Kamis, 07 November 2013

Pintaku Pada Waktu

Kata orang, waktu itu bisa menyembuhkan luka
Membuat yang tadinya sakit bisa berangsur-angsur sembuh

Masih kata orang
Waktu bisa membuktikan segalanya
Kita tinggal menunggu waktu yang tepatnya saja

Tapi katamu, waktu akan mengajarkan kita betapa kita tak ada apa-apanya dihadapanMu

Baiklah, waktu, sembuhkan lukaku, bantu aku untuk bisa membuktikan semuanya
Bahwa penghambaanku padaNya adalah nafas hidupku

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Rabu, 06 November 2013

Percayalah

Entah pada bilangan kali ke berapa
Aku mencoba melakukan sesuatu
Yang mungkin tak lazim kulakukan
Hanya ingin mencoba
Memberanikan diri untuk melakukan hal baru

Namun, aku terdiam, menyerah
Saat kata penolakan itu hadir
Saat apa yang kulakukan diambil alih

Ketika itu, aku hanya ingin berkata
"Percayalah, aku bisa, setidaknya aku mencoba"
Namun, kalimat itu hanya berhenti
Di ujung tenggorokan
Lidahku kelu
Tenggorokanku tercekat

Hanya dalam hati kuberucap
"Percayalah, aku bisa"

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

warnaa-warnii.blogspot.com

FK a.k.a Fakultas Kesabaran



Jadi inget sesuatu...

Dulu, ketika aku masih duduk di bangku kuliah, kira-kira saat aku tingkat 2 atau semester 4 lebih tepatnya, aku memiliki seorang murabbiyah yang luar biasa. Eh, tapi sampai sekarang pun alhamdulillah selalu dipertemukan dengan murabbiyah-murabbiyah yang luar biasa. Saat itu, teteh sempat membahas tentang bagaimana latar belakang pernikahan beliau. Kami yang masih di tingkat 2 ya menyimak saja. Beda, kalau anak kuliah zaman sekarang, tema tentang pernikahan selalu membuat antusias. Hehe... Atau perasaan aku aja ya? :D

Ada kalimat beliau yang masih kuingat hingga saat ini. Kalimat tersebut adalah, "Jadi, bagaimanapun juga, yang namanya menikah itu bisa dibilang Fakultas Kesabaran, karena akan banyak ujian yang kita lalui didalamnya".

Kalimat itu begitu mengena, karena aku dulu sangat ingin masuk FK alias Fakultas Kedokteran saat SPMB. Hehe. Tapi, takdirku memang di Farmasi ITB. Setelah mendengar kalimat itu, aku segera berkata pada temanku, Nisaul.

"Wah, Cha, berarti,meskipun Rini ga masuk FK (Fakultas Kedokteran), tapi Rini tetep aja bisa masuk FK yang lain, kalau udah nikah nanti... Hehe... Gapapalah, sama-sama FK ini... Wkwkwk..."

Nisaul hanya tertawa mendengar apa yang kukatakan.

Kini, sekitar 6 tahun dari peristiwa itu, namun aku masih mengingatnya.
Dan, kau tahu, apa yang kualami setelah menikah, membuatku berpikir kembali. Bahwa apa yang aku katakan dulu benar-benar Allah berikan saat ini. Fakultas Kesabaran. Baru terasa sekarang. Hehe... Makanya, berhati-hatilah kalau berucap... Wkwkwkwkwk... :D

Baiklah... Jika memang ini yang terbaik dari Allah, aku hanya meminta satu hal saja dariMu ya Rabb... Berikanlah aku kekuatan untuk meniti jalan kesabaran diatas ketetapanMu padaku... Aamiin ya Rabb..

Btw, Nisaul masih inget ini ga ya? :p

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Senin, 04 November 2013

Parenting di Twitografi Asma Nadia

Baca lagi bukunya Mbak Asma Nadia yang judulnya Twitografi Asma Nadia. Ada part yang bagus. Tweet mbak Asma tentang kata-kata yang tidak boleh diucapkan ke anak-anak. Ini isinya...

#Cinta Ananda
Things We Should Never say to the kids!

Ah, kalau gitu doang semua juga bisa, lagi!

Kok temenmu bisa kamu nggak bisa sih? 

Makanya jangan malas, belajar dong!
(evaluasi cara belajarnya daripada nuduh)

Harus berapa kali Ayah/Bunda bilangin sih biar kamu ngerti?

Dasar anak nggak tahu diri.

Dasar anak nggak tahu diuntung.

Kamu kok hitam sekarang?
(/gendut/jerawatan)->> mending kasih solusi.

Masa bantu Ayah/Bunda gini aja nggak becus sih..

Kamu bikin malu Bunda deh kalau begitu.

