tetap berjalan-jalan. Tak lama, ia melihat kearahku. Kuberi senyuman. Lalu ia pergi lagi. Eh, ia balik lagi. Kini kupanggil ia saja. Lalu ia duduk di pangkuanku.

Hehe... Anaknya lucu, rambutnya kriwel-kriwel, pakai baju terusan warna pink. Ibunya hanya tertawa saja melihat ia duduk di pangkuanku. Saat anak itu menemukan pulpen, kuberi kertas. Dan ia sibuk menggambar.

Jadi, aku bisa browsing lagi deh dengan aman... Wkwkwkwk... :D

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-


Senin, 02 Desember 2013

Tafahum

Terkadang, disadari atau tidak, kita terlalu menuntut seseorang agar sesuai dengan keinginan kita.
Beginilah, begitulah...
Jangan seperti ini, jangan seperti itu..
Tapi sering kita melupakan sesuatu..
Kita lupa untuk melakukan sesuatu yang lebih penting...
Mencoba mengerti kondisi seseorang yang kita tuntut itu...
Coba lihat, apakah ini pengalaman pertamanya melakukan sesuatu tersebut, ataukah fase baru dalam hidupnya yang harus ia hadapi...
Tentu saja bukan berarti pembenaran atas semua khilaf atau sesuatu yang tak sesuai dengan kita, namun yang lebih penting, kita mengedepankan pengertian...
Tak bijak rasanya selalu menuntut kesempurnaan atas orang lain, dengan parameter diri kita...
Allah saja, memberikan rukhsah... PengertianNya...
Apalagi nilai yang kita tuntut adalah nilai dari segi keterbatasan manusia...

Pernahkah berpikir, saat kau menuntut seseorang melakukan ini itu di tengah suasana baru, peran baru...
Apakah kau bisa melakukan yang demikian juga saat kau berada di kondisi demikian?

Saat kau menuntut seseorang untuk ini, itu, dan cenderung menyalahkannya....
Pernahkah kau berpikir, haruskah seseorang yang kau tuntut itu memang kau bebani sedemikian?
Atau seharusnya, dirimu juga punya andil untuk memenuhi tuntutan itu?

Adilkah, kita hanya menuntut orang lain untuk sesuai dengan keinginan kita, aturan kita...
Sementara, untuk mengerti saja kita tidak mau...
Menuntut diri sendiri saja kita enggan...

Rabbi... Aku tahu, bersikap adil itu sulit.... Maka benarlah jika Kau hadiahi pahala berlimpah untuk seseorang yang adil...
Di tengah keterbatasanku ya Allah... Kumohon untuk memberiku kekuatan, agar aku bisa adil... Terhadap hak-hak orang lain di sekitarku..
Agar aku, tak hanya menuntut seseorang untuk melakukan apa yang kuinginkan, namun mau mengerti kondisinya... Sebelum menyalahkannya...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Minggu, 01 Desember 2013

Setahun Sudah

1 Desember 2012-1 Desember 2013.

Setahun kemarin. Hehe.. Kaya lagu Kahitna..

Alhamdulillah... Sudah 1 tahun usia pernikahan kami. 365 hari bersama. Menjalani hari-hari yang penuh warna. Warna yang tak selalu cerah. Karena memang begitulah sunnatullah.. Kita tidak dijanjikan oleh Allah kehidupan yang mulus tanpa masalah. Masalah akan mendewasakan kita, insyaallah.

Setahun sudah. Masih banyak kekurangan yang aku miliki. Menjalani peran sebagai seorang istri... Ah, teramat banyak yang harus kuperbaiki.

Setahun sudah. Kini, ada amanah yang harus kujaga dengan baik. Janin berumur 8 bulan, insyaallah. Akan bertambah lagi peran yang diberikan padaku. Insyaallah.

Rabbi, do'aku masih sama seperti setahun yang lalu. Aku hanya ingin kebarakahan dalam pernikahanku. :)

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..