Rabu, 27 November 2013

Nikmat Itu Sederhana

Sabtu kemarin, aku jadi panitia JR di Alkautsar. Acara akan dimulai pukul 12.30. Sebelum ke alka, aku dan abang pergi dulu ke tempat jualan kaos polos di daerah Sukajadi. Buat survey harga kaos untuk danus M-Camp. Setelah itu, mampir sebentar ke Polrestabes Bandung yang ada di jalan Merdeka. Untuk melihat syarat-syarat pembuatan SKCK. Abang butuh membuat SKCK soalnya. Setelah mengingat-ngingat persyaratan yang diperlukan, kami pun menuju alka. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.10 WIB. 

Hmm... Mendekati waktu makan siang... 
Abang mengajakku makan. Di dekat alka, ada penjual soto ayam madura yang enaaak banget. Hehe... Bapak ini sudah berjualan disana sejak kami masih SMP dulu. Ayah abang juga suka kesini. Sotonya enak banget.
Sebelum kami turun dari motor pun, abang udah bilang ke bapaknya, pesan soto 2. Hehe...
Pesanan sudah jadi. Alhamdulillaah... Lalu kamipun khusyuk menikmati soto madura itu. 
Punya abang sudah habis. Lalu abang bilang, "Nikmat say..."
Aku tersenyum saja. Karena punyaku masih belum habis... Ya fokus ngabisin dululah... :P

Setelah makan, abang mengantarku ke alka. 

Aku jadi berpikir, ternyata, nikmat itu memang sederhana ya. Jika semua kita syukuri. Makan soto ayam madura seharga 10 ribu di pinggir jalan saja sudah nikmat. Hmm.... Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan? 

Habis Dzuhur, ketemu Teh Ina yang belum makan dan mau cari makan. Yaah... kalo aku belum makan, aku ajak Teh Ina ke soto ayam maduranya. Wkwkwkwk.... :p

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-




Inspirasi Pagi

Pagi tadi, saat melihat Facebook, ada status salah seorang teteh yang begitu mengena. Tentang parenting.

[Renungan Parenting]

Pernahkah anda menghadapi susana dalam lingkungan kerja, sekolah, atau masyarakat yang selalu menuntut kesempurnaan? Lebih sering fokus pada kesalahan yang anda lakukan tanpa pernah menyebut kebaikan anda? Begitu detail perhatiannya pada kesalahan yang kecil, bahkan selalu mencari kesalahan dari setiap kebaikan yang anda lakukan? Apa yg sering terjadi dalam suasana ketidaknyamanan ini. Saya rasa anda menjadi bingung bersikap, tidak tau harus seperti apa, dan akhirnya lebih banyak melakukan kesalahan.

Penting sekali membangun sikap positif dalam parenting. Jika ada sebuah gelas berisi setengah gelas air. Orang tua yg mengembangkan sikap positif dalam parenting akan melihat gelas tersebut sebagai setengah isi. Sementara sebaliknya, akan melihatnya sebagai gelas yg setengah kosong.

Penting sekali menyebut kebaikan anak saat mereka melakukan kebaikan seperti yang kita harapkan, karena dengannya mereka tau mereka harus bersikap seperti apa. Sementara jika apresiasi yang kita sampaikan hanya pada saat mereka melakukan kesalahan, mereka hanya akan menjauh dari kita untuk menghindari komentar komentar negatif kita. Maka wajar jika mereka menjauh dan tidak menjadikan kita sebagai teman berbagi cerita.

Rasulullah saw
“Tidak ada seorang pun yang selamat dari kesalahan, dan tidaklah sepatutnya (kita) melenyapkan kebaikan-kebaikan seseorang karena suatu kesalahan. Sebagaimana halnya air, apabila telah mencapai dua kulah, maka air itu tidaklah mengandung kotoran.” (ini lafazh riwayat hadits Ad Darimi, 737-738; ad Daruquthni, I21-22.

