Minggu, 08 Juni 2014

MPASI Umar

Tanggal 16 bulan ini, insyaallah Umar genap 5 bulan. Itu artinya, sebulan lagi Umar akan memulai makan perdananya. MPASI.

Hwuaa.... Deg-degannya tuh sama kaya pas mau lahiran... Hehe... Dan benar kan... Jadi lebih sering ngintipin grup HHBF untuk mengupgrade ilmu tentang MPASI. Kalau dulu sebelum lahiran, yang sering diliat, grup GBUS sama AIMI. Sesuai kondisi berarti liat grupnya... Hehe... Udah mulai baca-baca tentang panduan MPASI, alat-alatnya, resep-resepnya, dll.

Well... Meskipun memang pada prakteknya nanti tak akan seideal yang dibayangkan dan diharapkan, tapi melakukan persiapan itu adalah hal yang mutlak bagiku. Karena kalau kita tidak punya persiapan ilmu, mengalir begitu saja, kegagalan itu sudah membayangi kita di depan sana. Toh hidup kita di dunia pun adalah persiapan hidup selanjutnya.

Kalau alat-alat MPASI nya sih kayanya ga akan lengkap banget kaya orang-orang. Hehe... Tipe minimalis kita mah... Yang penting bisa tetap optimal MPASI buat Umar nanti.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Sabtu, 07 Juni 2014

Pernikahan Morin :)

Hari ini, 7 Juni, salah seorang sahabat kami menggenapkan diennya. Ia adalah Morinta Rossandini alias Morin. Hehe... :) Karena resepsinya Morin malam hari, jadi aku dan abang pergi akadnya aja. Sore jam 4. Karena kalau bawa Umar, ga bisa malem-malem. Disana juga janjian ketemu sama Nisaul...

Karena pagi ada acara, dan berencana langsung ke tempat akad Morin di buah batu, kami datang kepagian ternyata.... Untuk resepsi nanti malampun baru disiapkan. Tapi tak berapa lama kami sampai, sekitar pukul 15.00, Morin yang sudah dirias, turun dari mobil... Cie...cie... #eh.. Cantiknyaaa...:)

Akad mulai ba'da Ashar. Alhamdulillah prosesi akad berjalan lancar. Oiya, karena kami ikut dari awal, jadi bisa dengerin khutbah nikahnya juga. Subhanallah... Salah satu manfaat ikut khutbah nikah adalah bisa mengingatkan diri kita tentang pernikahan itu sendiri. Khutbah nikah, bukan hanya nasihat bagi sang pengantin, namun juga bagi yang hadir disana, baik yang sudah menikah atau belum. Kalau yang kurasakan memang bisa jadi pengingat kembali.... Yang tadi sempat teringat, adalah kata-kata Ust.Asep, bahwa menikah itu tidak bisa hanya ingin yang senangnya saja. Kalau susah, ditinggalkan. Menikah itu, saat senang, dilanjutkan, dan saat susah, diperjuangkan. Yap. Mitsaqan ghaliza memang lebih dari pantas untuk diperjuangkan.

Selesai akad, kami tidak bisa menemui Morin, karena memang tidak ada sesi foto-foto atau bersalaman dengan pengantin. Saat Morin mau meninggalkan masjid, ia melihat ke arah aku dan Nisaul, dan memberi kode untuk berfoto di luar. Kami mengejarnya. Tapi apa daya, Morin udah keburu ditarik panitia untuk persiapan resepsi. Hehe... Jadi ga sempet foto... Tapi... gapapalah... Sudah menjadi saksi akad nikahnya saja, sudah membahagiakan... :)

Baarakallaahu laka, wa baaraka 'alaika, wa jama'a bainakumaa fii khair, Morin... Semoga Allah melimpahkan kebarakahan untuk pernikahanmu... Membimbing kalian selalu untuk selalu berjalan dalam syari'atNya... :)

-Bergeraklah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, katena diam berarti kematian-

Jumat, 06 Juni 2014

Idealisme Yang Terbelenggu

Kita memang tak pernah bisa memenuhi harapan dan tuntutan semua orang terhadap kita. Terkadang, untuk memenuhi harapan dan tuntutan orang terhadap kita, kita harus mengorbankan sesuatu yang sebenarnya sangat penting untuk kita. Sesuatu yang mungkin bernama cita-cita atau mimpi.

Adakalanya, idealisme kita berbenturan dengan harapan dan tuntutan itu tadi. Mana yang harus dipilih? Masing-masing punya jawaban sendiri.