Kamu nggak sayang Ayah/Bunda lagi ya?

Gara-gara kamu sih...

Ampun.. Kamu kok bandel banget sih..
(bandel/nggak bisa diam/susah dibilangin,dll)

(Nggak sabar) kamu ingin Bunda mati ya?!-->>beneran pernah denger ibu-ibu bicara gini.

Bunda/Ayah nggak percaya sama kamu...

Kamu tuh selalu deh, bikin susah orangtua!

Kalau bandel gini kamunya, Bunda nggak ajak lagi deh!

(Di kendaraan)
Kalau bandel Bunda turunin disini ya!
(Padahal nggak mungkin diturunin, jadi nanti omongan ortu tidak dipercaya).

(Ada telp/tamu yang dihindari)
Bilangin, Bunda nggak ada!-->>ngajarin anak nggak jujur.

Di mobil, waktu bayar karcis masuk, biar nggak bayar
"Anak-anak nunduk ya, diam, jangan sampai kelihatan!"

Waktu masuk area permainan
"Dia baru 3 tahun Pak, jadi gratis kan?"
Padahal anak udah 5 tahun dan kita bohong di depan anak atas nama mereka.

Ayah Bunda nyerah deh, ngomong sama kamu!

Kamu tuh nggak bisa dibilangin ya!

Kamu tuh bebal ya otaknya!

Kamu kok beda banget sih dengan kakakmu.
(/adikmu/sepupumu,dll).

Heran deh, kakakmu bisa kok kamu susah banget sih?
(/adikmu/sepupumu,dll).

Kamu tuh beban banget sih buat orang tua!

Kerja kamu ngerepotin orangtua terus sih?

Kamu nggak pernah bikin bangga orangtua!

Nyesel deh punya anak kalau kamu kayak gini!

(Twitografi Asma Nadia, hal 157-160)


Ternyata banyak ya yang harus dihindari ketika berbicara dengan anak. Itu baru sebagian kecil. Semoga bisa menjadi orangtua yang bijak saat berkomunikasi dengan anak. Aamiin..

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-


Dua Akhlak Mukmin



Sabar dan Syukur.
Dua sifat yang seharusnya menjadi akhlak bagi seorang mukmin.
Akhlak yang menghiasi kesehariannya.
Dua sifat yang akan membawa seorang mukmin untuk selalu berada dalam kebaikan.
Karena begitulah Rasulullah bersabda.

Namun, ternyata, sabar dan syukur itu tak semudah diucapkan.... Tak semudah teori di buku-buku yang membahas ini. pada penerapannya, ternyata banyak sekali godaannya, tantangan yang luar biasa berat. Kita sering melihat, kalau ada orang yang sedang tertimpa musibah, salah satu kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang menghiburnya adalah, "Sabar, ya...".Sehingga terkadang, karena sudah terlalu biasa mendengar kalimat tersebut dalam setiap musibah yang kita alami, kita sempat kehilangan makna dari sabar itu sendiri. Kehilangan esensinya, dan sabar lewat begitu saja tanpa membekas dalam diri kita.

Dua sifat ini memang sangat bergantung pada keimanan yang kita miliki. Semakin besar kadar keimanan yang kita miliki, akan semakin mudah untuk menerapkan sabar dan syukur ini, insya Allah. Saat iman sudah mendominasi diri, maka tak ada kekhawatiran akan kehidupan ini secara berlebihan.

Saat diberi nikmat, maka ia bersegera untuk bersyukur, karena ia tahu, dengan bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat yang diberikan padaNya. Sering kita lihat, orang yang penghasilannya berkali lipat dari kita, namun mengapa ia sering mengeluhkan bahwa penghasilannya tidak mencukupi kebutuhannya. Namun ada yang sebaliknya, penghasilannya jauh di bawah kita, namun ia tetap bisa merasa bahagia dengan kehidupannya.

Saat ditimpa musibah, sabarlah yang menjadi akhlak utamanya. Karena ia tahu, bahwa musibah, ujian dan cobaan semua datang dari Allah. Dan Allah tidak akan zhalim terhadap hamba-Nya. Ia yakin, bahwa Allah akan mengganti dengan hal yang jauh lebih baik dari apa yang hilang dari dalam dirinya.

Semua berproses. Tidak bisa kita tiba-tiba bisa menjadi sosok yang sabar dan syukur dalam waktu singkat. Semua ada prosesnya. Ada tarbiyah Allah yang menghampiri kita. Ada ujian-ujianNya yang harus kita lalui. Untuk mencapai titik sabar dan syukur.

Sabar dan syukur.
Bagaikan dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan.
Sabar adalah bentuk syukur ketika kita sedang diuji.
Syukur adalah bentuk sabar ketika kita mendapat nikmat.