Semoga keikhlasan kita untuk memberi ruang kesalahan pada anak, menjadikan hubungan kita lebih harmonis sebagai sarana yang sehat dalam proses saling menasihati.
Status dari Teh Kiki Barkiah. Teh Kiki adalah kakak kelasku dulu di SMAN 3 Bandung. Kami terpaut 2 tahun. Saat aku masuk SMA, Teh Kiki adalah Ketua OSIS SMAN 3 saat itu. Di ITB, Teh Kiki melanjutkan ke Teknik Elektro, dan aku ke Farmasi. Pemikiran-pemikiran beliau sangat mendalam, dan yang kulihat, semangat untuk berbaginya pun sangat luar biasa. Subhanallah... Dari pemikiran tentang parenting, resep, manajemen keluarga, dll. Sampai-sampai kepikiran dibuatin filenya... Hehe... (Itu juga kalau boleh sama Teh Kiki... hehehe...).

Balik ke status Teh Kiki pagi tadi. Isinya begitu mengena buatku. Karena aku mengalami hal itu sendiri. Bingung harus berbuat apa, saat tuntutan dari sekitar begitu tinggi. Merasa apa yang aku lakukan selalu salah, sehingga takut melakukan apapun. Sangat berhati-hati. Maka dari itu, aku sangat ingin menjadi orangtua yang positif, dan bijak dalam berinteraksi dengan anak-anaknya kelak. Kerasa banget, berada dalam posisi seperti ini sungguh tidak nyaman. jadi, bertekad untuk tidak memposisikan anak dalam kondisi seperti itu. Semoga bisa, insya Allah.  :D

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-  


Jumat, 22 November 2013

Sulitnya Memulai

Mencari  ide bisnis.

Ha… Sebenernya udah dari dulu pengen bisnis, atau punya usaha tertentu. Tapi selalu gagal dimulai. Memang ya, ternyata yang paling sulit itu adalah memulai mengerjakan sesuatu. Apalagi bisnis. Saat ingin memulai, selalu saja ada ketakutan atau keraguan. Nanti kalau rugi gimana, kalau ga ada yang tertarik gimana, dst. Trus ada yang bilang, kalau aku tuh ga bakat, dll. Hehe… Akhirnya ga jadi-jadi deh memulainya. Parah… *garuk-garuk kepala*

Udah baca buku-buku motivasi bisnis, udah follow Motty Motivatweet, Hanya 2 menit… Tapi ya itu, ternyata memang yang paling ampuh adalah motivasi dari dalam diri sendiri. Mau didorong sampe disuntrungin dari luar juga, kalau motivasinya belum kuat dari dalam diri sendiri, ya ga akan jalan-jalan. Padahal, peluang itu sebenarnya ada. Ketakutan-ketakuatan itu adalah bagian dari resiko yang harus dihadapi, bukan? Apalagi percobaan pertama. Peluang gagal ya pasti lebih besar.

Baiklah… Berarti mengumpulkan motivasi, menguatkan tekad. Sekarang lagi cari ide bisnisnya apa. Kata seorang teteh, bisa mulai dari apa yang kita sukai. Iya sih, misalnya ada temanku yang suka desain atau fashion, ya bisnisnya ga jauh-jauh dari itu. Nah, ini bingung lagi. Masalahnya sekarang, apa yang aku sukai? Akiu kan sukanya jalan-jalan. Hehe… Jadi inget, dulu, karena aku suka jalan-jalan, kepikiran buat bikin usaha tours and travel. Hehehe…. Terus, ada yang lebih aneh lagi, masa kepengen belajar nyetir gara-gara dulu aku kepikiran, ntar kan bisa jadi supir. Dongdongdongdong…. Harusnya emang dulu belajar nyetir aja ya… Jadi bisa nyalip abang buat bawa mobil sendiri. Wkwkwk…*ampun Bang*

Ah sudahlah, kembali ke bisnis tadi. Aku juga udah dikasih buku 99 Ide Bisnis Ibu Rumah Tangga. Itu sekitar 2 tahunan yang lalu. Hadiah milad dari binaan. Udah kutandain dulu, mana yang memungkinkan buatku, mana yang tidak. Sudah buat analisisnya. Tapi berhenti sampai disitu. Baru ketika kubuka lagi beberapa hari yang lalu, jadi ingat, bahwa dulu sudah memulai melakukan langkah kecil.
Sebenarnya sekarang yang kamu harus lakukan adalah cuma satu, Rin. Memulainya.


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-


Tentang Uang

Seberapa pentingkah arti uang dalam hidup ini?

“Ya pentinglah, kalo ga ada uang, ga bisa ngapa-ngapain, sakit aja butuh uang.”

