Rabu, 07 Maret 2012

Karakter Itu...

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” 
(QS. Al-Baqarah: 155-157)

Ada-ada saja memang karakter manusia ya...! 
Ada yang tegas, keras kepala, lemah lembut, dll.. Ada yang membuat orang-orang di sekitarnya kesal bukan main, ada yang sebaliknya, membuat orang-orang di sekelilingnya sangat merindukannya ketika ia tak ada. Tetapi, ada hal yang selalu kuingat hingga saat ini. Yang akan membuat seseorang itu baik atau tidak adalah seberapa dekat ia dengan Tuhannya, seberapa terasah ruhiyahnya. Sebagaimanapun karakter yang ia miliki. Ketika ruhiyahnya terjaga, maka hubungan dengan manusiapun akan baik, karena ia menjaga hubungannya dengan Rabbnya.

Islam tak pernah menghapuskan atau meniadakan karakter yang dimiliki oleh seseorang. Islam justru akan mempertegas warna karakter yang dimiliki. menjadi warna yang selalu bercahaya dihadapan Rabbnya. Karakter yang kuat, namun dekat dengan syari'at Allah. Islam akan memberikan penganutnya kelapangan untuk menjadi dirinya sendiri, namun terwarnai oleh shibghah Allah. Dan manakah yang lebih baik dari shibghah Allah? 

Jadilah dirimu sendiri, yang bisa dibanggakan dihadapan Allah. Berkarakter kuat. 


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selasa, 06 Maret 2012

Tergerak Bersyukur


Ah, memang mungkin kita yang masih belum mampu bersyukur, ketika kita masih merasa diri selalu diliputi oleh kemalangan, atau bahkan merasa tak memiliki apapun untuk dibanggakan. Padahal, memang sejatinya, kita tak memiliki sesuatu untuk dibanggakan, karena semua adalah milik Allah semata. Kita hanya dipinjamkan saja.. hehe... Allah begitu baik terhadap kita. Berkenan memberi karuniaNya yang berlimpah, walaupun di sisi lain, kita sedang bermaksiat kepadaNya.Tak cukupkah hati kita tergetar untuk sesaat saja menyempatkan diri untuk mengucap syukur pada Allah??

Jika kita melihat ke atas dalam hal duniawi, tak cukup rasa puas dalam diri. Selalu saja ada yang lebih dari kondisi kita. Teman yang punya mobil mewahlah, rumah mewah, iPad, iPhone, BB terbaru, gaji tinggi, dll. Huaaahhh... Dan banyak lagi yang lain... Menyaingi orang lain dalam hal harta akan mempersulit diri sendiri. Tapi lain ya kalau mau jadi muslim kaya biar dakwahnya lebih oke.. :)

KaruniaNya yang berlimpah, dengan tubuh sempurna dan sehat, juga nikmat iman dan islam, sudah lebih dari cukup untuk kita syukuri. Kenikmatan yang tak semua orang dapat mengecapnya. Ada banyak hal dalam hidup ini yang bisa membuat menangis, namun Allah punya lebih banyak alasan lagi untuk kita tersenyum. Percayalah, Allah itu jauh lebih baik, apalagi jika kita berhusnuzhan dan bersyukur padaNya.. 

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-


Senin, 05 Maret 2012

Keindahan Sabar

Tak sabar menanti cerahnya mentari.. Namun kesabaran pasti jauh lebih indah.. Mari belajar kesabaran yg tak berbatas :)
Kelamnya malam, tak selalu berakhir dengan duka. Namun, ada cerah mentari di ujung malam yang mulai merambat naik. Kelamnya malam pun bukan tak memiliki arti. Ada cahaya bintang yang mewarnai malam. Seperti bintang yang tak selalu dapat kita lihat, tapi kita selalu yakin akan keberadaannya. Ketika malam datang, dan hati mulai dihinggapi rasa cemas, ada keinginan untuk segera menjemput pagi. Berharap agar tak lagi menjalani hari-hari yang gelap. Adalah kesabaran... yang membuat segalanya menjadi lebih indah.. Tak tergesa-gesa.. Datang pada waktu yang tepat... Dengan kadar yang tepat.. Karena Islam mengajarkan kita kesabaran yang tak berbatas...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-


Minggu, 04 Maret 2012

Lemah

Ada hal-hal yang tak mungkin dapat kita kendalikan. Bahkan, pada hakikatnya, memang kita tak memiliki daya dan upaya atas apapun, melainkan hanya karena kuasaNya saja kita dapat menjalankan aktivitas kehidupan kita. Untuk hal-hal yang terdapat dalam diri saja kita tak memiliki kuasa atasnya. Jika Allah menghendaki untuk menghentikan detak jantung kita saat ini,kita bahkan tak mungkin dapat menghentikan kehendak Allah, atau menundanya hingga waktu yang kita inginkan. Tidak bisa. 

Ketika keimanan berbicara, maka seharusnya ia akan merdeka,dari rasa cemas akan masa depan yang tak bisa kita kendalikan, tak pernah kita tahu apa yang terjadi di masa depan. Ah, untuk apa cemas oleh sesuatu yang belum pasti. Ada Allah yang selalu mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya. Ada Allah tempat bergantung dan memohon pertolongan. Ada Allah yang tak pernah lalai dari apa yang dikerjakan dan dihadapi oleh hambaNya. 

Apapun masalah yang menanti di ujung sana, kuharap hati ini tak lepas dari keimanan pada Rabbnya.. hanya Allah yang memberikan pertolongan yang tak berbatas.. 