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Minggu, 03 November 2013

Balada Istri Iseng

Dongdongdongdong...
Hwuaaa... Aku ini emang iseng, trus pelupa bin ceroboh... Hehehe....
Hari ini adalah salah satu hari yang memuat kekonyolanku...

Berawal dari saat abang akan mengantarkanku. Tasku ditaruh di bagian depan motor. Aku memegang kedua hapeku. Karena saat itu sedang membalas sms dan whatsapp. Lalu kami pun berangkat. Di jalan, aku masih menggunakan hape. Setelah selesai, kubilang pada abang, "Bang, rini taro di capuchon jaket abang aja ah.. Lebih aman..kalo di saku jaket rini, ntar jatoh kayak dulu..wkwkwk... Masukin ya bang...". Lalu aku memasukkannya ke dalam capuchon jaket abang. Kupikir ini lebih aman, kan bisa aku pegangin..

Hehehe.. Si abang mengingatkanku... "Awas lho, ntar lupa...".. Tapi aku tetap menyimpannya disana..
Sesampainya di pasteur, aku turun.. Abang akan pergi ke rapat MCAMP ITSAR di SMP 2. Aku bilang, nanti aku akan mengsms abang kalo sudah selesai. Lalu abang pun pergi.. Saat aku masuk ke tempat yang kutuju, aku baru ngeh.. Sepertinya hapeku tidak ada di tas... Masyaallah.... Hapeku masih ada di capuchon jaket abang!!!! :(

Tak mungkin abang kukejar.. Hadeh... Ini mah parah... Sibuk menyesali diri.. Kenapa ga dengerin kata abang tadi... Hiks... Aneh-aneh aja aku ini... Masa nyimpen hape di capuchon suami... Ckckck... Udah mikir gimana kalo abang lepas jaket, trus hapenya jatoh.. Dua pula... :(
Pasrah..mau ngehubungin abang ga bisa.. Wartel ga ada, orang disekitar ga ada yang kenal...

Saat aku sudah selesai, aku pergi ke SMP 2. Ternyata sedang dipakai test cpns.. Dan memang tidak ada rapat ITSAR disana. Feelingku, sepertinya rapat pindah ke alkautsar. Segeralah aku menuju alka. Gambling sih... Hape ga ada.. Kalo rapatnya pindah ke tempat lain, gimana? Hehehe... Alhamdulillah... Di parkiran aku melihat motor abang... Berarti rapatnya memang pindah kesini..

Masuklah aku ke alka... Disambut yovie... Dan si abang udah senyum-senyum penuh arti...
Kumintalah hape pada abang..hehe... Ditanya abang, darimana tau pindah kesini. Kujawab feeling.. :p
Kata abang, tadinya abang ga ngeh kalo hapeku masih di capuchon... Saat abang sedang main notesnya, abang meminta Mulki untuk jarkom pindah tempat rapat. Ternyata sms Mulki pun sampai ke hapeku, dan berbunyi. Dicarilah olehnya sumber suara hape itu... Daaan... Di capuchon... Dua hape... Ckckck...

Maaf ya bang... Gini nih kalo abang punya istri iseng, pelupa, trus ga denger kalo dibilangin suami... :(
Alhamdulillah... Abang ketawa-ketawa aja.. Mungkin kalo orang lain, istrinya akan dimarahin... :) Bisa jadi... Bisa jadi...

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Jumat, 01 November 2013

Sisi Lain

Kadang, ada hal yang tak bisa dimengerti oleh orang lain.
Kadang, ada hal yang dirasa tak masuk akal oleh mereka.
Alasan mengapa aku melakukan sesuatu.
Karena bagi orang lain, tak seharusnya seperti itu.
Karena bagi mereka, itu bukanlah cara yang baik.

Semua itu berawal dari satu hal.
Alasan yang bisa jadi tak dapat diterima oleh orang lain.
Alasan yang dianggap aneh oleh mereka.

Tapi, aku tak bisa mengelak.
Bahwa satu hal itu yang membuatku demikian.
Meski aneh, irrasional.
Itu adalah salah satu rahasia terdalam dari diriku.

Ya, karena aku pemalu.
Introvert memang tak selalu pemalu.
Namun, agaknya, aku adalah introvert yang satu ini..

-Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah, karena diam berarti kematian-

Selamat Datang di Alam Pejuang

Kehidupan yang dimaknai dengan kontribusi
Kehidupan yang diwarnai dengan amal nyata
Karena kita,, dilahirkan untuk menjadi Pengukir Sejarah

About Me

Foto saya
Seorang sanguinis, yang lebih menyukai menumpahkan segala sesuatunya melalui tulisan. Karena dengan menulis, membuatnya merasakan kebebasan dan petualangan. Mencoba menata diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih mencintai Rabbnya dari waktu ke waktu..