“Uang itu memang bukan segala-galanya, tapi semuanya bisa bermula dari uang.”

“Dengan uang, kamu bisa membahagiakan orang yang kamu cintai. Bisa mengabulkan keinginan-keinginannya, dan bisa mewujudkan mimpi-mimpinya.”

“Kalau ga ada uang, suami istri bisa ribut karena masalah ini. Atau, di keluarga juga bisa jadi masalah. ”

“Kalau ga ada uang, ga bisa bersedekah, acara-acara dakwah juga ga jalan.”

Itu tadi beberapa jawaban yang didapat dari hasil survey sebelum tulisan ini dibuat.

Hehe… Hanya ingin mengetahui, bagaimana cara pandang orang terhadap apa yang disebut dengan uang. Uang memang penting, tapi jangan sampai kitalah yang diperbudak oleh uang.. Semua berorientasi pada uang. Meskipun memang tidak bisa dipungkiri, bahwa uang menjadi kebutuhan semua orang untuk memenuhi kebutuhannya. Para sahabat Rasul pun banyak yang menjadi orang kaya. Tapi itu tidak membuat mereka dibutakan oleh uang atau harta. Mereka justru lebih memilih kesederhanaan di sisi Allah.


Ya, Rabb, selipkanlah rasa syukur dalam diri ini, selalu…. 

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

My Pregnancy Journey : 3rd Month

Juni-Juli 2013

Memasuki bulan ketiga, ternyata mual muntah semakin terasa. Meski memang tidak terlalu parah. Tapi ini lebih terasa bila dibandingkan sebelumnya. Sensitivitas indera penciuman meningkat tajam. Hehe.. Kalau udah nyium bau-bauan, langsung deh, mual muntah. Tapi gak bau-bauan juga sih.. Yang wangi-wangian juga bisa bikin muntah. Misalnya aja body butter Wardah. Padahal, dulu aku suka banget sama harumnya body butter ini. Tapi, begitu kupakai sekarang-sekarang, yang ada langsung muntah. Jadilah, ga kupakai lagi sampai sekarang. Yang paling kasian ya abang. Hehe… Kena getahnya. Kalau pulang kerja, aku langsung minta abang mandi. Hehe. Udah mandi pun,kadang aku merasa kalau abang belum mandi. Wkwkwkwk… Karena kayanya masih ada yang kurang. Pernah, abang coba pakai parfum… Eh, ga berhasil. Malah berhasil buat aku muntah lagi. Jadi, sebenernya gimana sih? Yang bau muntah, yang wangi muntah juga… Kayanya, ga kuat sama bau yang menyengat mungkin ya…

Orang-orang mulai bertanya tentang ngidam. Aku pengen apa, ngidam apa…Tapi ya akunya ga ngidam apa-apa… Biasa aja… Kalau pengen yang seger-seger, kayanya wajar, orang mual terus. Hehe… Oiya, pengennya sih mangga harum manis.. Tapi, karena saat itu harganya masih mahal, jadi ga jadi beli. Ini bukan ngidam kan? Soalnya masih bisa delay gara-gara harga. Suatu hari, abang bilang, abang beliin mangga. Wah, udah seneng aja. Pas abang sampai di rumah, aku tanya, ini mangga apa. Abang bilang, kata penjualnya mah harum manis. Tapiii… Begitu kucium, ternyata bukan harum manis… Tapi mangga cengkir… Yap antes harganya lebih murah. Padahal awalnya si abang udah bangga, bisa nawar harganya sampai 10 ribu lebih murah. Kupikir, harga mangga cengkir ya emang segituan… Wkwkwk…. Akhirnya mangga cengkirnya pun tetep kumakan. Dijadiin rujak aja. Soalnya asem. :D