Mungkin saja, idealisme kita harus dikorbankan, untuk menghindari konflik. Kau yau, berada dalam konflik untuk waktu yang lama, ternyata melekahkan... Apalagi jika konflik itu terus berulang... Lelah hati, fisik, emosi, jiwa dan raga. Tak mampu berpikir jernih, bertindak logis, dan ujungnya depresi.

Adakalanya, idealisme akan menang setelah kita melewati berbagai konflik... Tapi rasanya, saat ini aku belum cukup kuat untuk melewati semua konflik itu.

Btw, judulnya serem banget ya? :p

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Kamis, 05 Juni 2014

I like Taking A Bath

Hal yang paling disukai Umar adalah mandi. Hehe...
Ya, bagaimana tidak.
Baru ditaruh di perlak, saat waktunya mandi, ia sudah senyum-senyum.
Begitu dilepas bajunya, makin seneng...
Terus, dibawa ke kamar mandi, senyumnya tambah lebar.
Sampai di atas baby bather, makin kegirangan... Hehe.... 
Dulu waktu awal-awal bulan baru lahir, mandipun kadang suka nangis...
Sekarang, malah jadi hobby... wkwkwk....

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Secuil Kisah

Ini sudah yang kedua kalinya.
Tertidur di pagi hari, dan bangun-bangun, Umar sudah diajak jalan-jalan sama abinya.. Berarti, sudah dua kali Umar terjaga cukup panjang di malam hari. Seperti semalam, ia terbangun jam 00.20, dan baru bisa tidur jam 02.25. Dua jam ia terjaga.. Disusuin, digendong, dipijat, dikipasin karena memang sedang panas, dan semua tidak berhasil membuatnya untuk segera tertidur.

Jadilah, setelah subuh, umminya tepar... Dan abang yang membawa Umar jalan-jalan saat umminya terlelap... hehe...

Alhamdulillaah... Dikaruniai suami yang sangat pengertian (ada yg geer nih..:D). Dan mau bekerja sama mengasuh Umar. Mungkin ada yang bilang, yaiyalah harus, kan anak berdua. Tapi, ternyata banyak juga kok yang tidak seperti itu...

Hal lain yang sering abang lakukan adalah mengganti popok Umar saat pagi hari, biasanya setelah Subuh. Dan, tau ga, momen ganti popok yang mungkin sebentar itu, bagiku adalah me time. Wkwk... Soalnya aku bisa meregangkan otot dulu (berasa binaraga....:p), menjernihkan pikiran kembali... Dan biasanya habis itu abang ajak Umar main-main.

Saat ke Sariater kemarin juga, abang yang ganti popok Umar,sendiri. Hehe... jadi aku bisa ngapa-ngapain dulu.

Terasa banget kalau abang nganterin aku "melingkar" atau agenda tarbiyah lain.. Umar bisa dipegang sama abang dulu.

Mungkin terlihat kecil.. Tapi, tidak begitu. Semua sangat berarti untukku dan Umar. Alhamdulillaah... :)

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Rabu, 04 Juni 2014

Sampaikan Kami

Ramadhan sebentar lagi....
Sudah sampai dimana persiapan kita?
Ketika Rasulullah saw saja menyiapkannya dari 6 bulan sebelum Ramadhan...
Kita hari ini.... Kurang dari sebulan berjarak dengan Ramadhan...

Ramadhan kali ini, tak boleh gagal...
Ramadhan kali ini, haruslah istimewa dengan amal terbaik...
Ramadhan kali ini....
Bisa saja menjadi Ramadhan terakhir kita....
Atau bahkan, tak sempat bertemu dengannya...

"Ya Allah, sampaikanlah kami pada Ramadhan..."

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

He Did It!

Alhamdulillaah... Senin kemarin Umar udah bisa tengkurep sendiri... 4m17d.

Awalnya, pagi itu jam 6, aku hendak mengganti popok, karena Umar pup. Setelah kulepas celananya... Oh...Tidak... Ternyata tembus ke celana dan baju... Akhirnya kuputuskan Umar sekalian mandi pagi aja.

Aku meninggalkan Umar dalam keadaan hanya memakai popok dan baju. Aku hendak memasak air hangat. Saat kembali ke kamar, Umar sudah tengkurep!! Ini kabar bagus. Tapi, kabar buruknya, karena ia tengkurep kemana-mana dengan popok yang kotor, alhasil ia membuat noda di sprei.. Hehe....

Momen ini juga ga sempet difoto, soalnya udah buru-buru mindahin Umar... Lagian, ga bagus juga difoto begitu... Dengan popok kotor... Kalo kata orang Padang, "Indak elok.."... :D

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..