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Kauniyah


Awan tergerak mengikuti angin
Meskipun tak kudengar keluh awan dalam teduhnya
Anginpun hendak bersuara pada seluruh penduduk langit dan bumi
Semilirnya menggetarkan nadi yang terhimpit rasa






Air mengalir menuju muara yang ia yakini
Batu besarpun tak jadi halangan 
Ketika waktu mempertemukan muara dengan miliknya
Ketika mereka melebur menjadi satu
Riaknya bahkan terdengar oleh hati yang ingat


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Jumat, 02 Maret 2012

Friendship

Semalam, aku mempersiapkan bahan untuk meeting depo hari ini. Aku mencari bahan juga di Google, tentang persahabatan. Kenapa aku mencaro bahan tentang persahabatan? Mungkin agak ga nyambung dengan meeting. Tapi, aku hanya ingin membuka mata mengenai persahabatan. Walaupun aku lebih menyukai menggunakan kata ukhuwah. Namun konteks yang kuhadapi saat ini memang lebih cocok menggunakan kata persahabatan. Ada quote yang aku suka yang kudapat dari Google tentang persahabatan. Dua diantaranya adalah ini :



Seorang teman yang baik itu adalah seseorang yang mengetahui nyanyian dalam hati kita, dan dapat menyanyikan kembali padamu ketika kau lupa lirik/kata-kata lagu tersebut. Teman... Yang kutangkap dari quote ini adalah seorang teman yang baik dapat mengetahui apa yang kita rasakan, fikirkan, bahkan dapat memahami kita bahkan ketika kita sendiri tak mampu memahami diri kita sendiri. Betapa indahnya memiliki seorang teman yang baik seperti ini. 

Quote yang lain adalah ini...

Bintang... Seperti bintang... Kita tak selalu dapat melihatnya, namun kita tahu, bahwa mereka selalu ada untuk kita.. Itulah teman yang baik. Mungkin, teman kita tak selalu bisa berada di samping kita, namun, ia akan tetap ada untuk kita. Meskipun dipisahkan dengan jarak, namun hati tetap terpaut. 

Tak mudah menjadi seorang teman yang baik. Tak mudah menjadi saudara yang baik. Dan tak mudah berukhuwah secara baik dan benar. Terkadang, kita begitu kesal terhadap seseorang, tapi ingatlah, bahwa ia selalu punya kebaikan di balik sisi buruk yang ia miliki. Bahkan mungkin, kebaikannya jauh lebih besar dari keburukan yang ia miliki. Terkadang, banyak cara syetan untuk mengganggu kita dalam berukhuwah. Menutupi hati kita dari melihat kebaikan yang dimiliki oleh saudara kita. Setiap orang punya sisi baik dan buruknya. Dan seorang teman yang baik akan mengingatkan temannya ketika ia sedang menuju jalan yang salah. 

Islam sudah mengajarkan kemuliaan berukhuwah dalam balutan 'aqidah. Rasul juga telah memberikan teladan yang begitu indah ketika membangun ukhuwah dengan para shahabat dan ummat pada masa itu. 'Aqidahlah yang menjadi pemersatu mereka. 'Aqidahlah yang menjadi titik tolak lahirnya kecintaan antara satu dengan yang lain. Kecintaan yang berawal dari pencarian cinta pada Rabbnya.. Karena Allahlah Sang Pemilik Cinta dan hati.. Karena Allahlah yang mampu mengikatkan hati-hati yang jauh, menautkan hati yang mungkin sempat renggang.. Karena hanya Ia yang memberikan kelembutan hati untuk kita...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-



Kamis, 01 Maret 2012

Akhwat dan Ikhwan Sejati

Dulu, ketika aku SMA, atau awal-awal kuliah, aku ingat sekali, sangat terkesan dengan tulisan tentang akhwat sejati dan ikhwan sejati. Aku lupa, kalau tidak salah ingat, pernah dimuat di majalah Percikan Iman juga, lalu aku mnemukan artikel ini di tempat yang lain juga. Artinya, sudah cukup familiarlah di orang-orang. Tapi, ingin menuliskan ini lagi aja di blog-ku, sekedar pengingat diri juga..:)

Akhwat Sejati 

Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, 
“Ayah ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?”
Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum:
“Anakku …
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya,
tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan,
tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,
tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,
tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara”

Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.
“Lantas apa lagi Ayah?”, sahut putrinya.
“Ketahuilah putriku …
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah …
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul”

Setelah itu sang anak kembali bertanya, 
“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Ayah?”

Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,
“Pelajarilah mereka!”

Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan 
“Istri Rosulullah”


Dan ini tulisan tentang Ikhwan sejati..

Ikhwan Sejati

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati...

Sang Ibu tersenyum dan menjawab... Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya....

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah...   Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan...

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca...

....setelah itu, ia kembali bertanya...

" Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"

Sang Ibu memberinya buku

"MUHAMMAD", judul buku yang tertulis di buku itu




Ditulis ulang, karena ingin mengambil hikmah dari tulisan ini. Semoga dapat meneladani apa yang tertulis di dalamnya. Sangat mudah untuk menuliskannya, namun untuk menjalankannya,, wah subhanallah, begitu banyak tantangannya. Yah.. Karena cintaNya itu mahal, hanya orang-orang teruji saja yang mampu meraihnya, dan tentu saja orang yang Ia rahmati. 

Intermezzo.. Mungkin ini juga bisa dijadikan ciri-ciri akhwat dan ikhwan lurus! hehe... Yapyapyap, Just one word : LURUS! :)


-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..