Di bulan ini, ada kejadian yang cukup menegangkan. Iya gitu?? Hehe… ya ga menegangkan juga sih.. Cuma agak mengkhawatirkan karena masih di trimester I. Saat itu, aku dan abang pulang dari Kopo. Malam hari. Dan saat itu hujan cukup deras. Kami sudah memakai jas hujan. Menuju Sarijadi. Sudah kedinginan, basah kuyup, dll. Pada saat di tanjakan Lemah Nendeut, motor abang tiba-tiba mogok. Kayanya karena kemasukan air. Saat itu memang banjir karena hujan deras. Motor mogok saat kami masih di tanjakan. Aku dan abang turun dari motor. Tas ransel yang ditaruh di depan motor terjatuh. Lengkaplah sudah. Basah semua. Aku berjalan menanjak di trotoar,, sedangkan abang mendorong motor sampai ke tanjakan. Masih cukup jauh untuk sampai ke rumah. Tadinya abang bilang aku naik angkot saja, tapi, angkotnya pun ga lewat-lewat. Akhirnya aku berjalan bersama abang. Mencari bengkel yang kira-kira buka, atau tukang tambal ban. Tapi, tutup semua. Mulai terasa lelah, pegal kemana-mana, plus dingin. Hujan masih turun deras. Aku hanya bisa berdzikir saja, meminta kekuatan sama Allah. Semoga aku bisa kuat, begitu juga janin ini. Sampai di Setra Duta, abang bilang, biasanya di bawah ada tukang tambal ban, dan abang mau coba kesana. Aku disuruh pulang duluan saja. Sudah hampir dekat. Tapi, aku menolak, sekalian aja aku pulang bareng abang. Jadi mending aku ikut ke tukang tambal bannya. Qadarullah, tukang tambal bannya pun tutup. Yasudah. Kami pulang saja. Sampai di rumah, saat di kamar, aku langsung merebahkan diri di tempat tidur. Mengistirahatkan diri. Agak sakit sih perutnya, tapi semoga tidak apa-apa. Aku sama abang Cuma bisa berdo’a aja, semoga memang tidak apa-apa. Tidak ada yang tahu kalau perutku sakit dll. Hehe. Kecuali abang. Itu adalah momen dimana mulai saat itu, aku berazzam untuk tidak mengeluh lagi kedepannya. Yaah… Meskipun kadang masih juga keluar kata-kata keluhan.. Hmm… tapi bukan keluhan kali ya (membela diri gini….:p), tapi curhat aja ke abang. Wkwkwk…

Alhamdulillah… Setelah kejadian itu, tidak tampak sesuatu yang tidak beres. Hehe..

Akhir bulan, kami pergi ke dsog lagi. Masih ke dsog sebelumnya. Setelah USG, sudah terlihat tubuh janin kami, meskipun masih sangat kecil. Aku diberikan obat herbal kembali oleh dokternya. Karena aku biasa berkutat dengan obat-obatan, wajar dong kalau aku tanya ke dokternya. Bedanya dengan obat biasa apa. Sebelumnya dsog nya memang tidak memberikan penjelasan tentang obat itu. Hanya bilang itu obat herbal. Aku ga tau, kandungannya apa, dll. Nah, sekarang aku ingin tahu. Tapi ternyata, reaksi dokternya malah ga positif. Aku malah disuruh tentuin aja obat sendiri. Lho? Dok, aku kan Cuma tanya. Kok pundung. Wkwkwk… Terus, aku bilanglah, soalnya sempet beberapa kali aku minum suplemen herbal itu, langsung muntah. Mungkin karena herbal, jadi baunya tidak tertutup. Eh, sekarang dokternya malah langsung nyuruh aku rawat inap.  Aku sama abang kaget. Rawat inap? Ckckckck… Dokternya nih gimana sih? Ga liat status pasien gitu? Kenapa ga tanya dulu, 24 jam terakhir ini bisa makan ga, trus sehari muntah berapa kali, liat dulu kek BB alias berat badanku. BB ku naik 2 kg kok dari sebulan yang lalu. Artinya makanan bisa masuk, kan? Hadeh….. Mulai dari sana, kami kurang sreg dengan dsog tersebut. Kok langsung bisa vonis rawat inap secepat itu. Bukannya mual muntah di trimester I masih wajar? Ini langsung disuruh rawat inap. Akhirnya, dari sana kami memutuskan, bulan depan ke dsog yang lain saja. Jadi, peernya kami harus mencari dsog yang lebih welcome dan enak diajak konsultasi.


To be continued

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-


Kamis, 21 November 2013

Gara-Gara Georgia

Bunga Georgia.

Pernah mendengar namanya? Kurasa mungkin jawaban sebagian besar orang adalah belum. Hehe…
Sama sepertiku. Tapi, ini gara-gara si abang. Abang yang memulai tentang bunga Georgia ini. Bagaimana bisa?
Semua dimulai dari status abang di Facebook di tahun 2011 lalu. Awalnya sih aku tidak ingat persis, tapi yang kuingat ada kata-kata bunga Georgia. Sebenarnya, bagiku, status abang di tahun 2011 itu berlalu seperti angin lalu saja. Hehe.. Yaiyalah, orang waktu 2011 kan aku belum menikah sama abang, jadi ya ga minat juga sama status Fbnya. Wkwkwk…

Tapi ternyata, status abang dulu sempat menjadi pembicaraan, karena itu tadi, bunga Georgia. Ada beberapa yang bertanya, memangnya seperti apa bunga Georgia. Entahlah. Nisaul termasuk salah satu yang mengingat status fb abang yang satu ini. Memang sih, dulu aku sama Nisaul sempet ketawa-ketawa karena bunga Georgia ini. Sebabnya ga usah aku ceritakan disinilah ya. :D

Setelah menikah, aku sempet bertanya ke abang tentang bunga Georgia. Aku ceritalah dulu itu, bla bla bla. Tapi si abang malah ga inget pernah buat status itu. Lupa katanya. Ya, emang udah lama juga sih. Pembicaraan tentang bunga Georgia pun selesai. Hingga semalam, aku berkunjung ke blognya Nisaul di nisaul.wordpress.com. Serasa terlempar ke masa lalu kembali. Menemukan postingan Nisaul yang judulnya Seindah Bunga Georgia (?). Kuperlihatkan pada abang, dan kutanya lagi, ingat ga pernah buat status di Fb tentang bunga Georgia. Lagi-lagi abang pun bilang kalau tidak ingat. Hehe… Tapi tetep narsis, abang bilang, meskipun ga inget sama status yang dulu pernah dibuat, tapi kayanya statusnya itu jadi trending topic. Iiish… Gubrak.com abrakadabra lah… :P

Akhirnya, kuubek-ubeklah Fb abang.. (niat gini…:))).. Aku cari di sekitar tahun 2011. Tak lama kemudian, aku menemukannya.

Isinya ini…
“Aku mencintai kalian dan maisyah yang kita jalani bersama kawan, meski tidak sebanding dengan kawan-kawan kita, tapi kita bahagia, dakwah dan tarbiyah kita terjaga, hak keluarga di rumah tetap terpenuhi, mimpi-mimpi kitapun masih secerah matahari dan seindah bunga Georgia.”

Diposting tanggal 28 Januari 2011 (eh, pas Teh Nana milad ya? Hehe… Ga nyambung :p)

Kubilanglah pada abang, kalau aku menemukannya dan mau liat gambar asli bunga Georgia. Dan abang pun mengakui pernah buat status itu, lalu googling. Hehe…

Awalnya kuketik di google “bunga Georgia”. Tapi ga muncul. Kupikir bunga Georgia itu Cuma imajinasi abang saja. Eh, saat Nisaul bilang ia punya gambar bunga Georgia, masih penasaran, kugantilah keywordnya dengan “Georgia flower”… Taraa… keluarlah gambar bunga itu. Yang sebenarnya bernama latin Rosa laevigata atau disebut juga Cherokee Rose atau Camellia Rose. Nah, si bunga inilah yang menjadi Georgia State Flower. Menjadi bunga lambang negara bagian Amerika Serikat, Georgia. Atau bunga nasionalnya Georgia. Yah, kalau di Indonesia mah anggrek mungkin ya…

Jadi??
Ya bunga Georgia itu bukan nama aslinya bunga Georgia, tapi karena ia adalah Georgia State Flower, jadilah kalau di google, georgia flower tuh ya si Rosa laevigata. Wkwkwk… Kalau cari di google image, ada beberapa warna bunganya. Tapi yang dominan, warnanya adalah warna putih.




Hmm.. Apa ini termasuk bunga mawar putih ya? Hehehe…Bisa jadi… Bisa jadi…
Aku kan suka mawar putih, berarti si bunga Georgia ini bisa dibilang benang merah antara aku sama abang. Kalau versi OVJ… Wkwkwkwk…

Sekarang minta yang aslinya ah… tapi harus bener-bener si Rosa laevigata itu. Bukan mawar putih yang ada disini.  :D

Gara-gara Georgia, tulisan ini dibuat... :p

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-

-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

My Pregnancy Journey : 2nd Month



Mei-Juni 2013
Pekan kelima, kami memutuskan untuk memerikasakan ke dsog. Memastikan apakah memang positif atau tidak. Setelah mencari tahu jadwal praktek seorang dsog yang direkomendasikan salah seorang teteh, akhirnya hari Jum’at sore, tanggal 24 Mei 2013,kami pergi ke RSB Emma Poeradiredja di Jalan Sumatera. Aku dan abang janjian untuk bertemu disana. Sampai di RSB Emma, abang belum datang, aku daftar dulu. Ditimbang berat badan, dan ukur tensi. Karena masih dibawah 5 bulan, jadi kata susternya, aku harus banyak minum dulu sebelum USG. Baiklah. Alhamdulillah aku bawa minum. Jam 15 abang datang. Karena dokternya masih belum datang, kami shalat Ashar dulu. Hingga selesai shalat Ashar pun kami masih harus menunggu. Dokternya belum juga datang. Dokter baru datang jam 16.15 an. Sudah berapa kali aku bolak-balik ke toilet, lalu minum lagi sebelum tiba giliran diperiksa. Saat giliran kami, aku langsung di USG. Kata dokter, sudah terlihat kantung kehamilannya. Insya Allah positif. Aku diberi obat herbal oleh dokternya. Kami diberi tahu makanan yang harus dimakan, yang tidak boleh dimakan, apa yang harus diperhatikan, dll. Tapi memang cukup singkat penjelasan dari dokternya. Mungkin karena dokternya mengejar antrian pasien yang sudah menanti dari tadi.

Alhamdulillaah…
Jadilah sekarang begitu memperhatikan apa yang kumakan. Aku belum mengalami yang dinamakan morning sickness. Hingga minggu ke 6-7, barulah merasakan apa yang disebut morning sickness. Tapi sepertinya, bagiku istilah morning sickness ini tidak terlalu tepat. Karena aku baru benar-benar muntah biasanya pada malam hari. Mual memang sepanjang hari, tetapi begitu masuk sore hari ke malam, mual yang kurasa semakin menjadi, dan biasanya muntah pada malam hari.Tapi alhamdulillah, aku tidak mengalami apa yang disebut dengan hyperemesis. Muntah yang kualami paling banyak sehari 3 kali. Seringnya sekali atau dua kali saja sehari. Akupun masih bisa makan. Meskipun kalau makan nasi agak kurang bisa. Makanya abang rajin banget beliin roti tawar. Biar kalo aku ga bisa makan nasi, tinggal makan roti aja. Selain roti, abang juga beliin buah-buahan, sama coklat. Hehe… Kalau lagi mual, biasanya aku ngemil Chacha. Sebut merk gini. Biarlah ya… Cukup efektif untuk melawan rasa mual. Pakai permen jahe juga bisa. Pokoknya apa saja yang bisa membuatku meredakan rasa mual, kucoba. Minum air putih yang banyak. Tapi, karena minum air putih jadi berasa hambar, dang a enak, akhirnya diakalin minum air putih yang dicampur dengan dua sendok madu.

Katanya orang hamil itu kan mual, muntah, pusing, dll. Kalau pusing aku ga terlalu sering merasakannya. Alhamdulillaah… Kadang-kadang aja. Itupun bisa hilang dengan istirahat atau makan. Bulan ini mulai banyak membaca tentang kehamilan, dan beli buku tentang kehamilan juga. Oiya, abang membelikanku susu ibu hamil juga. Tapi, ternyata begitu kuminum, dalam hitungan 10 menit pun sudah keluar lagi. Awalnya aku ragu minumsusu, takut mual muntah. Tapi abang mencobanya dulu. Hehe… Setelah abang bilang enak, baru aku berani mencobanya… Tapi, ya gagal, karena kumuntahkan lagi susunya. Akhirnya aku belum berani meminumnya kembali. Banyak makan kacang hijau aja untuk asam folatnya.

Alhamdulillah, bulan kedua berjalan lancar… Aku dan abang juga sudah bertekad untuk mengintensifkan diri dengan Al-Quran. Karena ingin anak kami menjadi pribadi yang qur’ani kelak,maka itu harus dimulai dari orangtuanya dulu, kan? :D

To be continued

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-

-Bergeraklah, karena diam berarti kematian- 

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..